Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. dan Dalilnya

By On Oktober 22, 2021

SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW. DAN DALILNYA


Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, syukur Alhamdulillah kita sudah selesai mengadakan acara peringatan maulid nabi Muhammad Shollalahu 'Alaihi Wa Sallam bertepatan dengan malam hari santri nasional 2021. Alhamdulillah semoga kita semua dimudahkan oleh Allah SWT untuk senantiasa mengikuti sunnah-sunnah nabiNya, diakui sebagai ummat Rasulullah, mencintai dan dicintai oleh Allah SWT dan RasulNya serta kelak mendapat Syafaat dari Baginda Nabi Muhammad Shollalahu 'Alaihi Wa Sallam, Aamiin

Bagaimana sih sejarah dan dalil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad ? 

Sahabat, Sesungguhnya Nabi Muhammad Sallallahu alaihi Wasallam adalah utusan Allah dan rahmat bagi sekalian alam. Nabi Muhammad SAW. adalah nikmat terbesar dan anugerah teragung yang Allah berikan kepada alam semesta. Ketika manusia saat itu berada dalam kegelapan syirik, kufur, dan tidak mengenal Rabb pencipta mereka. Manusia mengalami krisis spiritual dan moral yang luar biasa. Nilai-nilai kemanusiaan sudah terbalik. Penyembahan terhadap berhala-berhala suatu kehormatan, perzinaan suatu kebanggaan, mabuk dan berjudi adalah kejantanan, dan merampok serta membunuh adalah suatu keberanian. Di saat seperti ini rahmat ilahi memancar dari jazirah Arab. Dunia ini melahirkan seorang Rasul yang ditunggu oleh alam semesta untuk menghentikan semua kerusakan ini dan membawanya kepada cahaya ilahi. Kelahiran makhluk mulia yang ditunggu jagad raya membuat alam tersenyum, gembira dan memancarkan cahaya. Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi pengarang kitab Maulid Habsyi (Biasa disebut Simtu Duror atau lengkapnya Simthud-Durar fi akhbar Mawlid Khairil Basyar min akhlaqi wa awshaafi wa siyar) menggambarkan kelahiran Nabi Mulia itu dalam syairnya yang indah:

 اشرق الكون ابتهاجا بوجود المصطفى احمد و لأهل الكون انس وسرور قد تجدد
Alam bersinar cemerlang bersukaria demi menyambut kelahiran Ahmad Al-Musthofa Penghuni alam bersukacita Dengan kegembiraan yang berterusan selamanya”.

Baiklah sebelum kita membahas masalah memperingati Maulid Nabi SAW serta membahas dalil-dalil yang menunjukan bolehnya memperingati Maulid yang mulia ini dan berkumpul dalam acara tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan perayaan maulid Pertama, kita memperingati Maulid Nabi SAW bukan hanya tepat pada hari kelahirannya, melainkan selalu dan selamanya, di setiap waktu dan setiap kesempatan ketika kita mendapatkan kegembiraan, terlebih lagi pada bulan kelahiran beliau, yaitu Rabi’ul Awwal dan pada hari kelahiran beliau, hari Senin.

Kita dianjurkan untuk bergembira atas rahmat dan karunia Allah SWT kepada kita. Termasuk kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat kepada alam semesta. Allah SWT berfirman:

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ
Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ’” (QS.Yunus:58).

Dari latar belakang ini lah umat islam merasakan kebahagian luar biasa atas kelahiran nabi dan memperingatinya setiap tahunnya, bahkan pada saat ini di setiap negara muslim, kita pasti menemukan orang-orang yang merayakan ulang tahun Nabi yang disebut dengan hari Maulid Nabi. Hal ini berlaku pada mayoritas umat islam di banyak Negara misalnya sebagai berikut: Mesir, Suriah, Libanon, Yordania, Palestina, Irak, Kuwait, Uni Emirat, Saudi Arabia (pada sebagian tempat saja) Sudan, Yaman, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Djibouti, Somalia, Turki, Pakistan, India, Sri Lanka, Iran, Afghanistan, Azerbaidjan, Uzbekistan, Turkestan, Bosnia, Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, dan sebagian besar negara- negara Islam lainnya. Di negara-negara tersebut bahkan kebanyakan diperingati sebagai hari libur nasional. Semua negara-negara ini, yaitu duwal islamiyah, merayakan hari peringatan peristiwa ini. Bagaimana bisa pada saat ini ada sebagian minoritas yang berpendapat dan mempunyai keputusan bahwa memperingati acara maulid Nabi adalah sebuah keharaman dan bid’ah yang sebaiknya di tinggalkan oleh umat islam.


SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

Memang benar Rasulullah SAW tidak pernah melakukan seremoni peringatan hari lahirnya. Kita belum pernah menjumpai suatu hadits/nash yang menerangkan bahwa pada setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal (sebagian ahli sejarah mengatakan 9 Rabiul Awwal), Rasulullah SAW mengadakan upacara peringatan hari kelahirannya. Bahkan ketika beliau sudah wafat, kita belum pernah mendapati para shahabat r.a. melakukannya. Tidak juga para tabi`in dan tabi`it tabi`in. Menurut Al-Sakhowi, al-Maqrizi Al-Syafi’i (854 H) dalam bukunya “Al-Khutath” menjelaskan bahwa maulid Nabi mulai diperingati pada abad IV Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyyah di Mesir. Dinasti Fathimiyyah mulai menguasai Mesir pada tahun 358 H dengan rajanya Al-Muiz Lidinillah, Namun sebenarnya menurut DR.N.J.G. Kaptein peneliti sejarah kebudayaan Islam dari Leiden University sumber asli yang menyebutkan tentang Maulid Nabi pada zaman tersebut sudah hilang. Konsekuensinya, perayaan Maulid pada zaman Fathimiyyah hanya diketahui secara tidak langsung dari beberapa sumber sejarawan yang hidup belakangan seperti Al-Maqrizi yang hanya melacak dari kitab yang telah hilang dari ulama zaman Fathimiyyah yaitu Ibnu Ma’mun ( Nama lengkapnya adalah Jamaluddin ibn Al-Ma’mun Abi Abdillah Muhammad ibn Fatik ibn Mukhtar Al-Bata’ihi dilahirkan sekitar sebelum tahun 515 H. Ayahnya adalah seorang wazir dinasti Fathimiyyah) dan Ibnu Tuwayr (Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdus Salam Al-Murtadho ibn Muhamammad ibn Abdus Salam ibn Al-Tuwayr Al-Fahrani Al-Qaysarani(525/1130-617/1220) seorang ulama dan sejarawan Mesir di antara kitabnya adalah Nuzhatul al maqtalaini fi akhbar al duwalataini al fatimiyyah wa sholahiyyah) Ibnu Al-Ma’mun.Kitab Sejarah yang paling awal menyebutkan tentang maulid di zaman Fathimiyyah adalah kitab karangan Ibn Al-Ma’mun. Sebenarnya kitab ini sudah hilang tetapi ada beberapa penulis yang menggunakan sumber dari hasil karya beliau di antaranya adalah Ibn Zafir (Wafat 613/1216 )[7], Kedua Ibn Muyassar(677/1277), ketiga Ibn Abd Al Zahir(w 692/1292). Tetapi yang paling banyak menggunakan sumber dokumentasi sejarah Ibn Ma’mun adalah sejarawan Al-Maqrizi Al-Syafi’i.Dalam beberapa bagian dalam kitab Khutat, Ibn Al-Ma’mun adalah salah satu sumber yang paling penting tentang deskripsi acara acara yang dilakukan oleh Dinasti Fathimiyyah seperti perayaan hari besar, festival, upacara dan sebagainya. Karena Ibn Al-Ma’mun adalah saksi hidup sebagai anak dari seorang wazir yang biasa menyelenggarakan banyak kegiatan perayaan dan seremonial kerajaan.Maulid di kenal kala itu dengan kata “Qala”. Ibn Al-Ma’mun berkata : sejak Afdhal Syahinsyah ibn Amirul Juyusy Badr al-Jamali menjadi wazir dia menghapus empat perayaan maulid yaitu maulid Nabi, Ali, Fatimah, dan imam yang saat itu memerintah. Sampai dia wafat tahun 515H barulah perayaan Maulid Nabi diselenggarakan lagi seperti dahulu oleh khalifah Al-Amir dan itu diteruskan sampai sekarang. Ibn Al-Tuwayr.Sumber kedua dari informasi perayaan Maulid pada zaman Fatimiyah adalah Ibn Al-Tuwayr. Penulis yang banyak menggunakan tulisan dia sebagai sumber sejarah adalah di antaranya adalah Ibn Al-Furat (807H), Ibn Khaldun (808H), Ibn Duqmaq (809H), Al-Qashashandi (821H), Al-Maqrazi (845H), Ibn Hajar Al-Asqalani (874H), Penulis-penulis tersebut menggunakan sumber informasi Ibn Tuwayr untuk mengkaji peristiwa-peristiwa yang terjadi pada era Dinasti Fathimiyyah. Beberapa peristiwa sejarah penting tentang sebuah perayaan terdapat di dalam dokumennya yang disebut mukhlaqat yang kemudian dicatat oleh para sejarawan selanjutnya seperti Al-Maqrizi yang kitab nya bisa kita baca pada zaman sekarang.Ibn Al-Tuwayr berkata, perayaan Maulid saat dinasti Fathimiyyah itu ada enam perayaan dan di antaranya adalah perayaan Maulid Nabi, Ali Bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husein, dan Khalifah yang saat itu memerintah. Ketika 12 Rabiul Awal datang, di beberapa tempat diadakan acara besar seperti membaca Al-Qur’an, pengajian di beberapa masjid dan mushola, dan beberapa majelis juga ikut untuk merayakannya. Sedangkan Ibnu Katsir dalam kitab tarikhnya bidayah wa nihayah, diikuti oleh Alhafiz Imam Suyuthi dalam Husn Al-Maqsid Fi ‘Amal al-Maulid juga pendapat yang dikuatkan oleh Prof Dr Sayyid Muhammad Alwi Al maliki dalam kitabnya Haula al Ihtifal bil Maulidi Nabawy As Syarif, menurut mereka yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi adalah seorang Raja Irbil (Saat itu gubernur terkadang di sebut malik atau amir. Irbil saat itu adalah propinsi masuk dalam Dinasti Ayyubiyyah.Irbil saat ini masuk dalam wilayah Kurdistan Iraq) yang dikenal keshalehannya dan kebaikannya dalam sejarah Islam yaitu Malik Muzhaffaruddin Abu Said Kukburi ibn Zainuddin Ali Ibn Tubaktakin pada tahun 630 H. Beliau adalah seorang pembesar dinasti Ayyubiyah yang kemudian dia mendapatkan mandat untuk memerintah Irbil pada tahun 586 H. Ibn Katsir bercerita mengatakan: “ Malik Muzhaffaruddin mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awwal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn al- Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut Malik Muzhaffaruddin mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh para ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama fiqh, ulama hadits, ulama kalam, ulama ushul, para ahli tasawwuf dan lainnya. Sejak tiga hari sebelum hari pelaksanaan beliau telah melakukan berbagai persiapan. Ia menyembelih 15.000 ekor Kambing, 10.000 ekor Ayam, 100 Kuda, 100 ribu keju, 30 ribu manisan untuk hidangan para tamu yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Setiap tahunnya perayaan ini menghabiskan 300.000 Dinar. Perayaan ini diisi oleh ulama-ulama serta tokoh-tokoh sufi dari mulai Dzuhur sampe Subuh dengan ceramah-ceramah dan tarian-tarian sufi. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh raja Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua mengapresiasi dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar besar-besaran itu. Menurut ibn khalIikan, perayaan tersebut dihadiri oleh ulama dan sufi-sufi dari tetangga irbil, dari Baghdad, Mosul, Jaziroh, Sinjar, Nashibin, yang sudah berdatangan sejak Muharram sampai Rabiul Awwal. Pada awalnya Malik Muzhaffaruddin mendirikan kubah dari kayu sekitar 20 kubah, di mana setiap kubahnya memuat 4-5 kelompok, dan setiap bulan Safar kubah-kubah tersebut dihiasi dengan berbagai macam hiasan indah, di setiap kubah terdapat sekelompok paduan suara dan seperangkat alat musik, pada masa ini semua kegiatan masyarakat terfokus pada pelaksanaan acara pra-maulid dan mendekorasi kubah-kubah tersebut. Ibn Khallikan juga menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam untuk selanjutnya menuju Irak, ketika melintasi daerah Irbil, beliau mendapati Malik Muzhaffaruddin , raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karenanya al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “At-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An- Nadzir”. Karya ini kemudian beliau hadiahkan kepada Raja Al-Muzhaffar. Perayaan itu dilaksanakan 2 kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 8 Rabiul Awal dan 12 Rabiul Awal, karena perbedaan pendapat ulama dalam Maulid Nabi. Di Indonesia, terutama dipesantren, para kyai dulunya hanya membacakan syi ’ir dan sajak-sajak itu, tanpa diisi dengan ceramah. Namun kemudian ada muncul ide untuk memanfaatkan momentum tradisi maulid Nabi SAW yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan pengajaran Islam.Akhirnya ceramah maulid menjadi salah satu inti acara yang harus ada, demikian juga atraksi murid pesantren. Bahkan sebagian organisasi Islam telah mencoba memanfaatkan momentum itu tidak sebatas seremoni dan haflah belaka, tetapi juga untuk melakukan amal-amal kebajikan seperti bakti sosial, santunan kepada fakir miskin, pameran produk Islam, pentas seni dan kegiatan lain yang lebih menyentuh persoalan masyarakat. Sekalipun dalam dua pendapat ini menyatakan bahwa perayaan Maulid Nabi mulai dilakukan pada permulaan abad ke 4 H dan tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, para sahabat dan generasi Salaf. Namun demikian tidak berarti hukum perayaan Maulid Nabi dilarang atau sesuatu yang haram. Karena segala sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah atau tidak pernah dilakukan oleh para sahabatnya belum tentu bertentangan dengan ajaran Rasulullah sendiri sebagaimana yang akan kami terangkan secara detail nanti pada Pembahasan hukum merayakan Maulid Nabi.

DALIL-DALIL PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

Banyak dalil yang bisa kita jadikan sebagai dasar diperbolehkannya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Diantara dalil-dalil yang bisa kita jadikan sebagai dasar diperbolehkannya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah:

1. Firman Allah SWT:

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ
Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ’” (QS.Yunus:58).

Jadi, Allah SWT menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya, sedangkan Nabi SAW merupakan rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut dalam Al-Quran, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107). Dalam sebuah hadist disebutkan:

وذكر السهيلي أن العباس بن عبد المطلب رضي الله عنه قال : لما مات أبو لهب رأيته في منامي بعد حول في شر حال فقال ما لقيت بعدكم راحة الا أن العذاب يخفف عني كل يوم اثنين قال وذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد يوم الإثنين وكانت ثويبة بشرت أبا لهب بمولده فاعتقها .
As-Suhaeli telah menyebutkan” bahawa Abbas bin Abdul mutholibmelihat abu lahab dalam mimpinya,dan Abbas bertanya padanya,”Bagaimana keadaanmu? Abu lahab menjawab, di neraka, cuma setiap senin siksaku diringankan karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw.”(shahih bukhari hadits no.4813, sunan Baihaqi al-kubra hadits no.13701, syi’bul Iman no.281, fathul Baari al-Masyhur juz 11 hal431)

Peringatan Maulid Nabi SAW adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya. Sebagai tanda suka cita. Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba. Demikianlah rahmat Allah terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun. Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati, karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi, bagaimanakah kiranya anugerah Allah bagi umatnya, yang iman selalu ada di hatinya?

2. Beliau sendiri mengagungkan hari kelahirannya dan bersyukur kepada Allah pada hari itu atas nikmatNya yang terbesar kepadanya. Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setia hari Senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ: ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﺻَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺈِﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻓَﻘَﺎﻝَ” :ﻓِﻴْﻪِ ﻭُﻟِﺪْﺕُ ﻭَﻓِﻴْﻪِ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻋَﻠَﻲَّ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku. ” (H.R. Muslim)

3. Firman Allah :

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ
Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu.. (Hud :120)” 

Dari ayat ini nyatalah bahwa hikmah dikisahkannya para rasul adalah untuk meneguhkan hati Nabi. Tidak diragukan lagi bahwa saat ini kita pun butuh untuk meneguhkan hati kita dengan berita-berita tentang beliau, lebih dari kebutuhan beliau akan kisah para nabi sebelumnya

4. Peringatan Maulid Nabi SAW mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.  الأحزاب
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman,bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

Apa saja yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang dituntut oleh syara’, berarti hal itu juga dituntut oleh syara’. Berapa banyak manfaat dan anugerah yang diperoleh dengan membacakan salam kepadanya

5. Peringatan Maulid Nabi masuk dalam anjuran hadits nabi untuk membuat sesuatu yang baru yang baik dan tidak menyalahi syari ‘at Islam. Rasulullah bersabda:

ﻣَﻦْ ﺳَﻦَّ ﻓﻲِ ﺍْﻹِﺳْـﻼَﻡِ ﺳُﻨَّﺔً ﺣَﺴَﻨـَﺔً ﻓَﻠَﻪُ ﺃَﺟْﺮُﻫَﺎ ﻭَﺃَﺟْﺮُ ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺑِﻬَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻩُ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻘُﺺَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮْﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻰْﺀٌ (ﺭﻭﺍﻩﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ )
Barang siapa yang memulai (merintis) dalam Islam sebua perkara baik maka ia akan mendapatkan pahala dari perbuatan baiknya tersebut, dan ia juga mendapatkan pahala dari orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa berkurang pahala mereka sedikitpun “. (HR.Muslim dalam kitab Shahihnya).

Hadits ini memberikan keleluasaan kepada ulama ummat Nabi Muhammad untuk merintis perkara-perkara baru yang baik yang tidak bertentangan dengan al-Qur ‘an, Sunnah, Atsar maupun Ijma’.

Peringatan maulid Nabi adalah perkara baru yang baik dan sama sekali tidak menyalahi satu- pun di antara dalil-dalil tersebut. Dengan demikian berarti hukumnya boleh, bahkan salah satu jalan untuk mendapatkan pahala. Jika ada orang yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi, berarti telah mempersempit keleluasaan yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang belum pernah ada pada masa Nabi.

6. Dalam peringatan Maulid disebut tentang kelahiran beliau, mukjizat-mukjizatnya, sirahnya, dan pengenalan tentang pribadi beliau. Bukankah kita diperintahkan untuk mengenalnya serta dituntut untuk meneladaninya, mengikuti perbuatannya, dan mengimani mukjizatnya. Kitab-kitab Maulid menyampaikan semuanya dengan lengkap.

7. Peringatan Maulid merupakan ungkapan membalas jasa beliau dengan menunaikan sebagian kewajiban kita kepada beliau dengan menjelaskan sifat-sifatnya yang sempurna dan akhlaqnya yang utama.Dulu, di masa Nabi, para penyair datang kepada beliau melantunkan qashidah-qashidah yang memujinya. Nabi ridha (senang) dengan apa yang mereka lakukan dan memberikan balasan kepada mereka dengan kebaikan-kebaikan. Jika beliau ridha dengan orang yang memujinya, bagaimana beliau tidak ridha dengan orang yang mengumpulkan keterangan tentang perangai-perangai beliau yang mulia. Hal itu juga mendekatkan diri kita kepada beliau, yakni dengan manarik kecintaannya dan keridhaannya.

8. Mengenal perangai beliau, mukjizat-mukjizatnya, dan irhash-nya (kejadian-kejadian luar biasa yang Allah berikan pada diri seorang rasul sebelum diangkat menjadi rasul), menimbulkan iman yang sempurna kepadanya dan menambah kecintaan terhadapnya.Manusia itu diciptakan menyukai hal-hal yang indah, balk fisik (tubuh) maupun akhlaq, ilmu maupun amal, keadaan maupun keyakinan. Dalam hal ini tidak ada yang lebih indah, lebih sempurna, dan lebih utama dibandingkan akhlaq dan perangai Nabi. Menambah kecintaan dan menyempurnakan iman adalah dua hal yang dituntut oleh syara’. Maka, apa saja yang memunculkannya juga merupakan tuntutan agama.

9. Mengagungkan Nabi SAW itu disyariatkan. Dan bahagia dengan hari kelahiran beliau dengan menampakkan kegembiraan, membuat jamuan, berkumpul untuk mengingat beliau, serta memuliakan orang-orang fakir, adalah tampilan pengagungan, kegembiraan, dan rasa syukur yang paling nyata.

10. Dalam ucapan Nabi SAW tentang keutamaan hari Jum’at, disebutkan bahwa salah satu di antaranya adalah, “Pada hari itu Adam diciptakan:” Hal itu menunjukkan dimuliakannya waktu ketika seorang nabi dilahirkan. Maka bagaimana dengan hari di lahirkannya nabi yang paling utama dan rasul yang paling mulla?

11. Peringatan Maulid adalah perkara yang dipandang bagus oleh para ulama dan kaum muslimin di semua negeri dan telah dilakukan di semua tempat. Karena itu, ia dituntut oleh syara’, berdasarkan qaidah yang diambil dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud, “Apa yang dipandang balk oleh kaum muslimin, ia pun balk di sisi Allah; dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin, ia pun buruk di sisi Allah.”

12. Dalam peringatan Maulid tercakup berkumpulnya umat, dzikir, sedekah, dan pengagungan kepada Nabi SAW. Semua itu hal-hal yang dituntut oleh syara’ dan terpuji.

13. Tidak semua yang tidak pernah dilakukan para salaf dan tidak ada di awal Islam berarti bid’ah yang munkar dan buruk, yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk ditentang. Melainkan apa yang “baru” itu (yang belum pernah dilakukan) harus dinilai berdasarkan dalii-dalil syara’.

14. Tidak semua bid’ah itu diharamkan. Jika haram, niscaya haramlah pengumpulan Al-Quran, yang dilakukan Abu Bakar, Umar, dan Zaid, dan penulisannya di mushaf-mushaf karena khawatir hilang dengan wafatnya para sahabat yang hafal Al-Quran. Haram pula apa yang dilakukan Umar ketika mengumpulkan orang untuk mengikuti seorang imam ketika melakukan shalat Tarawih, padahal ia mengatakan, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini.” Banyak lagi perbuatan baik yang sangat dibutuhkan umat akan dikatakan bid’ah yang haram apabila semua bid’ah itu diharamkan.

15. Peringatan Maulid Nabi, meskipun tidak ada di zaman Rasulullah SAW, sehingga merupakan bid’ah, adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang balk), karena ia tercakup di dalam dalil-dalil syara’ dan kaidah-kaidah kulliyyah (yang bersifat global).Jadi, peringatan Maulid itu bid’ah jika kita hanya memandang bentuknya, bukan perinaan-perinaan amalan yang terdapat di dalamnya (sebagaimana terdapat dalam dalil kedua belas), karena amalan-amalan itu juga ada di masa Nabi.

16. Semua yang tidak ada pada awal masa Islam dalam bentuknya tetapi perincian-perincian amalnya ada, juga dituntut oleh syara’. Karena, apa yang tersusun dari hal-hal yang berasal dari syara’, pun dituntut oleh syara’.

17. Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Apa-apa yang baru (yang belum ada atau dilakukan di masa Nabi SAW) dan bertentangan dengan Kitabullah, sunnah, ijmak, atau sumber lain yang dijadikan pegangan, adalah bid’ah yang sesat. Adapun suatu kebaikan yang baru dan tidak bertentangan dengan yang tersebut itu, adalah terpuji

18. Setiap kebaikan yang tercakup dalam dalil-dalil syar’i dan tidak dimaksudkan untuk menyalahi syariat dan tidak pula mengandung suatu kemunkaran,itu termasuk ajaran agama.

19. Memperingati Maulid Nabi SAW berarti menghidupkan ingatan (kenangan) tentang Rasulullah, dan itu menurut kita disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana yang Anda lihat, sebagian besar amaliah haji pun menghidupkan ingatan tentang peristiwa-peristiwa terpuji yang telah lalu.

20. Semua yang disebutkan sebelumnya tentang dibolehkannya secara syariat peringatan Maulid Nabi SAW hanyalah pada peringatan-peringatan yang tidak disertai perbuatan-perbuatan munkar yang tercela, yang wajib ditentang. Adapun jika peringatan Maulid mengandung hal-hal yang disertai sesuatu yang wajib diingkari, seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan, dilakukannya perbuatan perbuatan yang terlarang, dan banyaknya pemborosan dan perbuatan-perbuatan lain yang tidak diridhai Shahibul Maulid, tak diragukan lagi bahwa itu diharamkan. Tetapi keharamannya itu bukan pada peringatan Maulidnya itu sendiri, melainkan pada hal-hal yang terlarang tersebut.


Demikian sejarah dan dalil dari peringatan maulid Nabi Muhammad Shollalahu 'Alaihi Wa Sallam, semoga dapat bermanfaat dan kita semua kelak mendapat syafaat dari beliau. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Ijazah Amalan Mimpi Bertemu Rasulullah dari Abah Guru Sekumpul berupa Sholawat Durril Azhar

By On Oktober 02, 2021

IJAZAH AMALAN MIMPI BERTEMU RASULULLAH DARI ABAH GURU SEKUMPUL || SHOLAWAT DURRIL AZHAR


Bagi Abah Guru Sekumpul, kalau sampai ada umat Islam sudah umur 40 tahun tapi belum bertemu Rasulullah, maka itu sangat disayangkan, karena ada amalan yang bisa dijalani dengan istiqomah.

Abah Guru Sekumpul memberikan ijazah kepada semua umat Islam untuk bisa mimpi bertemu Rasulullah.

Abah Guru Sekumpul mengajarkan amalan itu dengan membaca shalawat Durril Azhar.


*اللهم صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الدُّرِّ الْأَزْهَرِ وَ الْيَاقُوْتِ الْأَحْمَرِ وَ النُّوْرِ الْأَظْهَرِ وَ سِرِّ اللهِ الْأَكْبَرِ*


Allaahumma Sholli wa Sallim ‘ala Sayyidina Muhammadinid Durril Azhar wal Yaaquutil Ahmar, wan Nuuril Adzhhar wa Sirrillaahil Akbar

Artinya: “Wahai Allah, limpahkanlah sholawat serta pujian selamat kepada junjungan kami Muhammad Sang Mutiara yang kerkilauan, sang permata yaquth merah, sang cahaya yang nampak (terang benderang), & wujud rahasia keluhuran Allah yang terbesar.”

“Jangan lebih, jangan kurang dari 15x membacanya. Waktunya di saat rebahan hendak tidur. Walaupun tanpa wudlu, saat junub juga, ketika sudah tidur, maka datanglah Rasulullah SAW. Kata guru saya, tidak lebih dari seminggu, akan dimimpikan Allah SWT untuk bertemu dengan Rasulullah," ujar Abah Guru Sekumpul.


Bagi Sabahat yang hendak mengamalkan amalan sholawat Durril Azhar ini silahkan komentar QOBILTU dibagian kolom komentar dibawah ini yaa... Caranya silahkan tekan tombol Show Comments dibawah ini, kemudian tuliskan QOBILTU, kemudian tekan tombol Publikasikan dibawahnya.


Boleh di share kepada orang lain, semoga bermanfaat, semoga menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw. diakui sebagai ummatnya dan kelak mendapat syafaatnya, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin


Tirakat Orang Tua Agar Anak Menjadi Hebat Bermartabat

By On September 28, 2021

TIRAKAT ORANG TUA AGAR ANAK MENJADI HEBAT BERMARTABAT

Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, berikut ini adalah pesan ulama-ulama sepuh dulu, kalau mau punya anak yang Hebat dan Berkah, orang tua terutama ibunya harus mau tirakat, berikut anjuran nirakati anak;

1. Bacakan Sholawat 313x tiap hari/malam dan pahalanya dihadiahkan kepada Anak. (ijazah Habib Lutfi bin Yahya)

2. Puasai hari kelahiran anak. Orang tua hendaknya mempuasai hari kelahiran anaknya walaupun hanya sebulan sekali.

3. Menjaga lisan, artinya orang tua selain menjaga lisan kepada anaknya, juga jangan sampai orang tua meng-ghibah, mencaci atau menghina orang lain, terlebih guru anaknya, walaupun guru itu dihadapan manusia terlihat orang biasa.

4. Setiap sang ibu mencuci beras yang akan dimakan anaknya, hendaknya beras itu dibacakan Bismillah 21 kali dan Shalawat 11 kali. (ijazah Nyai Nadifah)

5. Baca doa dibawah ini 3x bakda Sholat 5 waktu (Ijazah KH. Moh. Zuhri Zaini)
ربنا هب لنا من ازوجنا وذريتنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما





Semoga kita semuanya mempunyai anak keturunan yang hebat dan berkah Dunia Akhirat. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Aplikasi Al-Qur'an Metode Ummi || Belajar Membaca dan Menghafal Al-Qur'an Praktis, Mudah, Menyenangkan dan Menyentuh Hati

By On September 24, 2021

APLIKASI AL-QUR'AN METODE UMMI || BELAJAR MEMBACA DAN MENGHAFAL AL-QUR'AN PRAKTIS, MUDAH, MENYENANGKAN DAN MENYENTUH HATI

Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, berikut ini adalah aplikasi yang kami sarankan untuk didownload dan di instal di hape android temen-temen, dua aplikasi ini sangat bagus untuk membantu anak-anak belajar membaca maupun menghafal Al-Qur'an dengan menggunakan metode ummi, namun perlu diingat bahwa aplikasi ini sifatnya cuma membantu saja, untuk belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an tetap membutuhkan guru atau ustadz/zah yang kompeten dengan tatap muka langsung agar lebih jelas anak-anak menyimak dan melihat langsung cara membaca dan melafalkannya.



Berikut ini dua aplikasi yang kami anjurkan untuk temen-temen download dan intal di hape temen-temen untuk membantu anak-anak kita belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan Metode Ummi :

1. SANTRI UMMI 
Aplikasi santri ummi ini sangat bagus untuk membantu anak belajar membaca perjilid dan menghafal Al-Qur'an metode ummi, dengan aplikasi ini anak-anak bisa murajaah sendiri jilid perjilid dan juga hafalan mereka dirumah. Silahkan didownload dan diinstal, ini link aplikaisnya
👇

2. MUROTTAL METODE UMMI JUZ 30 
Aplikasi Murottal Metode Ummi Juz 30 ini sangat bagus bagi anak-anak yang ingin menambah atau memurojaah hafalan mereka khususnya pada juz amma atau juz 30, Murottal ini menggunakan lagu metode ummi. Silahkan didownload dan diinstal dihape temen-temen, ini link aplikaisnya
👇





Semoga Bermanfaat, Aamiin

6 Perkara untuk Menjadi Wanita Hebat Dunia dan Akhirat

By On September 10, 2021

6 PERKARA UNTUK MENJADI WANITA HEBAT DUNIA DAN AKHIRAT

بِسْـــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞


1. ALIMAH - Wanita yang berilmu dengan menjaga taklim/ belajar secara istiqamah. Belajar adalah perintah Allah, ia juga merupakan roh kepada agama dan adalah salah satu pintu gerbang masuknya agama ke dalam rumah.


2. ZAHIDAH - Wanita yang hidupnya sederhana. Dengan hidup sederhana hisab akan mudah dan ringan. 

Maksud hidup sederhana adalah dari pakaian, makanan, perabotan rumah, penampilan.


3. ABIDAH - Wanita yang menjaga solat di awal waktu, zikir pagi dan petang.

Semua kerja rumah selalu diiringi dengan zikir, istiqamah baca Al Quran, solat sunat, puasa wajib dan puasa sunat.


4. MURABIYYAH - Sebagai guru yang mendidik anak anak secara islam sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Anak merupakan amanah dari Allah jadi ibu harus mengajarkan adab, badan, pakaian dan makanannya. Kenalkan agama kpd anak anak, latih supaya takut hanya pada Allah, tanamkan pada anak anak cinta pada Allah, RasulNya dan saudara, dan lain lain.


5. KHADDIMAH - Selalu berkhidmat untuk suami dan anak anak dalam setiap menunaikan keperluan mereka serta tamu yg dtg ke rumah dengan ikhlas semata mata karna Allah.


6. DA'IYAH - Mengajak manusia untuk selalu taat kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW dengan tanam iman yakin kepada akhirat.


Semoga kita semua, keluarga kita, saudara-saudara kita, anak keturunan kita semuanya tergolong orang-orang pilihan yang senantiasa mendapat rahmat dan ridlo Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Tujuh (7) Tanda Ilmu yang Bermanfaat

By On Agustus 26, 2021

TUJUH (7) TANDA ILMU YANG BERMANFAAT


Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat adalah dambaan setiap kita, namun tidak semua orang mendapatkannya, berikut ini adalah tujuh tanda ilmu yang bermanfaat. Semoga kita semua mendapatkan banyak ilmu yang barokah dan bermanfaat. Aamiin


1. Yang menambah rasa takut pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

2. Yang membuka mata hatimu pada keaiban/kekurangan dirimu sendiri.

3. Yang menambah kualitas ibadahmu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

4. Yang mengurangi cintamu pada dunia.

5. Yang menambah cintamu pada akhirat.

6. Yang memperlihatkan padamu hal-hal yang bisa merusakkan amal kebaikanmu.

7. Yang menjelaskan padamu akan tipu daya syaitan dan segala muslihatnya agar dapat kau jauhi.


Sumber:

Kitab Bidayah Al-Hidayah karangan Imam Al-Ghazali

Penyebab Hati yang Mati dan Tanda-tanda Hati Kotor

By On Agustus 23, 2021

PENYEBAB HATI YANG MATI DAN TANDA-TANDA HATI KOTOR


Sahabat, menurut Imam Al-Ghazali hati terbagi menjadi 3 macam :


1. Hati Sehat Dan Bercahaya, (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Beriman, Ikhlas dan Penuh Cinta)


2. Hati Sakit (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Jengkel, Dongkol, Dendam, Su'udzon, Marah, Suka Menghasut, Suka Menggunjing)


3. Hati Mati (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Ingkar dan Durhaka Kepada Allah, Rasulullah, Kedua Orang Tua, Kepada Ulama' dan Guru).



PENYEBAB HATI YANG MATI


Imam Al-Ghazali Berkata Penyebab Hati Menjadi Mati :

1.Ingkar Kepada Allah, Rasulullah dan Para Ulama

2. Prasangka Buruk

3. Menggunjing

4. Memfitnah

5. Malas Ibadah

6. Memakan Makanan Yang Haram

7. Terlalu Cinta Dunia

8. Tidak Ikhlas

9. Marah Dan Dendam

10. Kurang Bersyukur


TANDA-TANDA HATI KOTOR 

Tanda-tanda hati itu kotor adalah:

1. Gelisah Walaupun Tidak Ada Masalah

2. Bangga Terhadap Diri Sendiri

3. Angkuh Memandang Hina Orang Lain

4. Sombong dan Congkak

5. Mencari Aib Orang dan Menyebarkannya

6. Suka Mengumpat

7. Gembira dengan Penderitaan Orang Lain

8. Tidak Menjaga Lisan

9. Sinis Dengan Orang Lain

10. Bersikap Alim Untuk Di Puji

11. Menyampaikan Ilmu Dengan Riya'

12. Menganggap Diri Lebih Hebat Dari Pada Orang Lain

13. Berpakaian Indah Untuk Dipuji

14. Durhaka Pada Orang Tua

15. Bermanis Muka

16. Semena-Mena

17. Sholat Yang Tidak Bisa Khusyuk

18. Kagum Terhadap Diri Sendiri

19. Selalu Mencari Salah Orang

20. Cinta Kepada Duniawi dan Materialistik

21. Mudah Bersangka Buruk Terhadap Orang

22. Membesarkan Hal Yang Remeh Temeh

23. Suka Bergosip dan Menabur Fitnah


Pepatah mengatakan:

Kuman di Seberang Lautan Tampak, Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak.

Setitik Aib Orang Lain Segera Nampak, Segudang Aib Sendiri Sulit di Temukan.


"Yaa Allah, Terangilah Hati Kami Ini Dalam Keridhaan Yang Selalu Tertuju Pada Cinta Yang Abadi Dalam Penghambaan Kami Kepada-Mu."


Semoga Bermanfaat, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Peristiwa-peristiwa Dahsyat yang Terjadi pada Hari Asyuro Tanggal 10 Muharram

By On Agustus 20, 2021

PERISTIWA-PERISTIWA DAHSYAT YANG TERJADI PADA HARI ASYURO TANGGAL 10 MUHARRAM


Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, memasuki tanggal 10 Muharram atau yang disebut juga dengan hari asyuro. Pada hari tanggal 10 Muharram ini banyak peristiwa-peristiwa dahsyat yang pernah terjadi pada tanggal tersebut:



فإنه اليوم الذي تاب الله فيه على آدم فأصبح صفيا، 

1. Di terima taubat nya Nabi Adam as.


ورفع فيه إدريس مكانا عليا، 

2. Di angkat nya Nabi Idris as. ke langit yang kedua.


وأخرج نوحا من السفينة,

3. Di keluarkan Nabi Nuh as. dari kapal.


ونجى إبراهيم من النار، 

4. Di selamatkan Nabi Ibrahim as. dari kobaran api.


وأنزل الله فيه التوراة على موسى، 

5. Di turunkan Taurat kepada Nabi Musa as.


وأخرج فيه يوسف من السجن، 

6. Di keluarkan Nabi Yusuf as. dari penjara.


ورد فيه على يعقوب بصره، 

7. Di kembalikan penglihatan Nabi Ya'kub as.


وفيه كشف الضر عن أيوب، 

8. Di bukankan penderitaan Nabi Ya'kub as.


وفيه أخرج يونس من بطن الحوت، 

9. Di keluarkan Nabi Yunus as. dari perut ikan.


وفيه فلق البحر لبني إسرائيل، 

10. Terbelahnya laut untuk Bani Israil.


وفيه غفر لداود ذنبه،

11. Pengampunan dosa untuk Nabi Daud as. 


وفيه أعطى الله الملك لسليمان، 

12. Di beri kerajaan untuk Nabi Sulaiman as.


وفي هذا اليوم غفر لمحمد - صلى الله عليه وسلم - ما تقدم من ذنبه وما تأخر،

13. Di beri keampunan dosa yang telah lalu dan akan datang untuk Nabi Muhammad ﷺ.


وهو أول يوم خلق الله فيه الدنيا.

14. Hari Pertama Penciptaan Dunia adalah 10 muharram.


وأول يوم نزل فيه المطر من السماء يوم عاشوراء، 

15. Hari Pertama Turunnya Hujan dari Langit adalah 10 muharram.


وأول رحمة نزلت إلى الأرض يوم عاشوراء.

16. Hari Pertama Turunnya Rahmat adalah Muharram.


وهو اليوم الذي خلق الله فيه العرش، واللوح، والقلم.

17. Dan 10 Muharram adalah hari penciptaan Arsy, Lauh, dan Qalam.


وهو اليوم الذي خلق الله فيه جبريل، ورفع فيه عيسى.

18. Dan 10 muharram juga Allah taala menciptakan Jibril, dan di angkat nya Nabi Isa as. ke langit.


Di kutip dari kitab I'anatut Thalibin


Semoga Bermanfaat, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Doa Agar Dunia Mengejarmu Tanpa Kau Mengejarnya

By On Agustus 19, 2021

DOA AGAR DUNIA MENGEJARMU TANPA KAU MENGEJARNYA


Diriwayatkan bahwa seorang Sahabat mengeluh kepada Rasulullah saw.:


"Ya Rasulallah, kenapa dunia se-olah² tidak menginginkanku. Semua usahaku bangkrut, peternakan dan pertanianku pun selalu gagal panen."


Sambil tersenyum Nabi Muhammad saw. mengajarkan tentang tasbihnya para Malaikat serta tasbihnya penghuni alam semesta yaitu kalimat:


ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ

Subhanalloh Wa Bihamdihi Subhanallohil 'Adziim, Astaghfirulloh


Bacalah 100 kali sebelum terbit Fajar, Maka dunia akan memohon kepada Allãh  agar engkau miliki (mengejarmu tanpa kau mengejarnya).


Selang beberapa bulan kemudian, sahabat tadi kembali lagi dan bercerita:


"Ya Rasulallah sekarang aku bingung dengan hartaku kemana harus aku letakkan hasil usaha dan peternakanku karena saking banyaknya."


- Kitab ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﻔﺮﺝ oleh Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasany.


Silahkan tekan Show Comments  dan Tulis QOBILTU pada kolom komentar serta tekan Publikasikan kemudian amalkan doa dzikir tersebut. Semoga bermanfaat dan tercatat sebagai amal Sholih yang diterima oleh Allah SWT. Ãmīn Ya Robbal 'Alamiin




Santuan Anak Yatim Hari Asyuro dan Keutamaannya

By On Agustus 18, 2021

SANTUNAN ANAK YATIM HARI ASYURO DAN KEUTAMAANNYA


Sahabat Al Amin Center, Syukur alhamdulillah acara santunan anak yatim berjalan lancar dan sukses pada malam asyuro tanggal 10 Muharram 1443H. Kegiatan ini merupakan program rutinan kami setiap bulan muharram, semoga kedepan Yayasan Al Amin Center Bangkalan bisa mengadakan acara semacam ini bukan hanya dibulan muharram akan tetapi juga pada hari dan bulan bulan lainya.

Acara ini dimulai dengan pembacaan sholawat nabi oleh Jam'iyah Hadrah Al Amin Center, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua Yayasan Al Amin Center Bangkalan, kemudian Istighosah dan Do'a bersama selanjutnya di tutup dengan acara inti yaitu pemberian santunan oleh para dermawan. Semoga tercatat sebagai amal sholeh yang terima oleh Allah SWT. Aamiin.


Siapa sih anak yatim itu? Anak yatim diartikan sebagai anak yang ditinggal wafat oleh ayahnya dan dia belum mencapai akil baligh (dewasa). Ia belum bisa pula memenuhi kebutuhan serta menjamin masa depannya. Sedangkan yang disebut sebagai anak yatim piatu adalah anak yang ditinggal wafat oleh ayah dan ibunya. Islam sangat memuliakan anak yatim, Allah SWT. melalui firman-Nya seringkali mengingatkan hamba-Nya agar mengasihi anak yatim, terdapat 23 kali anak yatim disebutkan di dalam Al-Qur'an. Lalu, apa saja sih keutamaan-keutamaan menyantuni anak yatim yang bisa kita peroleh? yuk baca berikut ini adalah keutamaan menyantuni anak yatim.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

“Dalam satu hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa jarak Rasulullah SAW dengan orang yang menyantuni anak yatim seperti jari telunjuk dan jari tengah-Nya..”

1. Dijamin Masuk Surga
Siapa sih yang tak mau masuk surga? pasti semuanya mau, tak mungkin ada yang nggak mau masuk surga. Tujuan hidup kita di dunia ini adalah untuk mempersiapkan bekal agar bisa meraih Jannah-Nya. Rasul menjanjikan hal ini dalam salah satu haditsnya. Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

2. Mendapatkan pertolongan dari Allah
Ketika mengalami kesulitan kalian berharap seseorang menolong kalian, bukan? Dengan menyantuni anak yatim menjadikan kita akan mendapatkan pertolongan langsung dari Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “….Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).

3. Terhindar dari Siksaan
Taukah kalian siksaan di akhirat begitu pedih dan menyakitkan, tak sama seperti di dunia. Tentu kalian berdoa agar tidak mendapatkan siksaan tersebut. Dengan menjaga dan menyantuni anak yatim dapat menghindarkan kita dari siksa di hari akhir. Rasululllah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR.Thabrani dari Abu Hurairah)

4. Dekat dengan Rasulullah
Siapa sih yang tidak rindu berjumpa dengan Rasulullah? Pasti semuanya rindu sekali dengan Rasulullah, ingin berjumpa dan bertemu langsung dengan beliau. MasyaAllah begitu mulianya keutamaan menyantuni anak yatim hingga islam menjanjikan balasan yang istimewa, dekat dengan Rasul di surga. “Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). MasyaAllah bangetkan sedekat apa, kita membayangkannya saja sudah berlinang air mata dan berfikir mustahil bagi kita dekan dengan Rasulullah.

5. Diberi Gelar Abror (Taat kepada Allah)
MasyaAllah selain poin 1-4, diberi gelar abror. Bayangkan jika diberikan gelar oleh manusia saja adalah salah satu kehormatan bagi kita. Namun, bagaimana jika mendapat gelar dari Allah SWT?
“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslim, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas). Semoga kita termasuk dalam golongan yang diberi gelar tersebut. Aamiin

6. Berinvestasi Amal Untuk Akherat
Nih, ada pepatah mengatakan, “apa yang kita tanam akan kita tuai”. Apa yang kita lakukan di dunia akan mendapatkan balasan di hari akhir nanti. Manfaat menyantuni anak yatim seperti berinvestasi amal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR.Muslim Abu Hurairah).

7. Terhindar dari Cap Pendusta Agama
Seseorang yang menghardik anak yatim oleh Al Qur’an disebut dengan pendusta agama. Jangan sampai kita mendapatkan cap tersebut ya kawan. Naudzubillahimindzalik. “Tahukah kamu individu yang mendustakan agama, itulah individu yang menghardik anak yatim, dan tiadk menganjurkan memberi makan kepada anak miskin.” (QS Al Ma’un, ayat 1-3).

8. Dilembutkan Hatinya
Ada orang yang begitu keras hatinya, sulit menerima nasehat, tidak mau menerima kebaikan. Rasulullah SAW menganjurkan agar orang tersebut menyantuni anak yatim: “Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi Muhammad tentang kerasnya hati. Nabi menjawab: Silahkan beri makan orang miskin dan usap kepada anak yatim,” (Ibnu Hajar Al-Asqalani).

9. Mendapatkan Pahala
Tak hanya mendapatkan balasan untuk diri sendiri, keutamaan menyantuni anak yatim juga bermanfaat untuk orang lain, yaitu ketika kita mengerjakannya dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah SWT. “Siapa saja yang menyeru pada kebaikan, maka baginya pahala yang sama dengan orang yang mengerjakannya,” (HR.Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).

10. Mendapatkan Banyak Kebaikan
Dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairoh r.a, dijelaskan bahwa ketika itu ada yang datang kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian beliau bersabda: “Barang siapa mengusap kepala anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan.” 


Demikian keutamaan-keutamaan menyantuni anak yatim. Semoga Bermanfaat, Aamiin .


12 Golongan Orang yang didoakan Malaikat

By On Agustus 12, 2021

12 GOLONGAN ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT


Sahabat Berikut ini adalah Golongan-golongan yang didoakan Oleh Malaikat, semoga kita termasuk dari golongan ini.

1. Orang Yang Sedang Duduk Menunggu Waktu Sholat

"Tidaklah Salah Seorang Di Antara Kalian Yang Duduk Menunggu Sholat, Selama Ia Berada Dalam Keadaan Suci, Kecuali Para Malaikat Akan MendoakanNya ; Ya Allah, Ampunilah Ia. Ya Allah Sayangilah Ia."

[HR. Imam Muslim Dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469]


2. Orang-orang yang Berada Di Shaf Barisan Depan Di Dalam Sholat Berjamaah

"SesungguhNya Allah Dan Para Malaikat-Nya Bershalawat Kepada (Orang - Orang) Yang Berada Pada Shaf-shaf Terdepan."

[HR. Imam Abu Dawud Dan Ibnu Khuzaimah Dari Barra' Bin 'Azib]


3. Orang Yang Menyambung Shaf Sholat Berjamaah (Tidak Membiarkan Kosong Di Dalam Shaf)

"SesungguhNya Allah Dan Para Malaikat Selalu Bershalawat Kepada Orang-orang Yang Menyambung Shaf-shaf."

[HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Dan Al Hakim Meriwayatkan Dari Aisyah]


4. Para Malaikat Mengucapkan "AAMIIN" Ketika Seorang Imam Selesai Membaca Al-Fatihah

"Jika Seorang Imam Membaca ; Ghairil Maghdhuubi 'Alaihim Waladh-dhaalinn', maka Ucapkanlah Oleh Kalian "Aamiin", Karena Barangsiapa UcapanNya Itu Bertepatan Dengan Ucapan Malaikat, Maka Ia Akan Diampuni DosaNya Yang Masa Lalu."

[HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782]


5. Orang yang Duduk Di Tempat SholatNya Setelah Melakukan Sholat

"Para Malaikat Akan Selalu Bershalawat (Berdoa) Kepada Salah Satu Diantara Kalian Selama Ia Ada Di Dalam Tempat Sholat Di Mana Ia Melakukan Sholat, Selama Ia Belum Batal WudhuNya, (Para Malaikat) Berkata ; Ya Allah Ampunilah Dan Sayangilah Ia."

[HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106]


6. Orang-orang Yang Melakukan Sholat Shubuh Dan Ashar Secara Berjamaah

"Para Malaikat Berkumpul Pada Saat Sholat Shubuh Lalu Para Malaikat (Yang Menyertai Hamba) Pada Malam Hari (Yang Sudah Bertugas Malam Hari Hingga Shubuh) Naik (Ke Langit) Dan Malaikat Pada Siang Hari Tetap Tinggal. Kemudian Mereka Berkumpul Lagi Pada Waktu Sholat Ashar Dan Malaikat Yang Ditugaskan Pada Siang Hari (Hingga Sholat Ashar) Naik (Ke Langit) Sedangkan Malaikat Yang Bertugas Pada Malam Hari Tetap Tinggal, Lalu Allah Bertanya Kepada Mereka : "Bagaimana Kalian Meninggalkan HambaKu?" Mereka Menjawab : "Kami Datang Sedangkan Mereka Sedang Melakukan Sholat Dan Kami Tinggalkan Mereka Sedangkan Mereka Sedang Malakukan Sholat, Maka Ampunilah Mereka Pada Hari Kiamat."

[HR. Imam Ahmad Dari Abu Hurairah, Al Musnad No. 9140]


7. Orang Yang Mendoakan SaudaraNya Tanpa Sepengetahuan Orang Yang Didoakan

"Doa Sorang Muslim Untuk SaudaraNya Yang Dilakukan Tanpa Sepengetahuan Orang Yang DidoakanNya Adalah Doa Yang Akan Dikabulkan. Pada KepalaNya Ada Seorang Malaikat Yang Menjadi Wakil BagiNya, Setiap Kali Dia Berdoa Untuk SaudaraNya Dengan Sebuah Kebaikan, Maka Malaikat Tersebut Berkata : "Aamiin Dan Engkaupun Mendapatkan Apa Yang Ia Dapatkan."

[HR. Imam Muslim Dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733]


8. Orang Yang Berinfak

"Tidak Satu Hari Pun Dimana Pagi HariNya Seorang Hamba Ada PadaNya Kecuali 2 Malaikat Turun KepadaNya,

Salah Satu Diantara KeduaNya Berkata : "Ya Allah, Berikanlah Ganti Bagi Orang Yang Berinfak."

Dan LainNya Berkata : "Ya Allah, Hancurkanlah Harta Orang Orang Yang Pelit (Bakhil)."

[HR. Ima Bukhari Dan Imam Muslim Dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 Dari Shahih Muslim 1010]


9. Orang Yang Sedang Makan Sahur

"SesungguhNya Allah Dan Para MalaikatNya Bersholawat (Berdoa) Kepada Orang-orang Yang Sedang Makan sahur"

Insyaa Allah Termasuk Disaat Sahur Untuk Puasa "Sunnah"

[HR. Imam Ibnu Hibban Dan Imam Ath Thabrani, Dari Abdulah Bin Umar]


10. Orang Yang Sedang Menjenguk Orang Sakit

"Tidaklah Seorang Mukmin Menjenguk SaudaraNya Kecuali Allah Akan Mengutus Malaikat 70.000 Malaikat UntukNya Yang Akan Bersholawat KepadaNya Di Waktu Siang Kapan Saja Hingga Sore Dan Waktu Malam Kapan Saja Hingga Shubuh."

[HR. Imam Ahmad Dari 'Ali Bin Abi Thalib, Al Musnad 754]


11. Seseorang Yang Sedang Mengajarkan Kebaikan Kepada Orang Lain

"Keutamaan Seseorang Alim Atas Seseorang Ahli Ibadah Bagaikan KeutamaanKu Atas Seseorang Yang Paling Rendah Diantara Kalian, SesungguhNya Penghuni Langit Dan Bumi, Bahkan Semut Yang Di Dalam LubangNya Dan Bahkan Ikan, SemuaNya Bersholawat Kepada Orang Yang Mengajarkan Kebaikan Kepada Orang Lain."

[HR. Imam Tarmizi Dari Abu Ummah Al Bahily]


12. Orang Yang Tidur Dalam Keadaan Bersuci

"Barangsiapa Yang Tidur Dalam Keadaan Suci, Maka Malaikat Akan BersamaNya Di Dalam PakaianNya. Dia Tidak Akan Bangun Hingga Malaikat Berdoa ; Ya Allah, Ampunilah Hamba-Mu Si Fulan Karena Tidur Dalam Keadaan Suci."

[HR. Imam Ibnu Hibban Dari Abdullah Bin Umar]


Semoga Bermanfaat dan kita semua dapat mengamalkan amal-amal yang diterima oleh Allah SWT. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Amalan 10 Muharram dan Santunan Anak Yatim, Ini Dalilnya

By On Agustus 09, 2021

AMALAN 10 MUHARRAM DAN SANTUNAN ANAK YATIM, INI DALILNYA

Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, ketahuilah bahwa salah satu amalan yang dianjurkan pada tanggal 10 Muharram adalah menyantuni anak-anak yatim! Oleh karenanya tanggal ini sering disebut sebagai Lebaran Anak Yatim. Bertikut ini adalah dalil yang dijadikan dasar mengenai amalan berupa santuan anak yatim tersebut. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat untuk kita berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan berbagi untuk sesama. 

Santunan anak yatim pada tanggal 10 Muharram ini juga merupakan agenda kegiatan yang diprogramkan di Al Amin Center Bangkalan, insyaallah dalam acara santunan nanti didahului dengan kegiatan istighosah, sholawat nabi dan doa bersama. Semoga kedepan kegiatan semacam ini kami bisa dapat mengadakan bukan hanya pada bulan Muharram saja akan tetapi bisa juga pada hari atau bulan-bulan yang lain kita tetap bisa berbagi dan tentunya semoga senantiasa menjadi amal sholeh yang diterima oleh Allah SWT. Aamiin

Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

"Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharam, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan baragsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.").

Mengenai maksud “mengusap kepala anak yatim” dalam hadits di atas, sebagian ulama mengartikannya sebagai makna hakiki (mengusap kepala dengan tangan). Sebagian lainnya mengartikan sebagai makna kinayah (kiasan). Ibnu Hajar al-Haitami berpendapat:

والمراد من المسح في الحديث الثاني حقيقته كما بينه آخر الحديث وهو (من مسح رأس يتيم لم يمسحه إلا لله كان له بكل شعرة تمر عليها يده عشر حسنات ومن أحسن إلى يتيمة أو يتيم عنده كنت أنا وهو في الجنة كهاتين وقرن بين أصبعيه) . وخص الرأس بذلك لأن في المسح عليه تعظيما لصاحبه وشفقة عليه ومحبة له وجبرا لخاطره، وهذه كلها مع اليتيم تقتضي هذا الثوب الجزيل….

“Maksud dari 'mengusap' dalam hadits yang kedua adalah makna hakiki, sebagaimana diterangkan oleh hadits lain, yaitu “Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim semata-mata karena Allah, niscaya Allah memberikan 10 kebaikan pada setiap helai rambut yang diusapnya. Dan barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim, perempuan atau laki-laki, niscaya aku (Nabi Muhammad) akan bersamanya seperti ini (dua jari tangan); lalu Nabi berisyarah dengan dua jarinya”. Penyebutan kata ra’sun (kepala), karena mengusap kepala berarti menghargai, mengasihi, cinta kasih, dan mengayomi kebutuhannya. Jika semua itu dilakukan pada anak yatim, maka akan mendapatkan pahala yang sangat besar….” (al-Fatawa al-Haditsiyyah li-Ibni Hajar al-Haitami, 1/43)

Lebih lanjut mengenai amalan 10 Muharram dengan menyantuni anak yatim, Syeikh Abu Thayyib menyatakan:

قال الطيبي: مسح رأس اليتيم كناية عن الشفقة والتلطف إليه، ولما لم تكن الكناية منافية لإرادة الحقيقة لإمكان الجمع بينهما

“Abu Thayyib berkata: “Mengusap kepala anak yatim adalah sebuah kinayah tentang kasih sayang dan sikap lemah lembut (kepada anak yatim). Makna kinayah ini tidak bertentangan dengan makna hakiki, karena keduanya bisa dipadukan”.(Mirqatul Mafatih, 8/3115)

Dalam kitab Faidul Qadir disebutkan, menjamu anak yatim dan keluarganya pada tanggal 10 Muharram merupakan sunnah Nabi SAW. dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh.

Kasih sayang kepada anak yatim, tentu saja bukan hanya diwujudkan dengan belaian rambut belaka, tapi juga mengurus anak yatim secara baik dan memberi santunan untuk sandang, pangan, papan, dan pendidikannya. Maka, pemberian santunan bukan hanya dilakukan pada tanggal 10 Muharram saja, tapi juga pada hari dan bulan-bulan lainnya.

Tradisi Masyarakat dan Ulama

Menyantuni anak yatim pada 10 Muharam (Asyura) merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama. Al-Hafizh Ibnu al-Jauzi (508-597 H/1114-1201 M), seorang ahli hadits Madzhab Hanbali, menjelaskan kebiasaan para ulama pada hari Asyura:

فَوَائِدُ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ. اَلْفَائِدَةُ اْلأُوْلَى: يَنْبَغِيْ أَنْ تَغْسِلَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَقَدْ ذُكِرَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يَخْرِقُ فِيْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ زَمْزَمَ إِلىَ سَائِرِ الْمِيَاهِ، فَمَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَئِذٍ أَمِنَ مِنَ الْمَرَضِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ، وَهَذَا لَيْسَ بِحَدِيْثٍ، بَلْ يُرْوَى عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. اْلفَائِدَةُ الثَّانِيَةُ: الصَّدَقَةُ عَلىَ الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِيْنِ. اْلفَائِدَةُ الثَّالِثَةُ: أَنْ يَمْسَحَ رَأْسَ الْيَتِيْمِ. اَلْفَائِدَةُ الرَّابِعَةُ أَنْ يُفَطِّرَ صَائِمَا. اَلْفَائِدَةُ الْخَامِسَةُ أَنْ يُسْقِيَ الْمَاءَ. اَلْفَائِدَةُ السَّادِسَةُ أَنْ يَزُوْرَ اْلإِخْوَانَ. اَلْفَائِدَةُ السَّابِعَةُ: أَنْ يَعُوْدَ الْمَرِيْضَ. اَلْفَائِدَةُ الثَّامِنَةُ أَنْ يُكْرِمَ وَالِدَيْهِ وَيَبُرَّهُمَا. الْفَائِدَةُ التَّاسِعَةُ أَنْ يَكْظِمَ غَيْظَهُ. اَلْفَائِدَةُ الْعَاشِرَةُ أَنْ يَعْفُوَ عَمَّنْ ظَلَمَهُ. اَلْفَائِدَةُ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ: أَنْ يُكْثِرَ فِيْهِ مِنَ الصَّلاَةِ وَالدُّعَاءِ وَاْلاِسْتِغْفَارِ. اَلْفَائِدَةُ الثَّانِيَةَ عَشَرَةَ أَنْ يُكْثِرَ فِيْهِ مِنْ ذِكْرِ اللهِ. اَلْفَائِدَةُ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ أَنْ يُمِيْطَ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ. اَلْفَائِدَةُ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ أَنْ يُصَافِحَ إِخْوَانَهُ إِذَا لَقِيَهُمْ. اَلْفَائِدَةُ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ: أَنْ يُكْثِرَ فِيْهِ مِنْ قِرَاءَةِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ لِمَا رُوِيَ عَنْ عَلِيٍّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مَنْ قَرَأَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَلْفَ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ وَمَنْ نَظَرَ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا

Santunan Anak Yatim, Istighosah, sholawat nabi dan doa bersama di Al Amin Center Bangkalan

Sementara itu, selain menyantuni anak yatim, ada hal lain yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW ketika 10 Muharam. Apa saja?

1. Mandi bersih

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a., barangsiapa yang mandi pada Hari Asyura, akan dibebaskan dari segala penyakit selama setahun penuh.

2. Bersedekah kepada fakir miskin

Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya, dan orang mukmin akan bernaung di bawah bayang-bayang sedekahnya. (HR At-Thabrani).

3. Memperbanyak membaca surat Al Ikhlas

Pada 10 Muharam, And dianjurkan baca Surat Al Ikhlas seribu kali. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a.: Barangsiapa membaca surah al-Ikhlash 1000 kali pada hari Asyura, maka Allah akan “memandangnya”. Barangsiapa “dipandang” oleh Allah, maka Dia tidak akan mengazab selamanya.

4. Memperbanyak ibadah

Lakukan salat lima waktu dan sunnah. Berdoalah, istighfar, serta zikir kepada Allah.

5. Menjamu orang puasa

Berikan makanan dan minuman untuk orang yang berbuka puasa. Walau sederhana, Allah SWT menyukai hal ini.

6. Mengunjungi saudara seagama

Bersilaturahhim ke saudara atau menjenguk orang sakit. Atau berjabat tangan dengan orang yang dijumpai.

7. Menahan emosi

Jangan mudah marah kepada orang lain. Atau dengan memaafkan orang yang berbuat zalim.

Semoga Bermanfaat, Aamin

Do'a Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriyah serta Amalan pada Bulan Muharram

By On Agustus 08, 2021

DO'A AKHIR TAHUN DAN AWAL TAHUN HIJRIYAH SERTA AMALAN PADA BULAN MUHARRAM

Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriyah. Ada beberapa amalan yang dianjurkan terkait dengan tahun baru Hijriyah ini, kami mencoba menuliskan baik doa akhir tahun, doa awal tahun maupun amalan yang di anjurkan pada bulan pertama (Muharram) tahun Hijriyah.  Pada hari terakhir Dz. Hijjah (akhir Tahun) dan hari pertama Muharram (awal Tahun) disunnahkan berpuasa.

Doa Akhir Tahun dibaca setelah Ashar hari terakhir Dz Hijjah: 

بسم الله الرحمن الرحيم وصَلَّى اللهُ على سيّدِنا محمدٍ وعلى اله وصحبه وسلَّم، أللهمّ ما عِمِلْتُ من عَمَلٍ في السَّنةِ الماضِية ولَمْ تَرْضَهُ ونَسِيتُه ولم تنسَه وحَلُمْتَ عَنِّي مع قُدْرتِك على عُقوبَتِي ودَعَوْتَنِي الى التوبةِ بعد جَراءَتِي عليك. أللهمّ إني أستغفرك منه فاغفِرلي أللهمّ وما عمِلتُ من عملٍ تَرْضاه ووَعَدْتَني عليه الثّوَابَ والغفرانَ فَتَقبَّلْه منّي ولا تقطَعْ رجائِي منك ياكريمُ ياأرحمَ الراحمين وصلَّى الله على سيِّدنا محمّدٍ وعلى أله وصحبه وسلَّم.
Dibaca 3x.

Doa Awal Tahun (ba'da maghrib)
Sebelumnya membaca Ayat Kursi beserta بسم الله الرحمن الرحيم sebanyak  360x lalu berdoa:

أللهمّ يامُحَوِّلَ الأحْوال حَوِّل حالِي إلى أحسنِ الأحوال بحَوْلِك وقُوَّتِك يا عزيزُ يا متعال وصلّى الله على سيّدِنا محمدٍ وعلى أله وصحبه وسلم.
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله ربّ العالمين، أللهمّ صلّ على سيدنا محمدٍ صلاةً تَمْلأُ خَزَائِنَ اللهِ نورًا وتكونُ لنا وللمؤمنين فَرَجًا وفَرَحًا وسُرورًا وعلى أله وصحبه وسلَّم تسليمًا كثيرًا. أللهمّ أنتَ الأبَدِيُّ القديمُ الأوّلُ وعلى فضلِك العظيم وكريمِ جودِك العمِيمِ المُعَوَّل وهذا عامٌ جديدٌ قد أقْبَلَ أسألك العِصْمةَ فيه من الشيطان وأوليائِه والعون على هذه النفس الأمارة بالسُّوء والاشتغال بما يُقَرِّبُني إليك زُلْفَى يا ذاالجلال والإكرام وصلى الله على سيدنا محمدٍ وعلى أله وصحبه وسلم.

Doa dibaca sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram:

أللهمّ إنّكَ قَديمٌ وهٰذا عَامٌ جَديدٌ قَدْ أقْبَلَ وسَنَةٌ جَديدةٌ قد أقْبَلتْ، نسألُك مِنْ خيرِها ونعوذُبِك مِنْ شرِّها ونَسْتَكْفِيكَ فَواتَها و شُغْلَها فَارْزُقْنا الْعِصْمَةَ مِنَ الشيطانِ الرجيمِ. أللهم إنك سَلَّطْتَ علينا عَدُوًّا بصيراً بِعُيُوبِنا ومُطَّلِعاً على عَوْراتِنا مِنْ بَيْنِ أيْدِينا ومِِنْ خَلْفِنا عن أيمانِنا وعن شَمائِلِنا يَرَانا هُوَ وقَبِيْلُه من حيثُ لا نَرَاهُم. أللهم آيِسْهُ مِنّا كما آيِسْتَه مِنْ رحمتِك وقَنِّطْهُ مِنّا كما قَنَّطْتَه مِنْ عَفْوِك وباعِدْ بَيْنَنا وبينه كما حُلْتَ بينهُ وبينَ مَغْفِرَتِك، إنك قادِرٌ على ذلِك وأنتَ الفَعّالُ لما تُرِيدُ وصَلَّى اللهُ على سيّدِنا محمدٍ وعلى اله وصحبه وسلَّم. 
Dibaca 3x

¤ Pada tanggal 9 dan 10 Muharram juga sunnah berpuasa (Tasu'a & Asyura')
¤ Pada malam Asyuro dianjurkan memperbanyak ibadah, terlebih lagi jika bisa mengulangi bacaan Ayat Kursi serta meningkatkan permohonan kepada Allah SWT.
¤ Pada Hari Asyuro selain berpuasa juga disunnahkan meluaskan rezeki keluarga.

Doa Hari Asyuro: 
أللهم يا مُفرّجَ كلِّ كَرْبٍ ويامخرج ذي النون يوم عاشورآء وياجامع شمل يعقوب يوم عاشورآءو وياغافر ذنب داود يوم عاشورآء وياكاشف ضرّ أيوب يوم عاشورآء وياسامع دعوة موسى وهارون يوم عاشورآء وياخالق روح سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم يوم عاشورآء يارحمن الدنيا والأخرة لاإله إلا أنت إقض حاجتي في الدنيا والأخرة وأطل عمري في طاعتك ومحبتك ورضاك ياأرحم الراحمين، وأحيني حياة طيبة وتوفني على الإسلام والإيمان ياأرحم الراحمين وصلى الله على سيدنا محمدٍ وعلى أله وصحبه وسلم.

Hari Tasu'a adaLah hari ke-9 buLan Muharrom
Hari 'Asyuro adaLah hari ke-10 buLan Muharrom

Peristiwa yang terjadi pada hari 'Asyuro:
* Mendaratnya kapaL Nabi Nuh as seteLah seLamat dari banjir
* SeLamatnya Nabi Musa as dari kejaran Fir'aun, terbeLahnya Lautan hingga menenggeLamkan Fir'aun & pengikutnya
* Allah mempertemukan Nabi Ya'qub as & putraxnya Nabi Yusuf as seteLah berpisah Lama
* Allah menerima permohonan Nabi Daud as
* Kesusahan Nabi Ayyub as diangkat
* Doa Nabi Musa & Nabi Harun as dikabuLkan
* Ruh RosuluLLAH saw. diciptakan

Yang dianjurkan di hari Tasu'a
Berpuasa sunnah

Yang dianjurkan di maLam 'Asyuro
* Menghidupkannya dengan ibadah, seperti :
* ShoLat (shoLat berjama'ah, shoLat2 sunnah)
* Membaca Alquran
* Berdzikir (tasbih, tahmid, takbir, tahLiL, istighfar dLL)
* Memperbanyak doa
* Membaca ayat kursi beserta Basmalah nya sebanyak 360x

Yang dianjurkan di hari 'Asyuro
1. ShoLat sunnah
2. Puasa sunnah
PahaLanya : Menghapus dosa setahun yg LaLu
3. SiLaturahmi
4. Shodaqoh
5. Mandi
6. BerceLak
7. Berziyaroh ke orang 'aLim
8. Menjenguk orang sakit
9. Mengusap kepaLa anak yatim
PahaLanya : Mendapat banyak pahaLa disetiap heLai rambut yg diusap
10. MeLuaskan rizqi kepada keLuarga
11. Memotong kuku
12. Memperbanyak dzikir & doa
13. Membaca 70 x :
حَسْبُناَ الله وَ نِعْمَ الْوَكِيْل ، نِعْم‌َ الْمَوْلَى وَ نِعْمَ النَّصِيْر
"CukupLah Allah bagi kami, sebaik2 Pengatur, Pemimpin & PenoLong."
Faedah : Allah menjaganya dari keburukan ditahun itu
14. Membaca surat al IkhLas 1000x


Demikianlah do'a akhir tahun dan doa awal tahun Hijriyah serta Amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram. Semoga Bermanfaat, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *