Tanah ini akan Segera di BANGUN, Mohon DO'A Semoga Dimudahkan. Jalannya
On Maret 21, 2026
TANAH INI AKAN SEGERA DIBANGUN,
Mohon Bantuan Do'a Sahabat dan Saudara Semua, Semoga dimudahkan Jalannya
-->
TANAH INI AKAN SEGERA DIBANGUN,
Mohon Bantuan Do'a Sahabat dan Saudara Semua, Semoga dimudahkan Jalannya
KHUTBAH MENYAMBUT BULAN RAMADHAN DENGAN HATI SENANG RIANG GEMBIRA
Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, sudah sepantasnya orang-orang yang beriman akan menyambut datangnya bulan suci ramadhan dengan hati yang senang, riang dan gembira dikarenakan banyak keutamaan-keutamaan yang bisa kita dapatkan dibulan suci ini. berikut ini adalah khutbah singkat tentang menyambut bulan suci ramadhan dengan hati senang, riang dan gembira, semoga barokah dan manfaat, Aamiin.
KHUBAH JUM'AT I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Jama’ah
Jum’ah yang dirahmati oleh Allah
Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
kita kepada Allah SWT. Karena hanya dengan iman dan taqwalah kita akan
mendapatkan kemulaiaan dan kebahagiaan baik didunia maupun diakhirat kelak.
Allah SWT. berfirman dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Azhab[33]: 70)
Jama’ah
kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Kita sudah melewati yang dinamakan Malam Nisfu Sya’ban,
itu artinya sebentar lagi insyaallah kita akan memasuki bulan Ramadhan. Salah
satu bentuk kemahakuasaan dan kasih sayang Allah kepada hambaNya ialah dengan
memperpanjang umurnya sehingga bisa bertemu bulan suci Ramadhan. Sebab, didalamnya
banyak potensi ibadah yang bisa dikerjakan untuk memperbaiki kualitas amal dan
meningkatkan ketaqwaan. Semoga kita semua dikaruniai umur yang panjang dan
barokah sehingga sampai dibulan ramadhan nanti dan ramadhan ramadhan
berikutnya. Aamiin
Puasa pada siang hari selama sebulan penuh merupakan
satu dari sekian banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dimaksimalkan untuk
memperoleh derajat ketaqwaan di sisi Allah SWT.
Sebagaimana dalam Al-Qur’an secara jelas diterangkan:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Jama’ah
kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Anugerah dapat bertemu dengan bulan Ramadhan adalah suatu kenikmatan yang besar dan sangat berharga. Sebab, peluang memperoleh predikat orang-orang yang bertaqwa seakan terbuka seluas-luasnya. Allah membuka pintu surga, menutup rapat gerbang neraka dan membelenggu setiap setan durjana pada bulan suci ini.
Selain itu dalam bulan Ramadhan juga terdapat suatu malam, yang apabila beribadah di waktu tersebut, setara dengan mengerjakannya selama seribu bulan berturut-turut. Abu Hurairah Ra. menyampaikan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: لَمَّا حَضَرَ
رَمَضَانُ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَدْ جَاءَكُمْ
رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ
فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ
فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ
خَيْرَهَا، فَقَدْ حُرِمَ
Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Tatkala tiba bulan Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, diwajibkan oleh Allah atas kalian untuk berpuasa di dalamnya, dibukakan padanya pintu-pintu surga, dikuncikan padanya gerbang-gerbang neraka, dibelenggukan padanya para setan durjana. didalamnhya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa yang terhalangi kebaikannya, maka ia telah benar-benar terhalangi.” (HR. Ahmad)
Ibnu Rajab dalam kitab Lathaiful Ma’arif menjelaskan, dengan mengutip pendapat sebagian ulama, bahwasanya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tersebut secara hakikat merupakan bentuk apresiasi berupa ungkapan bagi manusia atas pertemuannya dengan bulan Ramadhan.
Sebab bagaimana tidak bahagia, bagi orang-orang yang beriman, bulan suci Ramadhan adalah masa dibukakan pintu-pintu surga dengan selebar-lebarnya dan ditutup secara rapat-rapat pintu-pintu neraka dan masih banyak kelebihan-kelebihan yang lain.
Selayaknya sebagai seorang muslim, kita bergembira dan merasa riang atas kedatangan bulan suci Ramadhan. Niatkan dalam hati, untuk memaksimalkan ibadah selama sebulan penuh. Mengkhatamkan Al-Qur’an, rajin bersedekah, semangat datang ke masjid dan lain sebagainya dengan harapan semoga termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berpredikat muttaqin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUBAH JUM'AT II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ
بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللّٰهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ
اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى
بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ
وَاْلاَمْوَاتِ اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ
مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ
أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ
ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالمِحَنَ وَسُوْءَ
الفِتَنِ وَالمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا
اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا
رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ اْلقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
10 NAMA DAN KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA'BAN
Baca Juga : Malam Nisfu Sya'ban menurut Para Ulama
Malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang istimewa, karena banyak rahmat, berkah dan ampunan diberikan bagi umat manusia. Oleh karenanya pada malam pertengahan Bulan Sya’ban tersebut banyak umat Islam biasa melaksanakan sejumlah amalan, diantaranya sholat, berdzikir, membaca surah Yasin dan juga doa dll.
Selain memberikan ampunan, Allah juga akan mengabulkan hajat kita, memudahkan rezeki, melancarkan urusan, sehingga kita dianjurkan untuk tidak melewatkan momen tersebut begitu saja. Banyak juga kalangan masyarakat yang berkumpul di masjid untuk shalat maghrib berjamaah, membaca surat Yasin tiga kali, yang dilanjutkan dengan doa bersama.
Sebagai malam yang istimewa, Nisfu Sya’ban memiliki 10 nama yang menunjukkan keutamaan malam tersebut. Masing-masing nama itu memiliki keagungan dan kemuliaan tersendiri yang bisa diraih oleh umat Islam.
Al-Hafiz al-Muhaddits Syekh Salim as-Sanhuri dalam salah satu kitabnya mengungkapkan terdapat sepuluh nama agung yang disematkan pada malam itu. Di antara nama-nama itu adalah sebagai berikut:
1. Malam yang diberkahi (Mubarakah)
Pada malam pertengahan bulan Sya’ban, Allah memerintahkan para malaikat untuk turun ke langit dunia dan menebar kebaikan kepada manusia. Pada malam itu, jarak antara manusia dengan para malaikat sangat dekat. Kedekatan itu menjadi keberkahan tersendiri yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad Saw.
2. Malam Pembagian Takdir (Qismah wa at-Takdir)
Pada malam ini para malaikat turun untuk memberi keberkahan dan kebaikan serta untuk menentukan takdir kepada semua manusia. Mulai dari rezeki, jodoh, mulia, hina, pangkat, pernikahan dan yang lainnya.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Atha’ bin Yasar, Rasulullah saw bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ دُفِعَ إِلَى مَلَكِ الْمَوْتِ صَحِيْفَةً فَيُقَالُ اِقْبِضْ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَنْ فِي هَذِهِ الصَّحِيْفَةِ فَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَغْرَسَ الغُرَّاسَ وَيُنْكِحَ الْأَزْوَاجَ وَيَبْنِي الْبُنْيَانَ وَإِنَّ اسْمَهُ فِي تِلْكَ الصَّحِيْفَةِ وَهُوَ لَا يَدْرِيْ
Artinya: Apabila telah datang malam pertengahan bulan Sya’ban maka diserahkan kepada malaikat maut sebuah catatan. Maka dikatakan, cabutlah pada tahun ini, nama yang ada dalam catatan itu, karena sungguh seorang hamba akan menanam tanaman, akan menikahi wanita, membangun rumah, sedangkan namanya ada dalam catatan itu dan dia tidak tahu.
Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa pada malam pertengahan bulan Sya’ban Allah menetapkan beberapa keputusan yang Dia kehendaki, kemudian menyerahkan kepada para pemiliknya pada malam Lailatul Qadar.
3. Malam Penghapusan Dosa (at-Takfir)
Alasan di balik penamaan ini tidak lain karena pada malam tersebut Allah mengampuni semua dosa-dosa hamba-Nya yang muslim selama satu tahun, terhitung sejak malam tersebut hingga malam pertengahan bulan Sya’ban selanjutnya. Dalam riwayat Ahmad bin Nadlar melalui jalur Sayyidina Mu’ad bin Jabar, Rasulullah bersabda:
يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: Allah swt melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya).
4. Malam diterimanya doa (al-Ijabah)
Di antara keistimewaan malam pertengahan bulan Sya’ban adalah diterimanya semua doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat al-Baihaqi, Rasulullah saw bersabda:
خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ لَيْلَةُ الْجُمْعَةِ وَأَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَتَا الْعِيْدِ
Artinya: (Terdapat) lima malam, di mana doa tidak ditolak di dalamnya, yaitu: malam Jumat, malam pertama dari bulan Rajab, malam pertengahan bulan Sya’ban, dan dua malam hari raya.
5. Malam kehidupan (al-hayat)
Orang yang beribadah kepada Allah pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia tidak akan mematikan hati hamba-Nya ketika hati semua manusia mati. Artinya, ketika semua makhluk senang akan dunia dan lupa akan akhirat, maka Allah tidak akan membiarkan orang yang beribadah pada malam tersebut turut terlena dengan dunia.
Selain itu, terdapat sebuah riwayat dari Ishaq bin Rahwaih dengan sanadnya dari Wahab bin Munabbih yang menyebutkan bahwa pada malam tersebut tidak ada orang yang meninggal. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ أَحَدٌ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لِاشْتِغَالِ مَلَكِ الْمَوْتِ بِقَبْضِ الصَّكَاكِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya: Jika malam pertengahan bulan Sya’ban telah datang, maka tidak akan ada seorang pun yang mati, mulai dari ujung timur hingga ujung barat, karena sibuknya malaikat pencabut nyawa dengan menerima catatan-catatan (makhluk) dari Tuhan semesta alam.
6. Hari Raya Malaikat
Jika manusia memiliki dua hari raya agung yang selalu dirayakan dalam setiap tahunnya, yaitu hari raya fitri dan hari raya kurba, maka para malaikat juga memiliki dua hari raya yang selalu mereka rayakan dalam setiap tahunnya, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban dan malam Lailatul Qadar.
7. Malam Syafaat
Menurut Al-Hafiz Syekh Salim as-Sanhuri, pada malam pertengahan bulan Sya’ban menjadi malam sempurnanya syafaat. Hal itu dimulai sejak tanggal 13 bulan Sya’ban, Rasulullah ditanya perihal syafaatnya yang akan diberikan kepada umatnya, saat itu ia menjawab hanya akan memberikan sepertiga kepada mereka.
Pada malam tanggal 14, ia ditanya kembali perihal syafaat yang akan diberikan pada umatnya, saat itu ia menjawab hanya akan memberikan dua pertiga syafaat kepada mereka. Namun, tepat ketika malam nisfu Sya’ban ketika pertanyaan itu disampaikan kepada Rasulullah, dengan tegas ia menjawab bahwa syafaatnya akan diberikan semuanya kepada umatnya. Oleh karenanya, mala mini disebut dengan malam sempurnanya syafaat.
8. Malam Kemerdekaan (al-‘Itqu)
Pada malam ini juga disebut dengan malam pemerdekaan, yaitu diangkatnya separuh umat Nabi Muhammad dari neraka. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Sayyidah Aisyah, Rasululah bersabda:
رُوِيَ أَنَّ النَّبِي كَانَ جَالِسًا فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ فَنَزَلَ عَلَيْهِ جِبْرِيْلُ. فَقَالَ: اِنَّ اللهَ قَدْ أَعْتَقَ مِنَ النَّارِ نِصْفَ أُمَّتِكَ
Artinya: Diriwayatkan, sungguh Nabi Muhammad sedang duduk pada suatu malam (nisfu Sya’ban), maka datang kepadanya malaikat Jibril. Ia berkata: Sungguh Allah telah memerdekakan dari neraka separuh umatmu.
9. Malam Pembebasan (al-Baraah)
Di antara nama-nama malam pertengahan bulan Sya’ban adalah malam pembebasan. Hal ini disebabkan pada malam itu Allah mencatat kebebasan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dari neraka, baik yang taat atau ahli maksiat.
Pada saat yang bersamaan Allah berkata kepada mereka yang taat:
أَوْفَيْتُ الْحَقَّ وَقُمْتَ بِشَرَائِطِ الْعُبُوْدِيَّةِ فَخُذْ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ.
Artinya: Aku (Allah) telah menepati janji (kebenaran). Dan engkau telah menjalankan ketentuan seorang hamba, maka ambillah kebebasan dari neraka.
Tidak hanya kepada orang beriman yang taat, Allah juga memberikan pembebasan kepada orang mukmin yang masih sering melakukan maksiat. Saat itu Dia berkata kepada mereka, “Aku (Allah) telah memberikan keringanan kepada kalian semua, sebab kalian tidak menjalankan hak-hak dan ketentuan seorang hamba, maka hakmu adalah siksa, namun (dengan malam nisfu Sya’ban), ambillah kebebasanmu dari neraka.
10. Malam Hadiah (al-Jaizah)
Alasan di balik penamaan malam pertengahan bulan Sya’ban dengan nama ini tidak lain karena malam mulia ini hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad, tidak bagi umat nabi-nabi sebelumnya. Oleh karenanya, mala mini merupakan hadiah langsung dari Allah secara khusus kepada umat Nabi Muhammad.
Demikian 10 nama lain dan keutamaan malam Nisfu Sya’ban sebagaimana dilansir dari NU Online. Hendaknya kita bisa menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai amalan, karena anugerah itu hanya Allah berikan kepada kita, umat Nabi Muhammad saw.
SAMBUT HARI SANTRI NASIONAL (HSN) TAMAN PENDIDIKAN AL QUR'AN (TPQ) AL AMiN CENTER ADAKAN LOMBA UNTUK SANTRI
Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh
Dalam Rangka Sambut HARI SANTRI NASIONAL (HSN) TPQ Al Amin Center Bangkalan adakan kegiatan :
1️⃣ GEBYAR LOMBA SANTRI
Senin, 20 Oktober 2025
Pukul 15.30 s/d Selesai (Semua santri masuk sore)
✅ LOMBA MEWARNAI
Untuk semua santri ngaji sore dan santri malam yang kelas 2 SD kebawah
👉 Peserta membawa alat mewarnai (krayon/pencil warna) + meja sendiri )
✅ LOMBA KALIGRAFI
Untuk semua santri ngaji malam kecuali yang masih kelas 2 SD kebawah
👉 Peserta membawa alat sendiri, panitia hanya menyiapkan kertas kosong untuk kaligrafi dan kertas bergambar polos untuk yang mewarnai
2️⃣ MUHADHOROH SANTRI
21 Oktober 2025
Setelah Sholat Maghrib s/d Selesai (semua santri masuk malam) santri kecil boleh datang habis sholat Maghrib
KEGIATAN MUHADHOROH dilaksanakan dan dipimpin Oleh Santri mulai MC dan Juga pengisi acara :
1. Pembacaan Khususon
2. Pembacaan Surah Yasiin
3. Pembacaan Sholawat Syaroful Anam Oleh Tim Al Banjari Santri TPQ Al Amin Center
4. Menyanyikan Lagu Hari Santri dan Mars TPQ Al Amin Center
5. Tausyiah / Ceramah Oleh Salah Satu Santri
6. Do'a Penutup
Demikian pengumuman dari kami, atas perhatiannya disampaikan banyak terimakasih
Wassalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh
Hari Santri Nasional, Makna, Sejarah dan Tujuan Memperingatinya Tanggal 22 Oktober 2025
Peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan di Negara Indonesia setiap tanggal 22 Oktober. Hari Santri merupakan sebuah momen bersejarah yang penuh dengan makna.
Apakah tenen-temen tahu kenapa setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional? Pada tanggal tersebut ada kisah perjuangan panjang yang dipenuhi dengan dedikasi, keberanian, dan semangat para santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan NKRI. Yuk baca selengkapnya berikut ini agar lebih kenal apa itu hari santri nasional, mengapa harus diperingati dan apa makna yang terkandung didalamnya ?
Makna Hari Santri Nasional
Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki makna mendalam bagi santri dan seluruh rakyat Indonesia. Kontribusi santri dalam memperjuangkan kemerdekaan tidak bisa diragukan lagi.
Sejak penetapan Hari Santri Nasional pada tahun 2015, momen ini telah menjadi refleksi penting bagi santri dan bangsa untuk mengenang peran pondok pesantren dalam perjuangan melawan penjajah.
Refleksi atas sejarah ini penting agar generasi santri modern bisa terus belajar, memperbaiki diri, dan berkontribusi lebih besar demi kemajuan bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, Hari Santri bukan hanya ajang seremonial belaka, tetapi momentum bagi para santri untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal akhlak maupun kecakapan untuk memajukan bangsa. Hari Santri juga mengingatkan kita akan peran penting santri dari masa penjajahan hingga sekarang.
Sejarah Hari Santri Nasional
Hari Santri Nasional (HSN) Peringatan Hari Santri ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Lahirnya Hari Santri tidak lepas dari peran besar para santri dan ulama pesantren dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Sejak masa penjajahan, mereka telah berjuang melawan penindasan dan kolonialisme melalui berbagai cara, baik perlawanan fisik maupun intelektual. Para santri dan ulama juga turut menyebarkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, bersifat toleran, moderat, dan inklusif.
Salah satu peristiwa penting yang menjadi dasar penetapan Hari Santri adalah Resolusi Jihad yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Kampung Bubutan, Surabaya, pada 22 Oktober 1945.
Resolusi jihad merupakan seruan bagi umat Islam untuk berjihad melawan tentara Sekutu yang berupaya menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan.
Hari Santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober. Itu yang menjadi alasan kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, setelah sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram.
Sejarah mencatat, para santri bersama dengan pejuang bangsa lainnya memiliki peran besar dalam merebut kembali kedaulatan negara dari kolonialisme bangsa asing. Presiden Joko Widodo juga mengamini peran historis kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan memiliki peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), antara lain KH Hasyim Asy’ari pendiri ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A Hassan dari Persis, Abdul Rahman dari Matlaul Anwar, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad. Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air (Peta) yang banyak juga dari kalangan santri.
Tujuan Memperingati Hari Santri
Selain dimaksudkan untuk mengenang dan meneladani perjuangan ulama dan santri dalam membela serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hari Santri juga bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai pendidikan karakter dikalangan santri dan masyarakat luas.
Peringatan ini tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga pada upaya menanamkan dan memperkokoh nilai-nilai penting yang menjadi dasar pembentukan karakter bangsa, seperti nilai karakter religius, nasionalis, integritas, kemandirian, dan semangat gotong royong.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya berkompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, cinta tanah air, serta mampu bekerja sama demi kemajuan bangsa.
Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan biasa, ini adalah momen penting untuk mengenang perjuangan para santri dalam membela bangsa Indonesia. Selain itu, peringatan ini mengingatkan kita akan betapa pentingnya nilai-nilai karakter yang perlu terus kita jaga.
![]() |
PEKAN MUHARRAM 1447 H. YAYASAN AL AMIN CENTER ADAKaN kEGIATAN ISTIGHOTSAH, DO'A BERSAMA DAN SANTUNAN ANAK YATIM
Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh
Sahabat Al Amin Center. Dalan rangka semangat pekan Muharram atau hari Asyuro, Kembali Yayasan Al Amin Center Bangkalan mengadakan kegiatan rutin tahunan berupaa Istighotsah, Do'a bersama dan Santunan Anak Yatim Insyaallah pada tanggal 10 Muharram 1447 H.
Barangkali ada diantara saudara para donatur, dermawan dan muhsinin berkenan ikut bergabung menyalurkan sebagian rezekinya, Silahkan boleh datang langsung bertemu dengan para anak yatim atau juga menitipkan kepada kami, kami siap membantu menyalurkan berapapun besar kecil dana dari saudara/i
Yang berkenan menitip, silahkan bisa di transfer ke rekening berikut ini :
No. Rekening BSI : 7225514946
Atas nama Yayasan Al Amin Center Bangkalan
Konfirmasi / Info :
Telp/WA: 087877977909
Telp/WA: 081803148699
Semoga tercatat sebagai Amal Sholih yang diterima Oleh Allah SWT. Jazakumullah Ahsanal Jaza', Aamiin Ya Robbal 'Alamiin
🕋 Infaq : Seikhlasnya
Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh
Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, Alhamdulillah saatnya kita berWISATA RELIGI & TADABBUR ALAM bersama... KELUARGA BESAR
AL AMIN CENTER BANGKALAN BANGKALAN
Catat hari dan tanggalnya yaitu Sabtu, tanggal 15 Februari 2025
TUJUAN :
Adapun Tujuan kita kali ini adalah :
1. Ziarah Makam Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan (dilaksanakan sebelumnya yaitu dihari kamis sore tanggal 13 februari 2025
2. Ziarah Makam Sunan Ampel Surabaya
3. FLORAWISATA SANTERRA DE LAPONTE PUJON
5. Mesjid Chang Hoo Pandaan
Harga : Rp. 180.000
Mendapatkan :
1. 1 Kursi BUS
2. 1 x Makan dan Minum
3. Tiket Masuk
Yuk Segera DAFTAR
Kuota Terbatas 100 Seat
Info :
WA: 081803148699
WA: 087877977909
NB: Daftar = Bayar DP, Pelunasan Terakhir adalah tanggal 8 Februari 2025
Wassalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh
KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJUD
“Jika malam telah tiba dan manusia telah tidur aku gembira karena inilah saatnya aku bermunajat kepada Allah SWT.”
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajjud, bahkan Rasulullah Saw. menganggap wajib shalat tahajjud bagi diri beliau, shalat tahajjud adalah shalat yang sangat mulia, keuatamaan melaksanakan shalat tahajjud telah tercatat dalam Al-Quran.
Ada beberapa keutamaan shalat tahajjud seperti berikut ini:
1. Shalat Tahajjud sebagai pintu masuk surga
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah saat itu adalah,
“Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturrahim, tegakkanlah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”
(HR. Ibnu Majah).
2. Amal yang menolong di akhirat
Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).”
(QS. Az Zariyat: 15-18)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah bersabda,
“Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kamu, sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.”
(HR. Ahmad)
4. Sarana meraih kemuliaan
Rasulullah bersabda,
“Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, lama engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.”
(HR. Al Baihaqi)
5. Jalan mendapatkan rahmat Allah SWT
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda,
“Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya, jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya, juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya, jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.”
(HR. Abu Daud)
6. Sarana Pengabulan permohonan
Allah berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajjud dengan ikhlas.
❤️ Rasulullah Bersabda,
“Dari Jabir berkata, bahwa Nabi bersabda,:
“Sesungguhnya di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.”
(HR. Muslim)
7. Penghapus dosa dan kesalahan
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah bersabda,
“Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang shalih sebelum kalian, bentuk taqarrub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.”
(HR. At-Tirmidzi)
8. Jalan mendapat tempat yang terpuji
Allah berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra’:79)
9. Pelepas ikatan setan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda,
“Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama, apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila dia shalat akan terbukalah ikatan semuanya, Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”
Semoga Allah SWT. memberikan taufiq dan hidayahnya sehingga kita semua dan keluarga bisa senantiasa istiqomah mendirikan shalat malam, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin