7 Program Dasar Metode Ummi || Metode Mengajarkan Al-Qur'an yang Efektif, Mudah, Menyenangkan dan Menyentuh Hati

By On Juli 10, 2021

7 PROGRAM DASAR METODE UMMI

METODE MENGAJARKAN AL-QUR'AN YANG EFEKTIF, MUDAH, MENYENANGKAN DAN MENYENTUH HATI

Sahabat Al Amin Center ketahuilah bahwa ada tujuh progam dasar Metode Ummi yang merupakan dasar utama yang diterapkan dalam membangun Generasi Qur'ani melalui proses Pembelajaran Al Qur'an dengan menggunakan metode Ummi. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk membantu lembaga dan guru dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pembelajaran Al Qur'an yang efektif, mudah, menyenangkan dan menyentuh hati. Keseluruhan program ini akan menjamin setiap guru Al Qur'an untuk mampu memahami metodologi pengajaran Al Qur'an beserta tahapan-tahapannya sekaligus menerapkan manajemen kelas yang efektif.



1. Tashih Bacaan Al-Quran

Program ini dimaksudkan untuk memetakan standar kualitas bacaan Al Qur’an guru atau calon guru Al Qur’an, sekaligus untuk memastikan bacaan Al Qur’an guru / calon guru Al Qur’an yang akan mengajarkan Metode Ummi sudah baik dan tartil.


2. Tahsin

Program ini dilakukan dalam rangka membina bacaan dan sikap para guru / calon guru Al Qur’an sampai bacaan Al Qur’annya bagus / tartil. Mereka yang telah lulus tahsin dan tashih berhak mengikuti sertifikasi guru Al Qur’an Metode Ummi.


3. Sertifikasi Guru Al-Quran

Program ini dilaksanakan selama 3 hari dalam rangka penyampaian metodologi bagaimana mengajarkan Al Qur’an Metode Ummi, mengatur dan mengelola pembelajaran Al Qur’an dengan Metode Ummi. Bagi guru yang lulus dalam sertifikasi guru Al Qur’an ini akan mendapatkan syahadah / sertifikat sebagai pengajar Al Qur’an Metode Ummi.


4. Coaching

Merupakan program pendampingan dan pembinaan kualitas penyelenggaraan pengajar an Al Qur’an di sekolah dan lembaga-lembaga yang menerapkan sistem Ummi sehingga bisa merealisasikan target pencapaian penjaminan mutu bagi siswa / santri.


5. Supervisi (Pemastian dan penjagaan mutu sistem ummi diterapkan di lembaga)


Merupakan program penilaian dan monitoring kualitas penyelenggaraan pengajaran Al Qur’an di sekolah dan lembaga-lembaga yang menerapkan sistem Ummi yang bertujuan memberikan akreditasi bagi lembaga tersebut.


Kegiatan evaluasi meliputi :


  • Jumlah guru yang bersertifikat.
  • Implementasi proses belajar mengajar di kelas .
  • Standar hasil belajar siswa .

  • Jumlah hari efektif Al Qur’an (HEQ).
  • Rasio guru dan siswa .
  • Manajemen / administrasi pengajaran 
  • Pelaksanaan pembinaan guru dan mengevaluasi kualitas pembelajarannya


6. Munaqasyah ( Kontrol eksternal kualitas/ evaluasi hasil akhir oleh ummi foundation )


Merupakan program penilaian kemampuan siswa / santri pada akhir pembelajaran untuk menentukan kelulusan.


Bahan yang diujikan meliputi :

  • Fashohah dan Tartil Al Qur’an (juz 1-30) .
  • Membaca Ghoroib dan komentarnya .
  • Teori Ilmu Tajwid dan menguraikan hukum-hukum bacaan.
  • Hafalan dari surat Al A’la sampai surat An Naas.

  • Munaqasah meliputi tartil baca Al Qur’an dan Tahfidz (menghafal) Al QUr’an, baik juz 30 , 29, 28, 27, maupun di juz 1 – 5


7. Khotaman dan Imtihan

Acara yang bertujuan uji publik sebagai bentuk akuntabilitas dan rasa syukur, dikemas elegan, sederhana dan melibatkan seluruh stake holder sekaligus merupakan laporan secara langsung dan nyata kualitas hasil pembelajaran Al Qur’an kepada orang tua wali santri/masyarakat. Acara meliputi :

  • Demo kemampuan membaca dan hafalan Al Qur’an

  • Uji publik kemampuan membaca, hafalan, bacaan ghoroib dan tajwid dasar

  • Uji dari tenaga ahli Al Qur’an dari Tim Ummi dengan lingkup materi tertentu.

Semoga Bermanfaat, Aamiin
Salam, Admin Al Amin Center
NUR AMIN, S.Pd.I

Metode Ummi || Cara Praktis dan Menyenangkan dalam Mengajar Membaca Al-Qur'an

By On Juli 08, 2021

METODE UMMI || CARA PRAKTIS DAN MENYENANGKAN DALAM MENGAJAR MEMBACA AL-QURAN

Sahabat Amin Center yang berbahagia, saat ini sedang booming sebuah metode belajar mengajar membaca Al-Qur'an yang dikenal dengan metode ummi,  metode ini semakin berkembang dan semakin banyak lembaga atau sekolah yang menggunakan metode ummi dalam mengajar Al-Qur'an kepada santri-santrinya. Berikut ini saya akan tuliskan mulai dari pengertian, tahapan, metode pengajaran dan kelebihan daripada metode ummi, silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.


1. Pengertian Metode Ummi
Metode ummi adalah sebuah metode atau cara praktis membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar. 
Dasar metode ummi adalah direct method (metode langsung tidak banyak penjelasan), repeatiiton (diulang-ulang) dan kasih sayang yang tulus (ummi foundation).
Metode ummi adalah metode yang paling efektif dan menyenangkan karena dirumuskan oleh Para ahli-ahli Al-Qur‟an yang dahulunya mereka pernah terlibat secara langsung dalam pengajaran Al-Qur‟an metode-metode yang lainnya seperti : metode iqro, metode qiroati dan lain-lain.

Metode ummi adalah metode mengajar yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an dengan pendekatan ibu, sehingga anak berusaha menghormati dan mengingat jasa Ibu yang telah mengajarkan bahasa pada kita. 

Metode ummi adalah sebuah metode atau cara praktis yang paling  efektif dan menyenangkan dalam membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar dengan menggunakan pendekatan bahasa ibu anak berusaha menghormati dan mengingat jasa ibu yang telah mengajarkan bahasa.

2. Tahapan Metode Ummi
Pada dasarnya pendekatan bahasa ibu ada 3 unsur yaitu :direct method (metode langsung tidak banyak penjelasan), repeatiiton (diulang-ulang) dan kasih sayang yang tulus (ummi foundation). Untuk lebih jelasnya, penulis uraikan sebagai berikut :

a. Direct method adalah suatu pendekatan dengan cara langsung dan tidak banyak penjelasan. Seorang ibu mengajarkan sesuatu kepada anaknya secara langsung dan anak tidak dipersulit dengan teori-teori tertentu supaya anak bisa paham. Anak sesuai itu belum bisa paham jika banyak penjelesan-penjelasan. Seorang ibu cukup memberikan contoh dan anak mengikuti apa yang dicontohkan oleh ibunya. 

b. Repeatititon artinya berulang-ulang. Untuk mengajarkan Al-Qur‟an kepada anak-anak mutlak harus berulang-ulang. Semakin banyak pengulangan, maka semakin lancar membacanya.

c. Kasih sayang yang tulus itu sangat memberikan pengaruh positif baik kepada ibunya maupun kepada anaknya. Kasih sayang yang tulus akan memurnikan hati dan memunculkan keikhlasan, sehingga semakin mudahlah cara mengajarnya dan anak mudah menerimanya.

Tata cara pengajaran metode ummi adalah sebagai berikut :

1. Ustadz/Ustadzah dengan posisi duduk mengucapkan salam kepada kepada para santri yang juga dalam keadaan duduk rapi

2. Membaca surat Al-Fatihah bersama-sama dimulai dengan bacaan Ta’awudz.

3. Dilanjutkan dengan do’a mohon ampunan untuk diri sendiri, untuk ayah dan ibu serta para orang mukmin.

4. Dilanjutkan dengan membaca do’anya Nabi Musa a.s

5. Kemudian membaca do’a pembuka / awal pembelajaran secara terputus-putus dan santri mengikuti.

6. Dilanjutkan dengan murajaah dan menghafal surat pendek yang sudah ditentukan oleh pengelola TPQ / Sekolah sesuai dengan tarjet setiap jilid (apersepsi, penanaman konsep, pemahaman dan latihan, evaluasi serta driil)

7. Mengulang kembali pelajaran yang lalu (klasikal dengan alat peraga).

8. Penanaman Konsep secara baik dan benar.

9. Pemahaman Konsep/Latihan.

10. Terapkan terampil.

11. Evaluasi / Penilaian

12. Drill Hafalan dan Jilid

13. Berikan pesan-pesan dan tugas di rumah sesuai dengan kebutuhan.

14. Do’a Akhir Pembelajaran


3. Metode Pengajaran Metode Ummi
Ada empat metode pengajaran metode Ummi, yaitu:

1) Private/Individual
 Digunakan jika muridnya banyak (berfariasi) sementara gurunya hanya satu 
 Jika jilid dan halamannya berbeda (campur)
 Biasanya dipakai untuk jilid-jilid rendah (1-2)
 Banyak dipakai untuk anak usia TK
Adapun cara pengajarannya yaitu murid dipanggil satu persatu untuk setor bacaan, kemudian murid yang lainnya diminta untuk membaca buku Ummi atau menulis buku di buku latihan sambil menunggu giliran setor baca ummi.

2) Klasikal – Individual 
Digunakan jika dalam satu kelompok jilidnya sama, halaman berbeda. Biasanya dipakai untuk jilid-jilid 2 atau 3 keatas. 
Adapun cara pengajaran metode klasikal – individual yaitu:
 Guru mengajar membaca bersama-sama secara klasikal (bisa menggunakan alat peraga atau buku yang ada) setelah selesai klasikal dilanjutkan secara individual.
 Ketika individual, murid dipanggil satu persatu untuk setor bacaan, kemudian murid yang lainnya diminta untuk membaca buku Ummi atau menulis buku di buku latihan sambil menunggu giliran setor baca ummi (seperti halnya metode privat/ individual)

3) Klasikal Baca – Simak 
Digunakan jika dalam satu kelompok jilidnya sama, halaman berbeda. Biasanya banyak dipakai untuk jilid-jilid 3 keatas atau pengajaran kelas Al Qur'an. adapun cara mengajar metode klasikal baca – simak yaitu :
 Guru mengajar membaca bersama-sama secara klasikal (bisa 
menggunakan alat peraga atau buku yang ada), setelah selesai klasikal, dilanjutkan dengan baca-simak 
 Ketika proses baca-simak, salah satu murid diminta membaca buku ummi, kemudian murid yang lainnya diminta untuk membuka halaman yang dibaca murid tesebut, selanjutnya menyimak bacaan murid yang membaca tadi, (tidak ada aktifitas menulis atau membaca buku ummi sendiri-sendiri)

4) Klasikal Baca Simak – Murni 
Digunakan jika dalam satu kelompok jilid dan halamannya sama. Biasanya banyak dipakai untuk jilid-jilid 5 keatas atau pengajaran kelas Al Qur‟an. adapun cara pengajaran metode klasikal baca simak- murni yaitu:
 Guru mengajar membaca bersama-sama secara klasikal (bisa menggunakan alat peraga atau buku yang ada), setelah selesai klasikal, dilanjutkan dengan baca-simak murni. 
 Ketika proses baca-simak murni, salah satu murid diminta membaca buku ummi, kemudian murid yang lainnya membuka dan menyimak yang dibaca murid tersebut, selanjutnya murid yang kedua ketika membaca melanjutkan bacaan dari murid yang pertama, murid yang lainnya menyimak, kemudian dilanjutkan murid yang ketiga membaca dengan melanjutkan bacaan murid yang kedua, sementara ketika salah satu dari murid membaca maka murid yang lainnya menyimak bacaan murid yang membaca tersebut, begitu seterusnya.

4. Kelebihan Metode Ummi
Kelebihan metode ummi adalah sebagai berikut.
a. meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an
b. menciptakan pembelajaran aktif dimana siswa dapat belajar membaca dengan mengeja huruf-huruf
c. dalam membaca dengan mengeja huruf demi huruf sehingga mempercepat proses penguasaan kemampuan membnca Al-Qur‟an
d. dapat belajar mengenal huruf dengan mengupas atau menguraikan suku kata suku kata yang dipergunakan dalam unsur-unsur hurufnya
e. penyajian tidak memakan waktu yang lama
f. dapat secara mudah mengetahui berbagai macam kata.


Penerapan metode ummi dalam pembelajaran membaca Al-Qur‟an dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dalam mempelajari cara membaca Al-Qur‟an, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an secara tartil, baik dan benar serta meningkatkan minat anak yang lebih tinggi dalam membaca Al-Qur‟an karena metode ini lebih mudah dan menyenangkan bagi anak.

Faidah-faidah ketika Minum Air Putih

By On Juni 18, 2021

FAIDAH-FAIDAH KETIKA MINUM AIR PUTIH


1. Berkata Abah Sekumpul, "Apabila minum air putih atau minum obat bacalah, "Bismillahirrahmanirrahim nawaitussyifa' bibarokatil Musthofa shollallohu alaihi wasallam".


Artinya, Aku niat memperoleh kesembuhan dengan berkat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.


Fadilahnya dijauhkan dari segala penyakit dzohir batin dan seluruh anggota badan dimudahkan berbuat ketaatan berkat Nuur Muhammad saw.


2. Berkata Hababah Nur Al Haddar (istri Habib Umar bin Hafidz),

"Kapanpun kalian akan minum air katakan di depan air itu: 

ياماء...ماء زمزم يقرئك السلام 

(ya maa', maa'u zam-zam yuqri'ukassalam)


Artinya: Wahai air, air zam-zam memberimu salam.


Fadilahnya air itu akan menyerupai air zam zam


3. Berkata Syaikh Muhammad Mutawalli As Sya'rowi (waliyullah dzurriyah Nabi asal Mesir Rahimahullaahu Ta'ala), 

"Apabila seseorang minum air putih hendaklah 

-duduk, 

-minum dengan tangan kanan, 

-minum dengan 3 kali tegukan. 

Tegukan pertama diawali بسم الله dan diakhiri الحمد لله, tegukan kedua diawali بسم الله dan diakhiri الحمد لله, tegukan ketiga diawali بسم الله dan diakhiri الحمد لله"


Fadilahnya barangsiapa yang minum dengan adab di atas, maka tidak akan timbul keinginan berbuat maksiat kepada Allah سبحانه وتعالى walaupun sebesar biji zarroh selama air itu berada di tubuhnya.



Cintailah Para Ulama', Pewaris Para Anbiya'


يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق⁣

Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh. Aamiin Robbal 'Alamiin

4 Permata dalam Diri bisa Hilang karena 4 Perkara Sifat Tercela

By On Juni 17, 2021

4 PERMATA DALAM DIRI AKAN HILANG KARENA 4 PERKARA SIFAT TERCELA


Sahabat, ada empat macam permata yang ada pada diri manusia akan hilang Oleh Empat Perkara berupa Sifat-Sifat yang tercela :

1. PERMATA YANG PERTAMA ADALAH AKAL
_Permata Yang Sifat Nya Ruhani, Akan Tumpul Oleh Amarah._
_Ketika Sedang Marah, Seseorang Sering Bertindak Menjadi Tidak Rasional Dan Tidak Terkontrol. Baik Itu Membuat Kebijakan Atau Bergaul Dengan Orang Lain Jika Dalam Kondisi Marah._
_Pandai-Pandai Lah Mengontrol Emosi, Namun Ketika Di Rasa Gak Mampu Mengontrol Emosi Lebih Baik Jangan Berkumpul Di Saat Lagi Kondisi Marah._

2. PERMATA YANG KEDUA ADALAH AGAMA
_Agama Akan Hilang Oleh Hasud ( Iri / Dengki ). Pesan Atau Ajaran Agama Akan Tumpul Tidak Ada Arti Nya Dalam Diri Seseorang Yang Mempunyai Hati Hasud._
_Penyakit Hasud Ini Sangat Merusak Jiwa Seseorang, Di Butuhkan Bukan Hanya Belajar Dan Paham Agama Saja, Tapi Juga Harus Melakukan Mujahadah, Riyadhoh & “Tazkiyatun Nafs”._
_Atau Membersihkan Hati Yang Di Lakukan Secara Berkesinambungan._ 

3. PERMATA YANG KETIGA ADALAH MALU
_Rasa Malu Akan Hilang Karena Sifat Tamak Atau Rakus._
_Kalau Sudah Ada Tamak, Maka Sifat Malu Akan Gampang Luntur._
_Karena Yang Ada Dalam Pikiran Nya Hanya Materi Atau Dunia ( Harta ), Yang Membahayakan Membuat Gelap Hati._

4. PERMATA YANG KE EMPAT ADALAH AMAL SHALEH
_Amal Shaleh Akan Hilang Dengan Ghibah, Menggunjing, Bergosip. Maka Amal Tersebut Akan Menjadi Amal Yang Sia-Sia Atau Tidak Berarti._

SEPERTI DI ISYARAT KAN OLEH BAGINDA RASULULLAH SAW DALAM SABDA NYA :

_"Hendak Nya Takut Kamu Semua Nya Akan Hasud, Karena Dengki ( Hasud ) Dapat Menghilangkan Kebaikan Mu, Seperti Api Melalap Kayu Bakar.”_


MAJULAH TANPA HARUS MENYINGKIRKAN ORANG LAIN
NAIKLAH TANPA HARUS MENJATUH AKAN ORANG LAIN
JADILAH BAIK TANPA HARUS MENJELEK KAN ORANG LAIN
JADILAH BENAR TANPA HARUS MENYALAH KAN ORANG LAIN

🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️

Cari Tahu Penyebab Penyakit Anda dan Cara Mengobatinya Sendiri

By On Juni 16, 2021

CARI TAHU PENYEBAB PENYAKIT ANDA DAN CARA MENGOBATINYA SENDIRI

1. Maag
Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yg tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekan Diri.

2. Hypertensi
Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage "emosi" Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan Rasa.

3. Kolesterol
Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.

4. Asthma
Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi  Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing

5. Diabetes 
Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis,  tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal.

6. Penyakit Liver
Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai.

7. Jantung Koroner
Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yg membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil


Presentase Indikator penyebab munculnya penyakit adalah karena masalah :
#Spiritual 50%
#Psikis.    25%
#Sosial.    15%
#Fisik.       10%

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :
#Diri kita
#Pikiran kita
terutama hati kita dari segala jenis penyakit.

Hati-hati 
#Hindari :
Dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu sumber penyakit.

#SARAN Perbanyaklah Doa dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, Banyak Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan Serap ilmu dari arah mana saja Dari kawan maupun lawan.

SILAKAN DICOBA DAN RASAKAN PERUBAHANNYA, BELAJAR MENGOBATI DIRI SENDIRI

-----SEMOGA BERMANFAAT-----

Pemuda Ahli Surga || Ternyata ini Amalannya

By On Juni 10, 2021

PEMUDA AHLI SURGA || TERNYATA INI AMALANNYA

Bagaimanakah Dengan Hanya 3 Amalan Beliau Digelar Ahli Surga? ikuti Kisah Ini

“Di salah satu sudut Masjid Nabawi terdapat satu ruang yang kini digunakan sebagai ruang khadimat.

Dahulu di tempat itulah Rasulullah SAW Sentiasa berkumpul bermusyawarah bersama para Shahabatnya radhiallaahu ‘anhum. Di sana Beliau Rasulullah SAW memberi taushiyyah, bermudzakarah, dan ta’lim. Suatu ketika, saat Rasulullah SAW memberikan taushiyyahnya, tiba-tiba Beliau SAW berucap,

“Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli surga.”

Para Shahabat r.hum pun saling Memandang Antara satu Sama Lain , di sana ada Abu Bakar Ash Shiddiqradhiallaahu ‘anhu, Utsman bin Affanradhiallaahu ‘anhu, Umar bin Khattabradhiallaahu ‘anhu, dan beberapa Shahabat lainnya.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda yang Kelihatan Sangat sederhana. Pakaiannya sederhana, penampilannya sederhana, wajahnya masih basah dengan air wudhu.

Di tangan kirinya Memegang sandalnya yang sederhana Juga. Di kesempatan lain, ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para Shahabatnya, Beliau Rasulullah SAW pun berucap,

“Sebentar lagi kalian akan melihat seorang pemuda ahli surga.”

Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan keadaan yang masih tetap sama, sederhana. Para Sahabat yang berkumpul pun Mula hairan , siapa dengan pemuda sederhana itu? Bahkan Hingga kali Ketiga Rasulullah SAW mengatakan hal yang sama.

Bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli surga. Seorang Shahabat, Mu’adz bin Jabbalradhiallaahu ‘anhupun berasa penasaran. Amalan apa yang dimiliki Pemuda Itu sampai Rasul menyebutnya pemuda ahli surga?

Maka Mu’adzradhiallaahu’anhu berusaha mencari Jawaban. Ia berdalih sedang Bertengkar dengan ayahnya dan meminta izin untuk menginap beberapa malam di kediaman si pemuda tersebut. Si pemuda pun mengizinkan. Dan mulai saat itu Mu’adz mengamati setiap amalan pemuda tersebut.

Malam pertama, ketika Mu’adz bangun untuk tahajud, pemuda tersebut masih terlelap hingga datang waktu subuh. pada Waktu shubuh, mereka bertilawah. Diamatinya bacaan pemuda tersebut yang masih Tidak Lancar, dan tidak begitu fasih. Ketika masuk waktu dhuha, Mu’adz bergegas menunaikan solat dhuha, sementara pemuda itu tidak.

Keesokkannya, Mu’adz kembali mengamati amalan pemuda tersebut. Malam tanpa tahajjud, bacaan tilawah Tidak Lancar dan tidak begitu fasih, serta di pagi harinya tidak solat dhuha. Begitu pun di hari ketiga, amalan pemuda itu masih tetap sama. Bahkan di hari itu Mu’adz shaum sunnah, sedangkan pemuda itu tidak shaum sunnah.

Mu’adz pun semakin heran dengan ucapan Rasulullah SAW. Tidak ada yang istimewa dari amalan pemuda itu, tetapi Beliau SAW menyebutnya sebagai pemuda ahli surga. Hingga Mu’adz pun langsung mengungkapkan Kehairanannya pada pemuda itu.


“Wahai Saudaraku, sesungguhnya Rasulullah SAW menyebut-nyebut engkau sebagai pemuda ahli surga.

Tetapi setelah aku amati, tidak ada amalan istimewa yang engkau amalkan. Engkau tidak tahajjud, bacaanmu pun tidak begitu fasih, pagi hari pun kau lalui tanpa solat dhuha, bahkan shaum sunnah pun tidak. Lalu amal apa yang engkau miliki sehingga Rasul SAW menyebutmu sebagai ahli surga?”

“Saudaraku, aku memang belum mampu tahajjud.

Bacaanku pun tidak fasih. Aku juga belum mampu sholat dhuha. Dan aku pun belum mampu untuk shaum sunnah. Tetapi ketahuilah, sudah beberapa minggu ini aku berusaha untuk menjaga tiga amalan yang baru mampu aku amalkan.”

“Amalan apakah itu???”

“Pertama, aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain. Sekecil apapun, aku berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Baik itu kepada ibu bapakku, isteri dan anak-anakku, kerabatku, tetanggaku, dan semua orang yang hidup di sekelilingku.

Aku tak ingin mereka tersakiti atau bahkan tersinggung oleh ucapan dan perbuatanku.”

kisah Pemuda Ahli Syurga

“Subhanallah…kemudian apa??”

“Yang kedua, aku berusaha untuk tidak marah dan memaafkan. Karena yang aku tahu bahwa Rasullullah tidak suka marah dan mudah memaafkan.”

“Subhanallah…lalu kemudian??”

“Dan yang terakhir, aku berusaha untuk menjaga tali silaturrahim. Menjalin hubungan baik dengan siapapun. Dan menyambungkan kembali tali silaturrahim yang Sudah terputus.”

“Demi Allah…engkau benar-benar ahli surga.

Ketiga amalan yang engkau sebut itulah amalan yang paling sulit aku amalkan.”

Ya Allah, saudaraku sahabat setia Al Amin Center ternyata jalan menuju surga banyak sekali. Semoga bermanfaat dan kita semua bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin.

3 Strategi Metode Ummi Mengajarkan Al-Qur'an dengan Menggunakan Bahasa Ibu

By On Juni 09, 2021

3 STRATEGI METODE UMMI MENGAJARKAN AL-QUR'AN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BAHASA IBU


Mengapa Bernama Ummi?

Kata ummi berasal dari bahasa arab “ummun” yang bermakna ibuku dengan penambahan  “ya mutakallim”


Pemilihan nama Ummi juga untuk menghormati dan mengingat jasa ibu. Tiada orang yang paling berjasa pada kita semua kecuali orang tua kita terutama Ibu. Ibulah yang mengajarkan banyak hal pada kita dan orang yang sukses mengajarkan bahasa di dunia ini adalah ibu.


Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Al-Quran metode Ummi adalah pendekatan bahasa ibu.



Direct Method (Langsung)

Yaitu langsung dibaca tanpa dieja/diurai atau tidak banyak penjelasan. Atau dengan kata lain learning by doing, belajar dengan melakukan      secara langsung.


Repetition (Diulang-Ulang)

Bacaan Al Quran akan semakin kelihatan keindahan, kekuatan, dan kemudahannya ketika kita mengulang-ulang ayat atau surat dalam Al Quran. Begitu pula seorang ibu dalam mengajarkan bahasa kepada anaknya. Kekuatan, keindahan, dan kemudahannya juga dengan mengulang-ulang kata atau kalimat dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda.


Affection (Kasih Sayang Yang Tulus)

Kekuatan cinta, kasih sayang yang tulus, dan kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak adalah kunci kesuksesannya. Demikian juga seorang guru yang mengajar Al Quran jika ingin sukses hendaknya meneladani seorang ibu agar guru juga dapat menyentuh hati siswa mereka.


Semoga Bermanfaat, Aamin.

Amalan Wali Qutub dan Fadilah Mendoakan Ummat Nabi Muhammad Saw.

By On Juni 07, 2021


AMALAN WALI QUTUB DAN FADILAH MENDOAKAN UMMAT NABI MUHAMMAD SAW.

  

Sahabat Al Amin Center, diceritakan bahwa Al Imam Quthubil Ghaust wa Quthubil Akwan As Syeikh As Sayyid Samman Al Madani (Penjaga Makam Rasulullah Saw.) Berkata :

"Tidaklah aku diangkat ALLAH SWT menjadi Al Wali Quthbil Ghaust dan Quthbil Akwan melainkan disebabkan aku selalu rutin membaca d'oa : 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَللّٰهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ


"ALLAHUMMAGHFIR LI UMMATI SAYYIDINA MUHAMMAD,

ALLAHUMMARHAM UMMATA SAYYIDININA MUHAMMAD,

ALLAHUMMASTUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD,

ALLAHUMMAJBUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW"


4x secara berturut-turut setelah selesai sholat subuh."


"Barangsiapa membaca doa tersebut (Allahummaghfir li ummati Sayyidina Muhammad dst....) empat kali sesudah sholat subuh diantara fadhilah mengamalkannya : 


1. Dimasukkan jumlah martabat fadhilah wali qutub

2. Dijadikan kaya dan mudah rizkinya

3. Naik pangkat dunia dan akhiratnya

4. Akhir umurnya husnul khotimah, dan lain-lain.


Tetapi selain kita membaca doanya perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari :

- Harus siap mengampuni / memaafkan kesalahan orang lain

- Harus kasih sayang kepada umat Rasulullah saw.

- Harus siap menutupi aib dan kekurangan umat Rasulullah saw.

- Harus menyenangkan hati umat Rasulullah saw.


ALLAHUMMAGHFIRLI UMMATI SAYYIDINA MUHAMMAD

1) Ya Allah berilah ampunan umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW


ALLAHUMMARHAM UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD

2) Ya Allah sayangilah umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW


ALLAHUMMASTUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD

3) Ya Allah sempurnakanlah (kelalaian) kekurangan umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW


ALLAHUMMAJBUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD

4) Ya Allah perbaikilah umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW


Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, Yuk kita amalkan doa tersebut dengan Istiqomah, insyaallah mudah dan ringan kok, semoga kita mendapatkan fadilah dan keutamaannya, semoga Allah SWT. memudahkan kita untuk senantiasa mengamalkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin


YUK BACA, AMALKAN DAN SHARE KEPADA BANYAK ORANG SEMOGA KITA MENDAPAT BAROKAH MANFAAT, FADILAH SERTA MENDAPAT PAHALA AMAL JARIYAH DARI ORANG-ORANG YANG MENGAMALKANNYA, AAMIIN YA ROBBAL 'ALAMIIN 



Fadhilah Sholawat Busyro, Teks Bacaan dan Terjemahan serta Cara Mengamalkannya

By On Juni 03, 2021

FADHILAH SHOLAWAT BUSYRO, TEKS BACAAN DAN TERJEMAHAN SERTA CARA MENGAMALKANNYA


Sholawat Al Busyro Habib Segaf bin Hasan Baharun

Sholawat Al Busyro Ijazah Dari Rasulullah saw

Habib Segaf menceritakan sebagai berikut

ada di antara putra Habib Hasan Baharun, beliau bermimpi Rasulullah

dan Rasulullah memberikan ijazah ini sebagai bentuk kepedulian beliau kepada ummatnya.

kalimat itu langsung diajarkan oleh Rasulullah saw 

 


Fadhilah Keutamaan Sholawat Al Busyro

Alhamdulillah sholawat busyro ini sangat bermanfaat dan sangat mujarrob.

Habib Segaf Baharun menceritakan beragam hajat dan keinginan terwujud dengan barokah membaca sholawat al busyro ini.

ada yang kelilit dengan hutang, Alhamdullah hutang hutangnya terlunasi

Bagaimana Cara dan waktu membaca sholawat busyro ?

Sholawat busro dibaca pada waktu pagi setelah sholat shubuh, dibaca 41 kali, maka luangkan waktu untuk membaca sholawat al buysro sebagai rutinitas sehari hari


Teks Bacaan Sholawat Busyro

Berikut adalah teks  bacaan Shalawat Busyro

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَاحِبِ الْبُشْرى صَلَاةً تُبَشِّرُنَابِهَا وَاَهْلَنَا وَاَوْلَادَنَا وجَمِيْعَ مَشَايِخِنَا وَمُعَلِّمِنَا وَطَلَبَتَنَا وَطَالِبَاتِنَامِنْ يَوْمِنَاهذَااِلى يَوْمِ الْأَخِرَةِ 

Allaahumma Sholli Wa Sallim ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Shoohibil Busyraa Sholaatan Tubasysyiruna Bihaa Wa Ahlanaa Wa Aulaadanaa Wa Jamii’a Masyaayikhinaa Wa Mu’alliminaa Wa Tholabatanaa Wa Thoolibaatinaa Min Yauminaa Haadzaa ilaa Yaumil Aakhirah.

Artinya Terjemahan Sholawat Busro:
Ya Allah berikanlah sholawat dan salam kepada Nabi Kita Muhammad Sosok Pembawa Kabar gembira, dengan sholawat yang memberikan kami kabar gembira untuk kami keluarga kami, anak anak kami, dan seluruh masyayikh kami, guru guru kami, murid murid / santri kami. santriwati kami, dari hari ini hingga hari akhir


InsyaAllah dengan rutin membaca sholawat busyro ini maka kita semua akan dimudahkan urusan, dilunaskan hutang, dijauhkan dari fitnah dan segera diberikan kabar gembira.

Semoga Bermanfaat, Aamiin.

Ciri-ciri 7 Macam Nafsu dan Nasehat Menghadapinya

By On Mei 31, 2021

CIRI-CIRI 7 MACAM NAFSU DAN NASEHAT MENGHADAPINYA


Sahabat, Para ulama tasawuf berpandangan bahwa tingkatan jiwa manusia dari tingkat rendah ke tingkat tinggi dan sempurna adalah ada 7 martabat nafsu. berikut ini adalah tujuh macam tingkatan nafsu dalam diri dan nasehat bagaimana cara menghadapinya. 



1. Nafsu Ammarah

2. Nafsu Lawwamah

3. Nafsu Mulhamah

4. Nafsu Muthmainnah

5. Nafsu Radhiah

6. Nafsu Mardhiah

7. Nafsu Kamilah


Berikut analisa untuk masing-masing martabat nafsu tersebut:


1. Nafsu Amarah

Perangai orang pada martabat nafsu ini selalu memperturutkan kehendak hawa nafsu dan bisikan syaitan. Kerana itu nafsu amarah ini kerjanya senantiasa menyuruh berbuat maksiat, baik ia tahu perbuatan itu jahat atau tidak. Bagi dia baik dan buruk adalah sama saja. Kejahatan dipandangnya tidak menjadikan apa-apa bila dikerjakan. Dia tidak mencela kejahatan, bahkan sebaliknya selalu sinis dan suka mencela segala bentuk kebaikan yang diperbuat orang lain. Nafsu ammarah ini adalah derajat yang paling rendah sekali, dan sangat berbahaya serta merugikan diri pribadi yang sekaligus akan menyeretnya ke lembah kehinaan.


Sebagian dari sifat-sifat orang pada martabat nafsu amarah ini ialah:

▪️Bakhil atau kikir

▪️Tamak dan loba kepada harta                benda

▪️Berlagak sombong dan 

▪️takabbur (membanggakan diri)

▪️Suka bermegah-megahanan dan bermewah-mewahan

▪️Ingin namanya terkenal dan populer

▪️Hasad dan dengki

▪️Berniat jahat dan khianat

▪️Lupa kepada Allah SWT

▪️Dan lain-lain sifat tercela.


Orang pada martabat nafsu amarah ini hendaknya selalu berdzikir “nafi dan isbat” dan banyak ingat kepada Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring, disamping zikrul maut (ingat pada mati).


2. Nafsu Lawwamah

Orang pada martabat nafsu ini suka mengritik atau mencela kejahatan dan membencinya. Apabila ia terlanjur berbuat kejahatan, ia lekas menyedari dan menyesali dirinya. Memang dia menyukai perbuatan baik, tapi kebaikan ini tidak dapat dipertahankan secara terus menerus kerana dalam hatinya masih bersarang maksiat-maksiat batin. Meskipun hal ini diketahuinya tercela dan tidak disukainya, namun selalu saja maksiat batin itu menyerangnya. Sehingga apabila kuat serangan maksiat batin itu, maka sekali-kala dia berbuat maksiat dzohir kerana tidak mampu melawannya. Meskipun demikian dia tetap berusaha menuju keredhaan Allah sambil mengucap istighfar memohon ampun dan menyesal atas kemaksiatan yang diperbuatnya.


Diantara sifat-sifat tercela dari nafsu lawwamah ini adalah:

▪️Menyadari kesalahan diri atau menyesal berbuat kejahatan

▪️Timbul perasaan takut kalau bersalah

▪️Kritis terhadap apa saja yang dinamakan kejahatan

▪️Heran kepada diri sendiri, mengira dirinya lebih baik dari orang lain (ujub)

▪️Memperbuat suatu kebaikan agar dilihat dan dikagumi orang (riya’)

▪️Menceritakan kebaikan yang telah diperbuatnya supaya mendapat pujian orang (sum’ah)

▪️Dan lain-lain sifat tercela didalam hati.


Orang yang berada pada martabat nafsu lawwamah ini hendaklah memperbanyak dzikir qolbu atau hatim. Dzikir lisan atau lidah sudah berpindah masuk kedalam hati sehingga hati hidup bergerak dengan zikir tanpa menggunakan lidah lagi.


3. Nafsu Mulhamah

Martabat nafsu mulhamah ini adalah nafsu yang sudah menerima latihan beberapa proses pensucian dari sifat-sifat hati yang kotor dan tercela melalui cara kehidupan orang-orang tasawwuf (sufi).


Orang pada martabat nafsu mulhamah ini boleh dikatakan baru mulai masuk tingkat kesucian, baru mulai mencapai fana, tetapi belum teguh dan mantap karena ada kemungkinan sifat-sifat terpuji itu akan lenyap dari dirinya.


Sifat-sifat yang timbul dari nafsu mulhamah ini antara lain:

▪️Tidak menyayangi harta benda (pemurah)

▪️Merasa cukup dengan apa yang ada (qona’ah)

▪️Mempunyai ilmu laduni, iaitu ilmu yang didapat dari ilham

▪️Timbul perasaan merendahkan diri kepada Allah (Tadlarru’)

▪️Taubat, memohon ampun kepada Allah dari dosa yang telah dikerjakan

▪️Sabar dalam segala hal yang menimpa

▪️Tenang menghadapi segala kesulitan


Orang yang telah mencapai martabat nafsu mulhamah ini hendaklah memperbanyak dzikir sir atau dzikir rahasia. Ketika berdzikir hendaklah menghadirkan “Wujud Allah” yang mutlak, karena tiada wujud yang mutlak melainkan Allah.


4. Nafsu Muthmainnah

Apabila orang pada martabat nafsu mulhamah tetap dalam proses mencapai maqam haqikat dan ma’rifat, maka akan melekatlah di lubuk hatinya sifat-sifat terpuji itu, dan terkikis habislah sifat-sifat yang tercela. Maka pada waktu itulah dia masuk ke dalam martabat nafsu muthmainnah. Nafsu ini adalah sebagai permulaan mencapai darjat sufi atau wali.


Orang yang telah mencapai martabat nafsu ini senantiasa merasa hatinya seolah-olah berada bersama Allah (Ma’allah).


Diantara sifat-sifat keruhanian yang timbul dari nafsu muthmainnah adalah:

▪️Pemurah dan suka bersedekah

▪️Menyerahkan diri kepada Allah (Tawakkal)

▪️Bersifat arif dan bijaksana

▪️Kuat beramal dan kekal mengerjakan sholat

▪️Mensyukuri nikmat yang diperoleh dengan membesarkan Allah

▪️Menerima dengan rasa puas apa yang dianugerahkan Allah (redha) menerima qada' dan qadar

▪️Takwa kepada Allah (Taqwallah)

▪️Dan lain-lain sifat yang mulia.


Inilah nafsu muthmainnah, nafsu yang tenang, yang diseru Allah masuk ke dalam Surga-Nya.

Orang yang telah berada pada martabat nafsu ini dzikirnya tetap hidup dalam rahasia (sir) yaitu batin bagi ruh.


5. Nafsu Radhiah

Martabat Nafsu radhiah ini darjatnya lebih tinggi dari martabat nafsu muthmainnah. Nafsu radhiah ini sangat dekat dengan Allah dan menerima dengan perasaan redha segala hukum Allah. Kerana itu segala masalah kehidupan duniawi sama saja bagi para wali martabat nafsu radhiah ini. Nilai wang sama saja dengan kertas biasa. Mereka tidak takut atau khuatir  kepada siapapun yang akan mengganggu, dan tidak pula bersedih hati atas segala penderitaan sebagaimana kesedihannya yang diderita orang-orang awam.


Sifat-sifat keruhanian yang timbul dari nafsu radhiah ini antara lain adalah:

▪️Zuhud dari dunia

▪️Ikhlas kepada Allah

▪️Wara’ dalam ibadat

▪️Meninggalkan segala sesuatu yang bukan pekerjaannya

▪️Menunaikan dan menetapkan hukum-hukum Allah

▪️Dan lain-lain perangai mulia dan terpuji


Hati orang yang telah mencapai martabat nafsu radhiah ini senantiasa merasa seolah-olah ia berada dalam Allah (Fillah).

Dzikir orang martabat ini tetap hidup dalam persembunyian rahsia (sirrus sirr).


6. Nafsu Mardhiah

Martabat nafsu mardhiah ini lebih tinggi dari martabat nafsu radhiah, kerana segala perilaku orang nafsu ini, baik perkataan maupun perbuatan adalah diredhai Allah dan diakui-Nya. Oleh karena itu, jadilah jiwanya, perasaannya, lintasan hatinya, gerak-geriknya, pendengarannya, penglihatannya, perkataannya, gerak kaki dan tangannya, kesemuanya itu adalah diredhai Allah belaka.


Diantara sifat-sifat akhlak mulia dan terpuji yang timbul dari martabat nafsu ini adalah sebagai berikut:

▪️Baik budi pekertinya seperti akhlak Nabi-nabi

▪️Ramah tamah dalam pergaulan dengan masyarakat sebagaimana perangai para Nabi

▪️Senantiasa merasa berdampingan dengan Allah

▪️Selalu berfikir pada kebesaran Allah

▪️Redha dengan apa saja pemberian Allah

▪️Dan lain-lain budi pekerti yang luhur dan terpuji


Dalam perjalanannya, hati orang martabat nafsu mardhiah ini seolah-olah merasa dalam keadaan dengan Allah semata-mata (Billah). Dan terus menerus mengambil ilmu daripada Allah. Setelah melalui martabat fana’, dia akan kembali ke maqam baqa. Dengan kata lain setelah ia sampai kepada Allah, maka kembali lagi kepada makhluk. Dan ketika itu dapatlah ia menceburkan diri dalam kehidupan masyarakat, memberi petunjuk dan menuntun ummat ke jalan syariat agama Allah yang benar.


Dzikir orang martabat nafsu ini tetap hidup dalam persemadian rahsia (khafi) iaitu batin bagi “sirrus sirri”.


7. Nafsu Kamilah

Martabat nafsu kamilah ini adalah nafsu yang tertinggi dan teristimewa dari maqam wali yang lain, karena ia dapat menghimpun antara bathin dan lahir antara hakikat dan syariat. Kerananya dia dinamakan maqam “Baqa Billah” atau “Kamil Mukammil” atau “Insanul Kamil”. Jelasnya ruh dan hatinya “Kekal dengan Allah”, tetapi zhahir tubuh kasarnya bersama-sama dengan pergaulan masyarakat, menjadi pemimpin membina masyarakat ke arah jalan yang diredhai Allah. Hati mereka kekal dengan Allah meskipun di waktu tidur, karena mereka dapat musyahadah dengan Allah dalam setiap waktu. Maqam “Baqa Billah” ini tidak dapat dinilai dengan kebendaan berbentuk apa saja di alam ini, karena itu ia merupakan maqam khawasul khawas. Segala gerak geri dan perilaku orang martabat nafsu kamilah ini adalah ibadat semata-mata.


Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal

By On Mei 13, 2021

KEUTAMAAN PUASA SUNNAH 6 HARI DI BULAN SYAWWAL



Dalam hadist shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab hadits; Shahīh Muslim dari Abi Ayyub al-Anshari r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda :


مَن صامَ رَمَضانَ ثُمَّ أتْبَعَهُ سِتًّا مِن شَوَّالٍ، كانَ كَصِيامِ الدَّهْر.

_Artinya :_

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun.” 

(HR Muslim: 1164 )


Setiap amal kebaikan oleh Allah SWT. di lipat gandakan minimal 10 kali lipat pahala/ kebaikan.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :


"مَنْ جَآءَ بِا لْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَا لِهَا ۚ .."

_Artinya :_

"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya."

(QS. Al-An'am 6: Ayat 160)


Berpuasa enam hari Syawal setelah pelaksanaan puasa Ramadhan memiliki keutamaan, di antaranya :


1. Memperoleh pahala puasa setahun penuh, sesuai dengan hadits Shahih Muslim di atas dan juga diperkuat oleh hadits riwayat Imam As Suyuți dari Tsauban (maula Rasul SAW) dari Rasulullah SAW, beliau bersabda :


صيامُ شهرِ رمضانَ بعشرةِ أشهرٍ، وصيامُ ستةِ أيامٍ بعدَهُ بشهرينِ، فذلكَ صيامُ السنةِ

_Arinya :_

"Berpuasa Ramadhan pahalanya seperti puasa 10 bulan, dan berpuasa enam hari setelahnya (bln Syawal) pahalanya seperti puasa dua bulan, maka jumlahnya menjadi satu tahun." 

(HR. Imam As Suyuți  hadis sahih dalam al-Jāmi al-Shagīr, No. 5100).


Para ahli hadits mensyarahi bahwa setiap kebaikan bernilai 10 kebaikan, Puasa Ramadhan 30 kebaikan sehingga bernilai 300 kebaikan. Puasa enam hari bernilai 60 kebaikan. Dengan demikain berpuasa Ramadhan plus puasa enam hari Syawal: 300 kebaikan + 60 kebaikan = 360 kebaikan (jadi satu tahun).


2. Menambah kedekatan hamba kepada Rabb-nya dan memperoleh ridha dan mahabbah-Nya.

Sebagaimana hadist qudsi dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW menyatakan :


"..ما يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إلَيَّ بالنَّوافِلِ حتَّى أُحِبَّهُ.."

_Artinya :_

“(Allah SWT. berfirman) Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, sehingga Aku (Allah) mencintainya.."


_Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa Sunnah Syawal._


Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan dan Dilakukan di Awal bulan Syawal..?

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/ hal. 56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa:

Paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.” Oleh karena itu, boleh saja seseorang berpuasa syawal tiga hari dulu setelah Idul Fithri misalnya, baik secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran. Namun, apabila seseorang berpuasa syawal hingga keluar waktu dari bulan Syawal karena bermalas-malasan maka dia tidak akan mendapatkan ganjaran puasa syawal.


_Wallahu a'lam_


_Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih meningkat ibadah kita._

Robbana Taqobbal Minna


Semoga Bermanfaat..

Bersahur di Dunia Berbuka di Surga

By On Mei 09, 2021

BERSAHUR DI DUNIA BERBUKA DI SURGA

(Sebuah kisah nyata) 


Suatu saat seorang Ustadz menceritakan bahwa di suatu Jum’at 2 tahun yang lalu, ia diundang untuk mengisi sebuah acara di London. Saat itu, di London lama waktu berpuasa adalah 20 jam. 

Beliau sampai di tujuan setelah shalat Ashar, ia pun memasuki masjid. Tidak lama, ia pun memulai ceramahnya hingga mendekati waktu berbuka puasa (maghrib).

Setelah mengakhiri ceramahnya beberapa saat sebelum maghrib, ia menuju ke pojokan masjid dimana disana oleh panitia sudah disiapkan _“sufrah”_, sejenis alas makan dimana diatasnya sudah dipersiapkan beberapa makanan untuk berbuka. 

Tepat didepannya, duduk seorang laki-laki. Jam menunjukkan pukul 20.59. Tinggal menunggu 60 detik lagi untuk berbuka. 

Tiba-tiba dalam hitungan detik, laki-laki itu terjatuh kearah kanan, tergeletak.

Jamaah pun panik dan langsung mengambil tindakan. Ada yang mengecek nadi, memberi resusitasi dan tidakan-tindakan lain untuk menyadarkan laki-laki tersebut. 

Adzan pun berkumandang. 

Orang-orang pun berbuka puasa. 

Ambulans sedang dalam perjalanan. 

Ketika ambulans tiba, tim medis langsung mengecek keadaan laki-laki tersebut, dan mereka menyatakan ia telah meninggal dunia...


Allahu Akbar...!

Ustadz ini berkata pada semua yang hadir; 

*Ada yang memohon kepada Allah agar bisa meninggal di Masjid*

*Ada yang bercita-cita bisa meninggal di hari Jumat*

*Ada pula yang berharap bisa meninggal saat berpuasa*

*Dan ada yang memohon pada-Nya dalam doa, agar ia dipanggil ke haribaan-Nya dibulan Mulia*

_Laki-laki ini, bukan  hanya mendapatkan 1,2 atau 3 kelebihan itu._

_Tapi Allah malah memberikan ke-empat-empatnya..!"_


Allahu Akbar !..!"_

"Ia bersahur di dunia, tapi berbuka di surga..!"

"Sungguh sebuah kematian yang sangat indah..."


Ketika anggota keluarga almarhum datang, sang Ustadz diminta untuk menyampaikan kepadanya tentang apa yang terjadi.


Ustadz pun menyampaikannya sembari meneteskan air mata..

“Wahai saudaraku, tidak ada kematian yang seperti ini yang tidak sengaja._

Tolong beri tahu pada saya, apa rahasia laki-laki ini hingga Allah memberikan kemuliaan ini kepadanya.”


Saudaranya lalu menjawab,

"Almarhum ini, hatinya bersih. Ia tidak pernah memendam rasa sakit hati pada manusia manapun."_ jelasnya. 


Tersedu dan menggigil rasanya jiwa ini.


Kisah ini memberikan kita 

satu _i'tibar_ (pelajaran) yang sangat berharga: 


Jangan simpan sakit hati,  dengki dan dendam pada manusia

Biarkan itu jadi urusan Allah azza wa jalla saja

Bukankah setiap perbuatan, walaupun sebesar _zarrah_ (atom) akan ada balasannya dari Allah SWT.

Merdekakan diri kita dari sifat dendam


Agar kita bisa, 

Bersahur di Dunia, Berbuka di Surga..


Semoga kita semua, keluarga kita, para orang tua kita, guru-guru kita, guru-gurunya guru kita, santri-santri kita, santri-santrinya santri kita, anak keturunan kita semua semoga senantiasa mendapatkan Rahmat dan Ridlo Allah SWT. barokah umurnya, sehat badannya, lancar rizqinya, dijadikan orang yang sholih sholihah bertaqwa kepada Allah SWT. sukses, bahagia, beruntung, mati dalam keadaan husnul hotimah serta selamat didunia maupun diakhirat kelak, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin.

Sunnah Nabi saat Hendak Tidur

By On April 30, 2021

 SUNNAH NABI ﷺ SAAT HENDAK TIDUR

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



1. MENGAMBIL WUDHU

Bersuci dengan melakukan wudhu sebelum tidur. Terdapat beberapa riwayat hadits nabi ﷺ yang menganjurkan wudhu sebelum tidur, di antaranya adalah hadits riwayat imam Al-Bukhari dan Muslim dari Al-Barra' bin Azib, dia berkata bahwa nabi ﷺ bersabda :

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

_“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat”_


2.MEMBERSIHKAN TEMPAT TIDUR

Membersihkan tempat tidur, minimal dengan mengibasnya dengan sarung atau kain lain sebanyak tiga kali sembari membaca doa :

بِاسِمَكَ رَبي وَضَعْتُ جَنْبي، وبك أرفعُهُ ، إنْ أَمْسكْتَ نَفْسي فارْحَمْها ، وإنْ أرْسَلتَها فَاحْفَظْها بما تَحْفظُ به عِبادَك الصالحينَ

Hal tersebut dilakukan karena kita tidak tau apa yang terjadi di tempat tidur kita selama kita tinggalkan. Maka di anjurkan untuk di bersihkan dahulu. Berdasarkan Hadits dalam shahih Bukhari (6320) dan Muslim (2714) dari Abu Hurairah.


3. BERBARING KE KANAN

عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا. وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

_“Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu dia berkata : Apabila nabi ﷺ hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan : Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup. Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan : Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kebangkitan”_

📚 (Shahih Muttafaqun 'Alaih)


4. MEMBACA DZIKIR AL MUAWWIDZAT

_Dzikir Al-Muawwidzat yaitu surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas, kemudian meniupkannya ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke kepala, wajah dan badan. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali. Berdasarkan Hadis shahih Bukhari (5416) dan Muslim (5017) dari Aisyah._


Hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata :

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

_“Nabi ﷺ ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut di tiup dan di bacakan Qul huwallahu ahad’ (surah Al-Ikhlash), Qul a'udzu birobbil falaq (surah Al-Falaq) dan Qul a'udzu birobbin naas (surah An-Nas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu di jangkau di mulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”_

📚 (HR. Bukhari: 5017)


5. MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAH AL-BAQARAH


QS. AL-BAQARAH 285

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ  كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ  لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ


QS. AL-BAQARAH 286

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ


6.MEMBACA AYAT KURSI

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

_“Allah, tidak ada tuhan selain dia. Yang maha hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan dia maha tinggi maha besar”_


7. MEMBACA SURAH AL-KAFIRUN

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ، لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ، وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ، وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ، وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ، لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ 


8. MEMBACA DOA

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

_“Dengan namamu ya Allah aku hidup, dan dengan namamu aku mati”_ 


Amalan dan dzikir yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut sudah di pilih dan di himpun oleh imam An-Nawawi dalam kitabnya berdasarkan aspek keutamaan untuk mengamalkannya. Kemudian di anjurkan untuk membaca dan melaksanakan keseluruhannya atau jika merasa berat maka semampunya. Demikianlah, semoga bermanfaat.

 

SELAMAT BERISTIRAHAT 


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *