10 Wasiat Imam Syafi'i Sebelum Wafat || Jika Ingin Meninggalkan Dunia dalam Keadaan Selamat

By On November 30, 2021

10 WASIAT IMAM SYAFI'I SEBELUM WAFAT || JIKA INGIN MENINGGALKAN DUNIA INI DALAM KEADAAN SELAMAT

☪️Imam Syafi’I adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri Madzhab Syafi’i. Beliau pun masih tergolong kerabat Rasulullah, ia termasuk kedalam Bani Muththalib yaitu keturunan dari al-Muththalib saudara dari Hasyim yang merupakan kakek Nabi Muhammad.

๐Ÿ”ฐSebelum wafat, ada 10 wasiat yang disampaikan Imam Syafi’i kepada Para muridnya. Beliau juga sempat mengajak Para Shahabat untuk membuat suatu perubahan terhadap jiwa mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 


☪️Berikut ini adalah 10 wasiat yang disampaikan oleh Imam Syafi’I mengenai siapa saja yang ingin meninggalkan dunia ini dalam keadaan selamat maka ia harus mengamalkan perkara-perkara ini:

✴️1. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA DIRI.
Yaitu dengan cara mengurangi tidur, mengurangi makan, mengurangi percakapan (yakni percakapan yang sama sekali tidak bermanfaat), serta selalu ikhlas dan bersyukur dalam menerima rezeki yang ada.

✴️2. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA MALAIKAT MAUT. 
Yaitu dengan cara  mengqadha’kan segala kewajibannya yang tertinggal, dengan memohon dan mendapatkan maaf dari orang yang telah kita dhalimi, mempersiapkan diri (membuat persediaan) untuk mati serta merasa bahwa diri kita sangat cinta kepada ALLAH SWT.

✴️3. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA KUBUR.
Yaitu dengan cara  membuang tabiat kegemarannya dalam menabur fitnah, jangan suka kencing merata-rata, memperbanyak sholat tahajjud serta selalu membantu orang-orang yang didhalimi.

✴️4. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA MUNKAR DAN NAKIR.
Yaitu dengan cara tidak berdusta (janganlah berkata dusta), jujur (sering berkata benar), meninggalkan segala bentuk maksiat, serta memberi nasihat (nasehat-menasehati).

✴️5. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA MIZAN.
Yaitu dengan cara menahan (sikap) kemarahannya, perbanyaklah berdzikir (dzikrullah), selalu ikhlas dalam amalan-amalannya, serta sanggup menanggung (berbagai) kesusahan/ kesulitan.

✴️6. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA SHIRAT.
Yaitu dengan cara  membuang tabiat yang suka mengumpat, bersikap wara’, senang dan suka membantu orang yang beriman, serta senang berjamaah (suka hidup dalam suasana berjamaah).

✴️7. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA PENJAGA NERAKA (MALIKAT MALIK).
Yaitu dengan cara  menangis takut kepada ALLAH SWT, memperbanyak sedekah, selalu berbuat kebaikan terhadap kedua orang tua (ibu dan bapa) serta memperbaiki akhlaknya.

✴️8. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA PENJAGA SYURGA (MALIKAT RIDWAN).
Yaitu dengan cara  Ridho terhadap Qhodha’ ALLAH SWT, serta selalu bersyukur atas karunia Allah SWT dan bertaubat.

✴️9. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA BAGINDA RASULULLAH MUHAMMAD SAW.
Yaitu dengan cara sering bershalawat kepada Rasulullah SAW, selalu berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAW, serta berlomba-lomba (bersaing) dalam memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

✴️10. HAK (KEWAJIBAN) KEPADA ALLAH SWT.
Yaitu dengan cara : Mengajak umat manusia menuju arah kebaikan, mencegah umat manusia dari hal kemungkaran, serta suka terhadap ketaatan (taat pada Allah SWT) dan membenci berbagai kemaksiatan.

Insya Allah, jika kita mengamalkan perkara-perkara yang disebutkan/ diwasiatkan oleh Imam Syafi’i diatas kita bisa menjadi salah satu orang yang dijanjikan surganya Allah di hari akhir nanti. Aamiin...๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ.

Doa Tidak Terkabul Gara-gara 2 Biji Kurma || Kisah Syekh Ibrahim bin Adham

By On November 26, 2021

DO'A TIDAK TERKABUL GARA-GARA 2 BIJI KURMA || KISAH SYEKH IBRAHIM BIN ADHAM

Diriwayatkan dari Syekh Ibrahim bin Adham, sesungguhnya dirinya pernah di Mekkah membeli kurma dari seseorang, lalu ada dua biji kurma jatuh di tanah di dekat kakinya. Dia menyangka, bahwa dua kurma itu termasuk yang ia belinya, tanpa pikir panjang dia lalu memakannya. Kemudian dia pergi ke masjid Al-Aqsha di kota Baitul Maqdis, lalu masuk ke Qubbatus Shahroh dan menyepi di sana. Sedangkan di tempat itu ada peraturan, siapa saja yang di tempat ini harus keluar mulai malam menjelang tiba, karena malaikat akan masuk dan beribadah sepanjang malam. Penjaga tempat ini, sesudah Ashar berusaha menghalau setiap orang yang di dalamnya, agar keluar. Tetapi Ibrahim bi Adham bersembunyi. 

Lalu pintu Qubbatus Shahroh ditutup. Para malaikat mulai berdatangan dan masuk. Ketika masuk mereka berkata, di sini ada manusia, malaikat yang lainnya menyahut : Ya ada, yaitu Ibrahim bin Adham, seorang ahli ibadah dari Khurosan. Yang lainpun menjawab, ya benar. Malaikat menyahut, oh ... darinya ada amal naik ke langit dan diterima tiap hari itu, lalu ada suara yang menyahut, ya... hanya saja ibadahnya itu berhenti sejak satu tahun ini dan selama ini doanya tidak dikabulkan, gara-gara dua biji buah kurma. Semalam suntuk para malaikat tersebut beribadah kepada Allah swt hingga fajar.

Penjaga tempat suci ini lalu datang dan membuka pintunya. Ibrahim bin Adham lalu keluar dan pergi menuju kota Mekkah dan langsung menuju toko tempat ia membeli kurma beberapa tahun yang lalu. Dia mendapati seorang pemuda di toko itu, dan berkata kepadanya : Tahun lalu di tempat ini ada orang tua menjual kurma. Pemuda itu menjawab : ya ... ia adalah ayah saya dan beliau sudah meninggal. Lalu Ibrahim bin Adham bercerita tentang pengalamannya yang berkaitan dengan dua biji buah kurma. 

Pemuda itu berkata : Saya menghalalkan bagianku. Tapi selain aku, ahli waris ayah itu masih ada, yaitu satu saudaraku perempuan dan ibu. Ibrahim berusaha menjumpai mereka dan minta kehalalan bagian mereka dalam dua kurma tersebut. maka keduanya menghalalkannya juga.

Syekh Ibrahim bin Adham lalu berangkat ke kota Baitul Maqdis dan masuk ke Qubbatus Shahroh itu dan seperti biasanya. Menjelang malam hari para malaikat mulai berdatangan, mereka berkata kepada yang lain : Ini Ibrahim bin Adham, amal-amalnya ditangguhkan dan doanya tidak dikabulkan sejak setahun, tetapi setelah ia membereskan urusan dua biji buah kurma yang dimakannya tanpa sengaja itu, maka amal-amalnya diterima, doa-doanya dikabulkan, dan Allah swt mengembalikannya pada derajatnya semula.

Ibrahim bin Adham mendengar ucapan itu menangis karena gembira. Ia kemudian tidak makan, kecuali sekali dalam seminggu dengan makanan yang halal.



Sumber: Kitab An-Nawadir, Ahmad Syihabudin bin Salamah Al-Qalyubiy, halaman 36-37)"

Jasa Guru Ngaji yang Sering Terlupakan

By On November 24, 2021

JASA GURU NGAJI YANG SERING  TERLUPAKAN

Mungkin guru ngaji kita seorang ustadz/ustadzah yang sederhana.

Mungkin guru ngaji kita tidak rupawan, tidak ahli ceramah, Tidak gajian.

Tidak punya gelar pendidikan.

Tidak dikenal banyak orang. 

Tidak pernah tampil di tv, radio dan koran.

Mungkin penampilannya biasa-biasa saja.


MUNGKIN DI MATA DUNIA BELIAU TIDAK DIPERHITUNGKAN

Tapi ingat jasa-jasa luar biasa guru ngaji kita yang tidak bisa dinilai dengan apapun.



1. Jika iman adalah jalan keselamatan, ketenangan dan kebahagiaan dunia akhirat, guru ngaji kitalah yang menanamkannya pada kita.


2. Jika isi otak, hati dan jiwa manusia lebih utama daripada isi perut manusia. Guru ngaji kitalah yang telah mengisi ilmu dan ruhiyah otak, hati dan jiwa kita. 


3. Jika surga adalah ukuran suksesnya manusia.Guru ngaji kitalah yang gigih mengarahkan kita ke jalan surga.


4. Jika orang tua hanya menyuruh kita beribadah,guru ngaji kitalah yang mengajarkan kita segala macam ibadah.


5. Jika Al-Qur'an adalah pedoman hidup kita, lezat membacanya, ni'mat mentadabburinya, manfaat mengamalkannya. Guru ngaji kitalah yang dulu susah payah mengajarkannya.


6. Jika dekat dengan Allah adalah sebaik-baiknya keadaan, guru ngaji kitalah yang mendekatkan kita kepada-Nya.


7. Jika sekarang kita mensyukuri kesholehan diri, pasangan dan keturunan. Guru ngaji kitalah yang menjadi asbab kesholehan kita.


8. Jika karena akhlak kita orang-orang menyukai kita, banyak teman, banyak saudara dimudahkan segala urusan. Guru ngaji kitalah yang mengajarkan akhlak mulia.


TERIMAKASIH GURU NGAJIKU


Baca Juga : Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak Kerana Prilaku Buruk Orang Tua Terhadap Guru

Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak Karena Prilaku Buruk Orang Tua Terhadap Gurunya

By On November 24, 2021

HILANGNYA KEBERKAHAN ILMU ANAK, KARENA PRILAKU BURUK ORANG TUA TERHADAP GURUNYA

Sahabat untuk mendapatkan ilmu yang barokah dan manfaat kita harus tahu dan mengamalkan adab atau tatakramanya dalam menuntut ilmu, salah satunya adalah kita harus senantiasa menghormati sang guru, bukan hanya anak akan tetapi kita sebagai  orang tua juga harus menghormati guru dari anak-anak kita. Berikut ini kami ceritakan sebuah kisah Syekh Abdul Qadir dan Santri-santrinya.


Syekh Abdul Qadir adalah seorang ulama yang terkenal pada zamannya. Murid-muridnya berasal dari berbagai kalangan. Ada anak orang kaya, ada anak penguasa, ada juga anak pedagang dan anak-anak orang miskin. Di madrasah Syekh Abdul Qadir tidak ada dikriminasi, semua murid diperlakukan sama.

Di madrasah Syekh Abdul Qadir diperkenalkan ilmu dan lebih diutamakan adab, termasuk adab kepada guru yang dijunjung tinggi. Termasuk adab yang diajarkan adalah bagaimana murid berhikmat dan meraih keberkahan dari gurunya.

Sebuah kebiasaan bahwa ketika sang guru sedang menyantap makanan, maka murid-murid tidak ada yang ikut makan sebelum gurunya selesai, ternyata ada tradisi meraih berkah ilmu dengan memakan sisa makanan gurunya.

Syekh Abdul Qadir paham hal tersebut sehingga ia selalu menyisahkan makanannya untuk di ambil oleh murid-muridnya. Seorang tamu yang datang menjenguk anaknya melihat hal itu dan berfikir bahwa anak-anak mereka yang belajar pada Syekh Abdul Qadir diperlakukan seperti babu atau kucing. Masa mereka diberikan sisa makanan dari gurunya. Pikiran kotor inilah yang menyebabkan orang tua murid tadi memprofokasi orang tua lainnya.

Salah satu orang tua yang merupakan orang terpandang, kaya dan penguasa termakan propokasi dan datang menghadap Syekh Abdul Qadir dan mengungkapkan keberatannya atas perlakuan sang guru kepada anaknya yang dianggap melecehkan kehormatannya dan kehormatan anaknya.

Maka terjadilah dialog sebagai berikut:

“Wahai tuan syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing. Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama’.”

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja. “ Kalau begitu ambillah anakmu.”

Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk pulang. Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan pulang. Orang tua murid tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat, ternyata kesemua soalannya dijawab dengan tepat dan rinci. Maka bapak tadi berubah fikiran dan mengembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir.

“Wahai tuan syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali. Tuan didiklah anak saya. Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing. Saya melihat ilmu anak saya sangat luar biasa bila bersamamu.”

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir. “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU dariku, ALLAH sudah menutup futuhnya (Mata Hati) untuk mendapat ilmu disebabkan orang tua yang tidak beradab kepada GURU.”

Ternyata orang tua yang tidak beradab pada guru bisa menyebabkan anak-anaknya menjadi korban kehilangan keberkahan ilmu dari guru-gurunya.

Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu. Anak, Ibu, Ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru. Kata ulama: Satu perasangka buruk saja kepada gurumu maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu.

Kisah ini adalah refleksi untuk para orang tua siswa, sia-sialah kita menyekolahkan anak kita kalau pada akhirnya ilmu yang diperolehnya tidak berberkah. Karena kita sebagai orang tua yang tidak beradab kepada guru sehingga anak-anak kitapun menjadi kehilangan adab kepada gurunya.

Semoga kita semua dan anak keturunan kita senantiasa mendapat Rahmat dan Ridlo Allah SWT, mendapatkan banyak ilmu yang barokah dan bermanfaat, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin


SELAMAT HARI GURU NASIONAL, 25 November 2021

Program dan Target Setiap Kelas Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) Al Amin Center Bangkalan

By On November 22, 2021

PROGRAM DAN TARGET SETIAP KELAS TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR'AN (TPQ) AL AMIN CENTER BANGKALAN

Sahabat, berikut ini adalah target setiap kelompok/kelas belajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al Amin Center Bangkalan, Dengan target ini diharapkan para santri dapat memperoleh nilai yang sangat memuaskan atau minimal baik untuk dapat naik kelas diatasnya. Di targetkan setiap minimal 3 bulan atau maksimal 4 bulan sekali ada tes kenaikan kelas. Adapun target yang harus dikuasai oleh para santri adalah sebagai berikut :



KELAS 1 / A :

1. JILID (Metode Ummi Jilid 1)
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
- QS. An-Naas
- QS. Al-Falaq
- QS. Al-Ikhlas
- QS. Al-Lahab

3. HAFALAN DOA DAN HADITS
- Doa Sebelum dan Sesudah Makan
- Doa Sebelum dan Bangun Tidur
- Doa untuk Kedua Orang Tua
- Hadits Senyum
- Hadits Kasih Sayang
- Hadits Jangan Marah

4. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

5. PRAKTIK WUDLU'
- Gerakan
- Bacaan

6. PRAKTIK SHOLAT
- Gerakan
- Bacaan

7. MENULIS
- Menulis Angka dan Huruf Arab

8. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 2 / B :

1. JILID (Metode Ummi Jilid 2) 
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
- QS. An-Nasr
- QS. Al-Kafirun
- QS. Al-Kautsar
- QS. Al-Ma'un
- QS. Quraisy

3. HAFALAN DOA DAN HADITS
- Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi
- Doa Masuk dan Keluar Rumah
- Doa Masuk dan Keluar Mesjid
- Doa Sapu Jagat
- Hadits Kebersihan
- Hadits Sholat Tiang Agama
- Hadits Surga
- Hadits Tebar Salam

4. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

5. PRAKTIK WUDLU'
- Gerakan
- Bacaan

6. PRAKTIK SHOLAT
- Gerakan
- Bacaan

7. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

8. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 3 / C :

1. JILID (Metode Ummi Jilid 3)
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
- QS. Al-Fiil
- QS. Al-Humazah
- QS. Al-'Ashr
- QS. At-Takatsur

3. HAFALAN DOA DAN HADITS
- Doa Memakai dan Melepas Pakaian
- Doa Bercermin
- Doa Safar
- Doa Ketika Sakit
- Doa Menjenguk Orang Sakit
- Hadits Keutamaan Belajar Al Qur'an
- Hadits Larangan Minum Sambil Berdiri

4. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

5. PRAKTIK WUDLU'
- Gerakan
- Bacaan

6. PRAKTIK SHOLAT
- Gerakan
- Bacaan

7. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

8. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 4 / D :

1. JILID (Metode Ummi Jilid 4)
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
- QS. Al-Qori'ah
- QS. Al-'Adiyat
- QS. Al-Zalzalah

3. HAFALAN DOA DAN HADITS
- Doa Sayyidul Istighfar
- Doa Selamat
- Hadits Memberi Lebih Baik daripada Meminta
- Hadits Kewajiban Menuntut Ilmu

4. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

5. PRAKTIK WUDLU'
- Gerakan
- Bacaan

6. PRAKTIK SHOLAT
- Gerakan
- Bacaan

7. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

8. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 5 / E :

1. JILID (Metode Ummi Jilid 5)
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
QS. Al-Bayyinah
- QS. Al-Qadr
- QS. Al-'Alaq

3. HAFALAN DOA DAN HADITS
- Sholawat Nariyah
- Ayat Kursi
- Hadits 5 Kewajiban Seorang Muslim
- Hadits 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara

4. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

5. PRAKTIK WUDLU'
- Gerakan
- Bacaan

6. PRAKTIK SHOLAT
- Gerakan
- Bacaan

7. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

8. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 6 / F :

1. JILID (Metode Ummi Jilid 6)
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
QS. At-Tiin
- QS. Al-Insyiroh
- QS. Adh-Dhuha

3. HAFALAN DOA DAN HADITS
- Menghafal Ayat-ayat Pilihan
- Hadits 3 Ciri Orang Munafik
- Hadits 3 Tanda Dosa Besar

4. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

5. PRAKTIK WUDLU'
- Gerakan
- Bacaan

6. PRAKTIK SHOLAT
- Gerakan
- Bacaan

7. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

8. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 7 / G :

1. AL-QUR'AN JUZ 1 S/D 5
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
- QS. Al-Lail
- QS. Asy-Syams
- QS. Al-Balad
- QS. Al-Fajr
- QS. Al-Ghasyiyah

3. HAFALAN DOA DAN HADITS
- Sholawat Busyro
- Sholawat Munjiyat

4. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

5. PRAKTIK 'UBUDIYAH
- Gerakan
- Bacaan

6. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

7. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 8 / H : 

1. JILID (Metode Ummi Jilid Ghorib)
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
- QS. An-A'la
- QS. Ath-Thariq
- QS. Al-Buruj
- QS. Al-Insyiqaq
- QS. Al-Muthaffifin

3. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

4. PRAKTIK 'UBUDIYAH
- Gerakan
- Bacaan

5. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

6. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

KELAS 9 / I  :

1. JILID (Metode Ummi Jilid Tajwid)
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT
- QS. Al-Infithar
- QS. At-Takwir
- QS. 'Abasa
- QS. An-Nazi'at
- QS. An-Naba'

3. PAI & BAHASA ARAB
- Aqidah Akhlak
- Fikih
- Bahasa Arab

4. PRAKTIK 'UBUDIYAH
- Gerakan
- Bacaan

5. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

6. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan


KELAS 10 / J  :

1. AL-QUR'AN
- Fashohah
- Tartil

2. HAFALAN SURAT & TURJUMAN
- Program Tahfidz Melanjutkan Hafalan 
- Program Turjuman Belajar Menterjemah Al Qur'an

3. KAJIAN KITAB KUNING
- Tauhid
- Akhlak
- Fikih
- Tajwid
- Bahasa Arab
- dll

4. PRAKTIK 'UBUDIYAH
- Gerakan
- Bacaan

5. MENULIS
- Menulis Tulisan Arab

6. LAIN-LAIN
- Akhlaq
- Kerajinan
- Kebersihan

Beberapa Amalan Melancarkan Rezeki

By On November 21, 2021

BEBERAPA AMALAN MELANCARKAN REZEKI

PERTAMA: ISTIGHFAR

Allah Ta’ala berfirman,

ูَู‚ُู„ْุชُ ุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุบَูَّุงุฑًุง (10) ูŠُุฑْุณِู„ِ ุงู„ุณَّู…َุงุกَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِุฏْุฑَุงุฑًุง (11) ูˆَูŠُู…ْุฏِุฏْูƒُู…ْ ุจِุฃَู…ْูˆَุงู„ٍ ูˆَุจَู†ِูŠู†َ ูˆَูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َูƒُู…ْ ุฌَู†َّุงุชٍ ูˆَูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَู†ْู‡َุงุฑًุง (12)
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.

ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ًุง ุดَูƒَู‰ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุฌَุฏْุจ ูَู‚َุงู„َ ุงِุณْุชَุบْูِุฑْ ุงู„ู„َّู‡ ، ูˆَุดَูƒَู‰ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุขุฎَุฑ ุงู„ْูَู‚ْุฑ ูَู‚َุงู„َ ุงِุณْุชَุบْูِุฑْ ุงู„ู„َّู‡ ، ูˆَุดَูƒَู‰ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุขุฎَุฑ ุฌَูَุงู ุจُุณْุชَุงู†ู‡ ูَู‚َุงู„َ ุงِุณْุชَุบْูِุฑْ ุงู„ู„َّู‡ ، ูˆَุดَูƒَู‰ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุขุฎَุฑ ุนَุฏَู… ุงู„ْูˆَู„َุฏ ูَู‚َุงู„َ ุงِุณْุชَุบْูِุฑْ ุงู„ู„َّู‡ ، ุซُู…َّ ุชَู„َุง ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุขูŠَุฉ
“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al-Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian setelah itu Al-Hasan Al-Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar di Fath Al-Bari, 11: 98)

KEDUA: BERTAKWA PADA ALLAH
Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง , ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Salafus sholeh rahimahullah memberikan kita penjelasan menarik mengenai pengertian takwa. Beliau rahimahullah berkata,

“Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan  diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah. Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَู…َุง ุชَู‚َุฑَّุจَ ุฅِู„َู‰َّ ุนَุจْุฏِู‰ ุจِุดَู‰ْุกٍ ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َู‰َّ ู…ِู…َّุง ุงูْุชَุฑَุถْุชُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ، ูˆَู…َุง ูŠَุฒَุงู„ُ ุนَุจْุฏِู‰ ูŠَุชَู‚َุฑَّุจُ ุฅِู„َู‰َّ ุจِุงู„ู†َّูˆَุงูِู„ِ ุญَุชَّู‰ ุฃُุญِุจَّู‡ُ

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” 
 
 
KETIGA : MENJALIN SILATURAHIM

Silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat yang pernah putus atau terus menjalin yang telah selama ini ada.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ุณَุฑَّู‡ُ ุฃَู†ْ ูŠُุจْุณَุทَ ู„َู‡ُ ูِู‰ ุฑِุฒْู‚ِู‡ِ ، ูˆَุฃَู†ْ ูŠُู†ْุณَุฃَ ู„َู‡ُ ูِู‰ ุฃَุซَุฑِู‡ِ ، ูَู„ْูŠَุตِู„ْ ุฑَุญِู…َู‡ُ
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

Kata Imam Nawawi dilapangkan rezeki adalah diluaskan atau diperbanyak rezekinya. Juga bisa maksudnya adalah Allah berkahi rezekinya. (Syarh Shahih Muslim, 16: 104)
Ibnu Hajar dalam Al-Fath menjelaskan, “Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.”
 
KEEMPAT : MEMPERBANYAK SEDEKAH

Allah Ta’ala berfirman,

ู‚ُู„ْ ุฅِู†َّ ุฑَุจِّูŠ ูŠَุจْุณُุทُ ุงู„ุฑِّุฒْู‚َ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ูˆَูŠَู‚ْุฏِุฑُ ู„َู‡ُ ูˆَู…َุง ุฃَู†ْูَู‚ْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุดَูŠْุกٍ ูَู‡ُูˆَ ูŠُุฎْู„ِูُู‡ُ ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ุฑَّุงุฒِู‚ِูŠู†َ

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู…َุง ู†َู‚َุตَุชْ ุตَุฏَู‚َุฉٌ ู…ِู†ْ ู…َุงู„ٍ
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim, no. 2588)
Makna hadits di atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah ada dua penafsiran:
• Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Secara inderawi dan realita bisa dirasakan.

• Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. (Syarh Shahih Muslim, 16: 128)
 

KELIMA: MELAKUKAN HAJI DAN UMRAH

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุชَุงุจِุนُูˆุง ุจَูŠْู†َ ุงู„ْุญَุฌِّ ูˆَุงู„ْุนُู…ْุฑَุฉِ ูَุฅِู†َّู‡ُู…َุง ูŠَู†ْูِูŠَุงู†ِ ุงู„ْูَู‚ْุฑَ ูˆَุงู„ุฐُّู†ُูˆุจَ ูƒَู…َุง ูŠَู†ْูِู‰ ุงู„ْูƒِูŠุฑُ ุฎَุจَุซَ ุงู„ْุญَุฏِูŠุฏِ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” (HR. An-Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1: 387)
 
KEENAM: MEMPERBANYAK DOA MINTA REZEKI

Doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan:

Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุนِู„ْู…ًุง ู†َุงูِุนًุง ูˆَุฑِุฒْู‚ًุง ุทَูŠِّุจًุง ูˆَุนَู…َู„ًุง ู…ُุชَู‚َุจَّู„ًุง

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322.)

Juga do’a lainnya dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงูƒْูِู†ِู‰ ุจِุญَู„ุงَู„ِูƒَ ุนَู†ْ ุญَุฑَุงู…ِูƒَ ูˆَุฃَุบْู†ِู†ِู‰ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ุนَู…َّู†ْ ุณِูˆَุงูƒَ

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.
Artinya:
“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563)
 
JANGAN SAMPAI TEMPUH CARA YANG HARAM
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِู†َّ ุฑُูˆْุญَ ุงู„ู‚ُุฏُุณِ ู†َูَุซَ ูِูŠ ุฑَูˆْุนِูŠ ุฅِู†َّ ู†َูْุณًุง ู„ุงَ ุชَู…ُูˆْุชَ ุญَุชَّู‰ ุชَุณْุชَูƒْู…ِู„َ ุฑِุฒْู‚ُู‡َุง ، ูَุงุชَّู‚ُูˆْุง ุงู„ู„ู‡َ ูˆَุฃَุฌْู…ِู„ُูˆْุง ูِูŠ ุงู„ุทَّู„َุจِ ، ูˆَู„ุงَ ูŠَุญْู…ِู„َู†َّูƒُู…ْ ุงِุณْุชَุจْุทَุงุกَ ุงู„ุฑِّุฒْู‚ُ ุฃَู†ْ ุชَุทْู„ُุจُูˆْู‡ُ ุจِู…َุนَุงุตِูŠ ุงู„ู„ู‡َ ؛ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ู„ุงَ ูŠُุฏْุฑِูƒُ ู…َุง ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุฅِู„ุงَّ ุจِุทَุงุนَุชِู‡ِ

“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan at Thabrani).

Dalam hadits disebutkan bahwa kita diperintah untuk mencari rezeki dengan cara yang baik atau diperintahkan untuk “ajmilu fit tholab”. Apa maksudnya?

• Janganlah berputus asa ketika belum mendapatkan rezeki yang halal sehingga menempuh cara dengan maksiat pada Allah. Jangan sampai kita berucap, “Rezeki yang halal, mengapa sulit sekali untuk datang?”

• Jangan sampai engkau mencelakakan dirimu untuk sekedar meraih rezeki.
Intinya karena tidak sabar. Seandainya mau bersabar mencari rezeki, tetap Allah beri karena jatah rezeki yang halal sudah ada. Coba renungkan perkataan Ibnu ‘Abbas berikut ini. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

ู…ุง ู…ู† ู…ุคู…ู† ูˆู„ุง ูุงุฌุฑ ุฅู„ุง ูˆู‚ุฏ ูƒุชุจ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู„ู‡ ุฑุฒู‚ู‡ ู…ู† ุงู„ุญู„ุงู„ ูุงู† ุตุจุฑ ุญุชู‰ ูŠุฃุชูŠู‡ ุขุชุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฅู† ุฌุฒุน ูุชู†ุงูˆู„ ุดูŠุฆุง ู…ู† ุงู„ุญุฑุงู… ู†ู‚ุตู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุฑุฒู‚ู‡ ุงู„ุญู„ุงู„

“Seorang mukmin dan seorang fajir (yang gemar maksiat) sudah ditetapkan rezeki baginya dari yang halal. Jika ia mau bersabar hingga rezeki itu diberi, niscaya Allah akan memberinya. Namun jika ia tidak sabar lantas ia tempuh cara yang haram, niscaya Allah akan mengurangi jatah rezeki halal untuknya.” (Hilyah Al-Auliya’, 1: 326)


Semoga bermanfaat.
Mudah-mudahan Allah karuniakan rezeki yang halal, yang banyak dan barokah…


Santuan Anak Yatim Rutin Setiap Awal Bulan dan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

By On November 18, 2021

SANTUNAN ANAK YATIM RUTIN SETIAP AWAL BULAN DAN KEUTAMAAN MENYANTUNI ANAK YATIM

Sahabat yang berbahagia, Insyaallah kedepan Yayasan Al Amin Center Bangkalan akan mengadakan santunan rutin setiap awal bulan untuk para anak yatim (khususnya santri Al Amin Center yang berstatus yatim). Kegiatan ini diagendakan setiap malam jumat pada setiap awal bulan. Sebelum santuan insyallah akan diawali kegiatan istighosah dan doa bersama untuk anak yatim dan kita semua semoga senantiasa mendapatkan rahmat dan ridlo Allah SWT, dikabulkan segala cita dan hajat baik kita, dimudahkan segala urusan, barokah umur, lancar rezeki, sehat badan, sukses, husnul khotimah, bahagia, beruntung dan selamat baik didunia maupun di akhirat nanti. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Bagi teman-teman para dermawan boleh ikutan dalam kegiatan ini, boleh datang langsung memberikan sendiri kepada anak yatim atau boleh juga menitipkan kepada kami pengurus Yayasan Al Amin Center Bangkalan. Tiada maksud dari kegiatan dan termasuk tulisan ini selain bertujuan menfasilitasi dan menjembatani para bapak/ibu dermawan yang ingin berbagi sebagian hartanya untuk para anak yatim. Besar ataupun sekecil apapun bantuannya kami siap menerima dan menyalurkan. Semoga hal ini tercatat sebagai amal Sholih kita yang diterima oleh Allah SWT. Aamiin.

Kontak Pengurus Yayasan Al Amin Center tekan DISINI (Telp/WA: 087877977909 - 081803148699)

KEUTAMAAN MENYANTUNI ANAK YATIM

ุนَู†ْ ุณَู‡ْู„ِ ุจَْู†ِ ุณَุนْุฏٍ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚َุงู„َ : ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„َ ุงَู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ุฃَู†َุง ูˆَูƒَุงูِู„ُ ุงู„ْูŠَุชِูŠู…ِ ูِู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‡ูƒَุฐَ، ูˆَุฃَุดَุงุฑَ ุจِุงู„ุณَّุจَّุงุจَุฉِ ูˆَุงู„ْูˆُุณุทَู‰ ูˆَูَุฑَّุฌَ ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ุดَูŠْุฆุงً 
Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.[HR al-Bukhari no. 4998 dan 5659]

Dikutip dalam buku berjudul ‘Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ oleh M. Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim, diantaranya:

1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah SAW di Surga

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah (sesuai dengan hadits yang telah disebutkan di atas).

Mau tambah yakin? Yuk, tonton video singkat yang inspiratif di bawah ini tentang keutamaan menyantuni anak yatim!

2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda: 

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.”

(HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

3. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”
(QS. Al-Insan: 5-6)

4. Memperoleh Pertolongan dari Allah SWT

Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”

(HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah)

5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat

Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tgas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.”

(HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

6. Investasi Amal untuk Akhirat

Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah investasi amal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.”

(HR. Muslim dari Abu Hurairah)

7. Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik

Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat).

Dan satu lagi keutamaan dalam menyantuni anak yatim yakni akan membersihkan pikiran mereka serta melembutkan dan menghilangkan kekerasan hati.

Nabi SAW bersabda.

“Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.”

(HR Thabrani)

Tidak ada anak yang mau kehilangan orang tua atau walinya dalam waktu yang singkat. Begitupula tak ada seorang anak pun yang bisa memilih bagaimana ia dilahirkan dari keluarga yang lengkap atau ‘kurang’. Namun, peran kita bisa membantu kehidupan anak yatim di sekitar kita.

Jangan biarkan mereka kebingungan menghadapi kehidupan didunia ini. Mari berbagi sebagian harta kita untuk membantu mereka, Hubungi kami DISINI

Semoga kita semua senantiasa mendapatkan rahmat dan ridlo Allah SWT, dikabulkan segala cita dan hajat baik kita, dimudahkan segala urusan, barokah umur, lancar rezeki, sehat badan, sukses, husnul khotimah, bahagia, beruntung dan selamat baik didunia maupun di akhirat nanti. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ) Al Amin Center Bangkalan

By On November 14, 2021

TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR'AN (TPA/TPQ) AL AMIN CENTER BANGKALAN

Sahabat Setia Al Amin Center, Perlu sahabat ketahui bahwa Al Amin Center Bangkalan adalah sebuah Yasasan yang bertujuan untuk kegiatan keagamaan, kemanusiaan dan sosial, salah satu lembaga dibawah naungan yayasan ini adalah Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) Al Amin Center. Berikut ini adalah sekilas profil tentang TPQ Al Amin Center Bangkalan.

TPQ ini dalam proses pembelajaran Al Qur'annya menggunakan metode ummi. Dengan metode ummi ini diharapkan para santri akan dapat belajar membaca Al Qur'an dengan mudah, menyenangkan dan menyentuh hati. Didalam metode ummi ini juga ada program Tahfidz yang targetnya disesuaikan dengan kelas / jilid yang dipelajari oleh para santri.

Selain belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an sesuai dengan kelas atau jenjang di TPQ Al Amin Center ini juga para santri belajar banyak ilmu pengetahuan agama mulai dari ilmu tauhid, fiqih, tajwid, akhlaq, hadits-hadits, do'a-doa harian dll. Mereka para santri bukan hanya belajar teori akan tetapi juga disertai dengan praktek langsung agar dapat diamalkan selanjutnya dalam kehidupan sehari-hari.



VISI DAN MISI TAMAN PENDIDIKAN AL QUR'AN (TPQ) AL AMIN CENTER BANGKALAN

VISI TPQ AL AMIN CENTER

"Menyiapkan Generasi yang Beriman, Bertaqwa, Berakhlaqul Karimah, Cinta Al-Qur'an dan Berilmu Pengetahuan Agama”


MISI TPQ AL AMIN CENTER

Adapun misi kami adalah :

Mendidik dan mencetak generasi yang mampu membaca, menghafal, memahami dan menuliskan Al-Quran dengan baik dan benar.

Membangun insan yang kuat aqidah, keimanan dan keislaman.

Mencetak insan yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Mencetak insan yang berakhlaq mulia berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Membantu program pemerintah di bidang pendidikan, sosial dan pelestarian lingkungan.

Melaksanakan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan inovatif.


TUJUAN UMUM :

Mendidik santri agar menjadi generasi yang berkualitas berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Meningkatnya profesionalisme tenaga pendidik dalam mengelola pendidikan agama yang menyenangkan dan berpotensi serta berkualitas.

Mengembangkan kreatifitas keterampilan santri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya seni islami.


TUJUAN KHUSUS :

Membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid.

Hafal Al-Qur'an Minimal Juz 30.

Hafal Hadits-hadits yang diajarkan Oleh Ustadz/Ustadzah

Hafal Doa-Doa harian

Hafal Asmaul Husna

Hafal Niat dan Bacaan Ibadah seperti Wudlu', Shalat, Zakat dll.

Hafal Sifat Wajib, Sifat Mustahil dan Sifat Jaiz bagi Allah SWT dan RasulNya

Dapat Mempraktekkan Ubudiyah, Wudlu', Shalat dll. Dengan Baik dan Benar.

Berakhlak mulia.

Dapat memahami dan mengamalkan ilmu tauhid, akhlaq, tajwid, fiqih dll.


KEGIATAN :

1. Belajar Membaca dan Menulis Al-Qur'an dengan Baik dan Benar

2. Kajian Hadits Nabi

3. Kajian Kitab Tauhid

4. Kajian Kitab Akhlaq

5. Kajian Kitab Tajwid

6. Kajian Kitab Fiqih

7. Hafalan Niat dan Bacaan Ibadah seperti Wudlu', Shalat, Zakat dll.

8. Hafalan Asmaul Husna

9. Hafalan Sifat Wajib, Sifat Mustahil dan Sifat Jaiz bagi Allah SWT dan RasulNya

11. Hafalan Nama-nama Malaikat

12. Hafalan Nama-nama Rasul Allah

13. Hafalan Al-Qur'an Juz 30

14. Hafalan Hadits-hadits yang diajarkan oleh Ustadz/Ustadzah

15. Hafalan Do'a se hari-hari

16. Praktek Ubudiyah, Wudlu', Shalat dll.

17. Seni Naghomul Qur'an

18. Jamiyah, Yasin, Tahlil, Shalawat, Dibaiyah, Istighosah dll.

19. Peringatan Hari Besar Islam

20. Kegiatan Sosial Keagamaan

21. Dll. 



CATATAN :

Untuk Program Hafalan akan dibaca setiap sebelum atau sesudah pembelajaran sehingga santri yang sudah hafal tidak mudah lupa dan santri baru akan lebih mudah menjadi hafal.



Nama TPQ  :  Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al Amin Center

No Statistik TPQ  :  411235260349

Alamat TPQ : Perum Griya Anugerah Blok A Mlajah Bangkalan Jawa Timur

Alamat Website: www.alamincenter.com

Chanel YouTube : AL AMIN CENTER

Facebook :  Al Amin Center

No. Telp/WA: 087977977909

Profil, Tekan DISINI

Kontak, Tekan DISINI

Kisah Imam Syafi'i Kecil Menulis Hadits dengan Jari dan Telapak Tangannya

By On November 09, 2021

KISAH IMAM SYAFI'I KECIL MENULIS HADITS DENGAN JARI DAN TELAPAK TANGANNYA


Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’ atau biasa dikenal dengan sebutan Imam Syafi’i waktu usianya yang masih belia beliau  mengikuti pengajian Kitab Al-Muwaththa’ yang diasuh oleh penulisnya, yakni Imam Malik bin Anas RA, pendiri Mazhab Maliki, di Madinah.

Pada saat itu, Imam Malik menyampaikan materi sebanyak 18 hadis lengkap dengan penjelasannya yang panjang lebar. Di tengah-tengah penjelasannya, Imam Malik melihat sosok Imam Syafi kecil yang memain-mainkan jari-jari dan telapak tangannya di antara kerumunan orang-orang yang mendengarkan pengajiannya.

Ketika pengajian telah usai, Imam Malik memanggil Imam Syafi’i dan ditanya siapakah namanya dan dari mana ia berasal. Imam Syafi’i pun memperkenalkan dirinya kepada sang guru.

Lantas, Imam Malik pun mengungkapkan rasa penasarannya. “Tadi aku lihat kamu memainkan jari-jarimu di atas telapak tanganmu. Benarkah itu?”

“Tidak.” jawab Imam Syafi’i.

“Justru ketika engkau menjelaskan sebuah hadis maka aku menulisnya dengan jari di telapak tanganku. Apabila engkau menghendaki, aku akan menyampaikan kembali apa yang telah engkau ajarkan kepada kami.” lanjut Imam Syafi’i meyakinkan gurunya.

“Silahkan.” perintah Imam Malik kepada Imam Syafi’i.

Akhirnya, Imam Syafi’i pun menjelaskan ulang 18 hadis lengkap dengan penjelasannya sama persis seperti apa yang telah dijelaskan oleh Imam Malik.

Melihat hal itu, Imam Malik pun takjub melihat kecerdasan yang dimiliki murid barunya, yakni Imam Syafi’i kecil. Bahkan Imam Malik berpesan, “Wahai Muhammad (bin Idris asy-Syafi’), bertakwalah kepada Allah SWT. Sungguh di waktu yang akan datang, kau akan menjadi orang besar.” Wallahu a’lam

Dikutip dari kitab Al-Manhaj As-Sawi, karya Habib Zein bin Ibrahim bin Smith, halaman 146.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *