Penyebab Hati yang Mati dan Tanda-tanda Hati Kotor

By On Agustus 23, 2021

PENYEBAB HATI YANG MATI DAN TANDA-TANDA HATI KOTOR


Sahabat, menurut Imam Al-Ghazali hati terbagi menjadi 3 macam :


1. Hati Sehat Dan Bercahaya, (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Beriman, Ikhlas dan Penuh Cinta)


2. Hati Sakit (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Jengkel, Dongkol, Dendam, Su'udzon, Marah, Suka Menghasut, Suka Menggunjing)


3. Hati Mati (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Ingkar dan Durhaka Kepada Allah, Rasulullah, Kedua Orang Tua, Kepada Ulama' dan Guru).



PENYEBAB HATI YANG MATI


Imam Al-Ghazali Berkata Penyebab Hati Menjadi Mati :

1.Ingkar Kepada Allah, Rasulullah dan Para Ulama

2. Prasangka Buruk

3. Menggunjing

4. Memfitnah

5. Malas Ibadah

6. Memakan Makanan Yang Haram

7. Terlalu Cinta Dunia

8. Tidak Ikhlas

9. Marah Dan Dendam

10. Kurang Bersyukur


TANDA-TANDA HATI KOTOR 

Tanda-tanda hati itu kotor adalah:

1. Gelisah Walaupun Tidak Ada Masalah

2. Bangga Terhadap Diri Sendiri

3. Angkuh Memandang Hina Orang Lain

4. Sombong dan Congkak

5. Mencari Aib Orang dan Menyebarkannya

6. Suka Mengumpat

7. Gembira dengan Penderitaan Orang Lain

8. Tidak Menjaga Lisan

9. Sinis Dengan Orang Lain

10. Bersikap Alim Untuk Di Puji

11. Menyampaikan Ilmu Dengan Riya'

12. Menganggap Diri Lebih Hebat Dari Pada Orang Lain

13. Berpakaian Indah Untuk Dipuji

14. Durhaka Pada Orang Tua

15. Bermanis Muka

16. Semena-Mena

17. Sholat Yang Tidak Bisa Khusyuk

18. Kagum Terhadap Diri Sendiri

19. Selalu Mencari Salah Orang

20. Cinta Kepada Duniawi dan Materialistik

21. Mudah Bersangka Buruk Terhadap Orang

22. Membesarkan Hal Yang Remeh Temeh

23. Suka Bergosip dan Menabur Fitnah


Pepatah mengatakan:

Kuman di Seberang Lautan Tampak, Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak.

Setitik Aib Orang Lain Segera Nampak, Segudang Aib Sendiri Sulit di Temukan.


"Yaa Allah, Terangilah Hati Kami Ini Dalam Keridhaan Yang Selalu Tertuju Pada Cinta Yang Abadi Dalam Penghambaan Kami Kepada-Mu."


Semoga Bermanfaat, Aamiin Ya Robbal 'Alamiin

Makna Hadits Nabi Surga dibawah Telapak Kaki Ibu

By On Desember 27, 2020

MAKNA HADITS NABI SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU


الْسَّــــــــــلاَمُ عَلَيْكـُم وَرَحْمَةُ اللَّـهِ وَبَرَكَاتُة

Sahabat, Hadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan bahwa; “Surga itu di bawah telapak kaki ibu” yang seolah jika dipahami secara tekstual seperti keindahan surga yang di dalamnya indah mengalir sungai itu ada di bawah telapak kaki seorang wanita yang melahirkan kita. Ketahuilah !!! bahwa Hadis tersebut adalah kata kiasan yang mengabarkan betapa kita wajib mentaati dan berbakti pada seorang ibu, mendahulukan kepentingannya mengalahkan kepentingan pribadi hingga diibaratkan letak diri kita bagaikan debu yang ada dibawah telapak kakinya bila kita ingin meraih surga.

الْجَنَّة تَحْت أَقْدَام الْأُمَّهَات قَالَ رَوَاهُ أَحْمَد وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَهْ وَالْحَاكِم

“Surga itu dibawah telapak kaki ibu.”
(HR. Ahmad, an-Nasaai, Ibn Maajah dan al-Hakim)

( الجنة تحت أقدام الأمهات ) يعني لزوم طاعتهن سبب قريب لدخول الجنة

“Surga itu dibawah telapak kaki ibu; artinya selalu mentaatinya akan menjadikan sebab dekatnya seseorang untuk masuki surga.”
(At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir I/996)

(الجنة تحت أقدام الأمهات) يعني التواضع لهن وترضيهن سبب لدخول الجنة ….وقال العامري المراد أنه يكون في برها وخدمتها كالتراب تحت قدميها مقدما لها على هواه مؤثرا برها على بر كل عباد الله لتحملها شدائد حمله ورضاعه وتربيته وقال بعض الصوفية : هذا الحديث له ظاهر وباطن وحق وحقيقة لأن المصطفى صلى الله عليه وسلم أوتي جوامعالكلم فقوله الجنة إلخ ظاهره أن الأمهات يلتمس رضاهن المبلغ إلى الجنة بالتواضع لهن وإلقاء النفس تحت أقدامهن والتذلل لهن والحقيقة فيه أن أمهات المؤمنين هن معه عليه السلام أزواجه في أعلى درجة في الجنة والخلق كلهم تحت تلك الدرجة فانتهاء زوس الخلق في رفعة درجاتهم في الجنة وآخر مقام لهم في الرفعة أول مقام أقدام أمهات المؤمنين فحيث انتهى الخلق فهن ثم ابتداء درجاتهن فالجنة كلها تحت أقدامهن وهذا قاله لمن أراد الغزو معه وله أم تمنعه

“Surga itu di bawah telapak kaki ibu; artinya patuh dan ridhanya menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Al-Aamiri berkata “maksud adri hadis tersebut adalah ukuran dalam berbakti dan khidmah pada ibu bagaikan debu yang berada di bawah telapak kiki mereka, mendahulukan kepentingan mereka atas kepentingan sendiri dan memilih berbakti pada mereka ketimbang berbakti pada setiap hamba-hamba اَللّهُ lainnya karena merekalah yang rela menanggung beban penderitaan kala mengandung, menyusui serta mendidik anak-anak mereka”.

Sebagian Ulama Tashawwuf menyatakan “Hadits ini memiliki arti secara dhahir, bathin, hak dan hakikat karena baginda Nabi Muhammad ﷺ mampu menguasai segala kesempurnaan bahasa. Maka arti “Surga itu di bawah telapak kaki ibu” arti dhahirnya adalah para ibu keridhaannya yang mampu menghantarkan ke dalam surga harus diraih dengan berprilaku rendah diri, patuh bagaikan meletakkan diri kita di bawah telapak kakinya.

Arti hakikatnya adalah bahwa para ibu dari orang mukmin kelak di surga berada di tempat tertinggi bersama dengan Rasulullah ﷺ dan setiap makhluk berada di bawah derajat tersebut. Maka puncak derajat para makhluk di surga kedudukannya berada di bawah telapak kaki para ibu, dengan demikian semua derajat yang terdapat di dalam surga yang kelak dihuni orang-orang mukmin kesemuanya berada di bawah telapak kaki para ibu sebab keluhuran derajat mereka dialam surga.
(Faidh al-Qadiir III/477)

الجنة تحت أقدام الأمهات قال الطيبي قوله عند رجلها كناية عن غايةالخضوع ونهاية التذلل كما في قوله تعالى واخفض لهما جناح الذل من الرحمة الإسراء

“Surga itu dibawah telapak kaki ibu”. At-Thiiby berkata, ungkapan tersebut adalah kata kiasan dari bersikap patuh dan taat padanya secara totalitas sebagaimana keterangan dalam firman اَللّهُ : “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
(QS. 17:24) (Marqah al-Mafaatiih Syarh al-Misykaah XIV/224)

Berbaktilah padanya, bila ia telah meninggal minimal mendoakan keduanya selepas shalat.

{ أن اشكر لي ولوالديك إلي المصير } . فالشكر لله على نعمة الإيمان ، وللوالدين على نعمة التربية . وقال سفيان بن عيينة : من صلى الصلوات الخمس فقد شكر الله تعالى ، ومن دعا لوالديه في أدبار الصلوات فقد شكرهما .وفي صحيح البخاري عن عبد الله بن مسعود قال : سألت النبي صلى الله عليه وسلم : أي الأعمال أحب إلى الله عز وجل ؟ قال : الصلاة على وقتها قال : ثم أي ؟ قال : بر الوالدين قال : ثم أي ؟ قال : الجهاد في سبيل الله . فأخبر صلى الله عليه وسلم أن بر الوالدين أفضل الأعمال بعد الصلاة التي هي أعظم دعائم الإسلام .

“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. 31:14)

Dalam ayat di atas syukur pada اَللّهُ artinya mensyukuri atas kenikmatan iman, sedang syukur pada kedua orang tua artinya mensyukuri atas jerih payahnya merawat, mendidik dan mengasuh kita semenjak kecil.
Tsufyan Bin ‘Uyainah berkata:
“Barangsiapa telah menjalani shalat lima waktu maka ia telah bersyukur kepada اَللّهُ, dan barangsiapa mendoakan kedua orangtuanya seusai shalat maka ia telah bersyukur pada keduanya.”

Dalam Kitab Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Ibn Mas’ud, ia berkata:
Saya bertanya kepada Rasulullah, "Apakah amal yang paling dicintai oleh اَللّهُ ?"
Beliau bersabda, "Sholat pada waktunya"
Saya bertanya, '‘Kemudian apa lagi ?"
Beliau bersabda, "Berbakti kepada kedua orang tua"
Saya bertanya lagi, '‘Kemudian apa lagi ?"
Beliau bersabda: "Berjihad (berjuang) di jalan اَللّهُ"
Kemudian Rasulullah ﷺ mengkhabarkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah amalan yang paling disukai oleh اَللّهُ setelah shalat yang merupakan paling agungnya tiang-tiang agama islam.”
(HR.Bukhari dan Muslim) (Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah VIII/65)

Wallahu A‘lam.

Semoga اَللّهُ senantiasa melimpahkan Rahmat Taufik serta hidayah-Nya kepada kita semua ,  tetap istiqamah  dalam kebaikan & meningkatkan amal ibadah

             آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
                      🤲🤲🤲

Madrasah atau Sekolah Terbaik adalah Rumah Kita dan Guru Terbaik adalah Orang Tua

By On September 30, 2020

MADRASAH ATAU SEKOLAH TERBAIK ADALAH RUMAH KITA DAN GURU TERBAIK ADALAH ORANG TUA


Sahabat Al Amin Center, Memilih madrasah atau sekolah maupun tempat pendidikan apa saja untuk anak-anak kita belajar dan mengaji adalah penting tapi yang jauh lebih penting adalah dimulai dari diri kita sebagai orang tua menjadi contoh suri tauladan yang baik bagi mereka,  karena sebagus atau semahal apapun sekolah tempat buah hati kita belajar, tidak menjadi jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, anak yang berakhlaqul karimah karena MADRASAH DAN SEKOLAH TERBAIK ADALAH RUMAH KITA DAN GURU TERBAIK ADALAH ORANG TUA terutama bagi anak-anak 0 tahun sampai dengan usia SD.

Jangan Salahkan Madrasah..!!
Jangan Salahkan Sekolah..!!
Jangan Salahkan Pondok Pesantren..!!
Jangan Salahkan Lembaga Pendidikan..!! 
Jika ternyata anak kita jauh dari yang kita harapkan.

Sungguh suata hal yang SULIT jika kita mengharapkan anak-anak kita "berakhlaq baik"_ sedangkan di rumah orang tuanya :

● sering bertengkar
● sering marah-marah
● sering berkata kasar
● cuek dan tak peduli pada anak-anaknya.

Juga menjadi *"Mission  Impossible"* jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjamaah di Masjid bagi yang pria), mampu menghafal Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama

Jika orangtuanya :

● Cuek terhadap Agama
● Ayahnya malas sholat berjamaah di Masjid,
● Ibunya juga seringkali sholat tidak di awal waktu.
● Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama, menghadiri Kajian-kajian keislaman.
●Ayah Bunda jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an, dll.

Perlu bpk/ibu sahabat semua ketahui bahwa Panutan Utama anak-anak adalah orang tuanya, bukan gurunya.

Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orangtuanya.
Ayah bagi seorang anak laki-laki adalah role model, sedang bagi anak perempuan _Ayah adalah "first love" mereka_. 

Bunda... Terlebih seorang Bunda, baik anak laki-laki dan perempuan banyak yang menjadikan sosok _bundanya sebagai "malaikat pelindung"_. 

Satu rahasia, para ulama dan orang bijak terdahulu jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur... *maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri*, bahkan menghukum diri mereka sendiri...

kenapa anak-anak saya bisa seperti ini?

*Apakah saya telah berbuat dosa?*

*Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya?*

Itulah sejatinya orangtua yang baik.

Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, *mereka langsung intropeksi , bukan menyalahkan si anak*, bukan menyalahkan orang lain, bukan mengkambinghitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, namun _"Faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya"_

Jadi, memang baik dan penting mencari Madrasah atau Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita, namun di samping itu semua...

YUK KITA SEBAGAI ORANG TUA BELAJAR MENJADI GURU YANG PANTAS DIGUGU DAN DITIRU DALAM KEHIDUPAN ANAK CUCU KITA

Guru yang akan terus dikenang baik dan buruknya oleh anak cucu kita. Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, tapi lebih jauh *mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surganya Allah SWT.*, Aamiin.

firman Allah SWT dlm QS At-tahrim 
"Wahai orang-orang yang beriman !, Peliharalah dirimu dan *keluargamu* dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ...."

Jadi KUNCI UTAMA KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK itu  adalah  ORANG TUA. baik buruknya bersumber dari keluarga.

Semoga para orang tua menyadarinya. 🙏🏻

*intropeksi terkhusus untuk diri saya sendiri....*🙏


رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا
(Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imama)

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa" (Qs.al-Furqon : 74)

Baca: Do'a-do'a Orang Tua untuk Anak Agar Menjadi Anak Yang Sholih dan Sholihah

Baca Juga: Rahasia Anak Rajin Shalat dengan Kesadaran Mereka tanpa harus diingatkan

Salam, www.alamincenter.com

34 Hal Penyebab Kefakiran menurut Kitab Ta'limul Muta'allim

By On September 25, 2020

34 HAL PENYEBAB KEFAKIRAN MENURUT KITAB TA'LIMUL MUTA'ALLIM 

Sahabat ada 34 hal yang menjadi sebab kefakiran, dikutip dari kitab Ta'lim Muta'allim halaman 43-44. Syekh Az-Zarnuji menerangkan tentang penyebab kefakiran dan hal-hal yang bisa menyebabkan kaya.

ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻻ ﻳﺮﺩ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎﺀ، ﻭﻻ ﻳﺰﻳﺪ ﻓﻰ ﺍﻟﻌﻤﺮ ﺇﻻ ﺍﻟﺒﺮ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺤﺮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﺑﺬﻧﺐ ﻳﺼﻴﺒﻪ ﺛﺒﺖ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻥ ﺇﺭﺗﻜﺎﺏ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺳﺒﺐ ﺣﺮﻣﺎﻥ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﺧﺼﻮﺻﺎ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻮﺭﺙ ﺍﻟﻔﻘﺮ , ﻭﻗﺪ ﻭﺭﺩ ﻓﻴﻪ ﺣﺪﻳﺚ ﺧﺎﺹ ,

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Tidak bisa menolak takdir kecuali dengan doa dan tidak bisa menambah umur kecuali dengan amalan kebaikan, sesungguhnya seseorang terhalangi dari rizkinya sebab dosa yang dilakukannya”.

Telah ada dalam hadist ini bahwa melakukan dosa menjadi sebab terhalanginya rezeki, khususnya dosa berbohong, karena berbohong bisa menyebabkan kefakiran dan telah ada hadis khusus tentangnya.

ﻭﻛﺬﺍ ﻧﻮﻡ ﺍﻟﺼﺒﺤﺔ ﻳﻤﻨﻊ ﺍﻟﺮﺯﻕ , ﻭﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺗﻮﺭﺙ ﺍﻟﻔﻘﺮ , ﻭﻓﻘﺮ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻳﻀﺎﻭﺍﻟﻨﻮﻡ ﻋﺮﻳﺎﻧﺎ , ﻭﺍﻟﺒﻮﻝ ﻋﺮﻳﻨﺎ، ﻭﺍﻷﻛﻞ ﺟﻨﺒﺎ , ﻭﺍﻷﻛﻞ ﻣﺘﻜﺌﺎ ﻋﻠﻰ ﺟﻨﺐ , ﻭﺍﻟﺘﻬﺎﻭﻥ ﺑﺴﻘﻮﻁ ﺍﻟﻤﺎﺋﺪﺓ , ﻭﺣﺮﻕ ﻗﺸﺮ ﺍﻟﺒﺼﻞ ﻭﺍﻟﺜﻮﻡ , ﻭﻛﻨﺲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻓﻰ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺑﺎﻟﻤﻨﺪﻳﻞ , ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻟﻘﻤﺎﻣﺔ ﻓﻰ ﺍﻟﺒﻴﺖ ,

Begitu juga tidur di waktu subuh bisa mencegah rezeki, memperbayak tidur menyebabkan kefakiran juga fakir ilmu,tidur dlm keadaan telanjang bulat, kencing dengan telanjang bulat, makan sambil tiduran miring, menganggap remeh jatuhnya makanan, membakar kulit bawang putih dan bawang merah, menyapu di malam hari dengan kain dan meninggalkan sampah berserakan di dalam rumah.

ﻭﺍﻟﻤﺸﻲ ﻗﺪﺍﻡ ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ , ﻭﻧﺪﺍﺀ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺑﺎﺳﻤﻬﻤﺎ , ﻭﺍﻟﺨﻼﻝ ﺑﻜﻞ ﺧﺸﺒﺔ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺑﺎﻟﻄﻴﻦ ﻭﺍﻟﺘﺮﺍﺏ , ﻭﺍﻟﺠﻠﻮﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺘﺒﺔ , ﻭﺍﻻﺗﻜﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﺪ ﺯﻭﺟﻲ ﺍﻟﺒﺎﺏ , ﻭﺍﻟﺘﻮﺿﺆ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺒﺮﺯ , ﻭﺧﻴﺎﻃﺔ ﺍﻟﺜﻮﺏ ﻋﻠﻰ ﺑﺪﻧﻪ , ﻭﺗﺠﻔﻴﻒ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﺑﺎﻟﺜﻮﺏ , ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻟﻌﻨﻜﺒﻮﺕ ﻓﻰ ﺍﻟﺒﻴﺖ

Berjalan di depan para guru/orangtua, memanggil ortu dengan namanya saja, membersihkan makanan disela sela gigi dengan benda yang kasar, mencuci kedua tangan dengan tanah dan debu, duduk di ambang pintu, bersandar pada salah satu pintu, berwudhu di tempat istirahat seseorang, menjahit baju di badan, mengeringkan wajah dengan baju dan tidak membersihkan rumah laba-laba di rumah.

, ﻭﺍﻟﺘﻬﺎﻭﻥ ﻓﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ , ﻭﺇﺳﺮﺍﻉ ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺑﻌﺪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻔﺠﺮ , ﻭﺍﻹﺑﺘﻜﺎﺭ ﺑﺎﻟﺬﻫﺎﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻮﻕ , ﻭﺍﻻﺑﻄﺎﺀ ﻓﻰ ﺍﻟﺮﺟﻮﻉ ﻣﻨﻪ , ﻭﺷﺮﺍﺀ ﻛﺴﺮﺍﺕ ﺍﻟﺨﺒﺰ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ , ﻭﺍﻟﺴﺆﺍﻝ , ﻭﺩﻋﺎﺀ ﺍﻟﺸﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪ , ﻭﺗﺮﻙ ﺗﺨﻤﻴﺮ ﺍﻷﻭﺍﻧﻰ ﻭﺇﻃﻔﺎﺀ ﺍﻟﺴﺮﺍﺝ ﺑﺎﻟﻨﻔﺲ : ﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻳﻮﺭﺙ ﺍﻟﻔﻘﺮ , ﻋﺮﻑ ﺫﻟﻚ ﺑﺎﻵﺛﺎﺭ

Meremehkan shalat, bersegera keluar dari masjid setelah shalat fajar, berpagi2 berangkat ke pasar, berlambat-lambat kembali dari pasar, membeli sisa-sisa roti dari orang fakir, meminta minta, mendoakan keburukan terhadap ortu, tidak menutup cawan, dan mematikan lampu minyak dengan nafas, semua hal itu bisa menyebabkan kefakiran, itu bisa diketahui dari atsar.

ﻭﻛﺬﺍ ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ﺑﺎﻟﻘﻠﻢ ﺍﻟﻤﻌﻘﻮﺩ، ﻭﺍﻻﻣﺘﺸﺎﻁ ﺑﺎﻟﻤﺸﻂ ﺍﻟﻤﻨﻜﺴﺮ، ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻠﻮﺍﻟﺪﻳﻦ، ﻭﺍﻟﺘﻌﻤﻢ ﻗﺎﻋﺪﺍ، ﻭﺍﻟﺘﺴﺮﻭﻝ ﻗﺎﺋﻤﺎ، ﻭﺍﻟﺒﺨﻞ ﻭﺍﻟﺘﻘﺘﻴﺮ، ﻭﺍﻹﺳﺮﺍﻑ، ﻭﺍﻟﻜﺴﻞ ﻭﺍﻟﺘﻮﺍﻧﻰ ﻭﺍﻟﺘﻬﺎﺅﻥ ﻓﻰ ﺍﻷﻣﻮﺭ

Begitu juga, hal lain yang menyebabkan kefakiran adalah menulis dengan pena yang melengkung, bersisir dengan sisir yang rusak, tidak mendoakan kedua ortunya, memakai serban sambil duduk, memakai celana sambil berdiri, pelit, terlalu irit, terlalu berlebihan, malas, menunda nunda dan menganggap remeh/menyepelekan urusan-urusan, semuanya itu menyebabkan fakir seseorang.


Berikut ini secara berurutan 34 hal tersebut yang bisa menjadikan sebab kefakiran, semoga kita bisa terhindar dan menghindarinya.


1. Tidur dalam keadaan telajang
2. Kencing dalam keadaan telanjang
3. Makan dalam keadaan berjunub
4. Makan sambil tiduran
5. Membiarkan berserakannya sisa makanan.
6. Membakar kulit bawang merah dan bawang putih.
7. Menyapu lantai dengan sapu tangan.
8. Menyapu rumah di malam hari
9. Membiarkan sampah mengotori rumah.
10. Memanggil orang tua dengan nama pengisi.
11. Mencongkel gigi dengan benda kasar.
12. Mencuci tangan dengan lumpur dan debu.
13. Duduk di beranda pintu.
14. Besandar pada kaki gawang pintu.
15. Berwudhu 'di tempat Qada hajat (Buang air besar dan kecil).
16. Menjahit pakaian yang sedang dipakai.
17. Mengelap wajah dengan kain.
18. Membiarkan sarang laba-laba dirumah.
19. Meremehkan shalat.
20. Bersegera keluar dari mesjid sesudah shalat subuh.
21. Pergi ke pasar di pagi buta.
22. Berlama-lama di pasar.
23. Membeli potongan makanan dari fakir yang meminta-minta (mengemis).
24. Berdoa keburukan kepada anak.
25. Mematikan lampu (lilin) ​​dengan cara meniup.
26. Menulis dengan pena rusak.
27. Menyisir rambut dengan sisir rusak.
28. Tidak mau berdoa dengan kebagusan orang tua.
29. Memakai sorban sambil duduk.
30. Memakai celana sambil berdiri.
31. Bersikap kikir.
32. Terlalu hemat.
33. Berlebihan dalam kehidupan.
34. Suka menunda dan meremehkan pekerjaan.

Semoga Bermanfaat, Aamiin


{Sumber: Kitab Ta'lim Muta'alim Hal.43-44}

40 Hadits Pendek Mudah di Hafal dengan Tulisan Arab dan Terjemahannya

By On Agustus 09, 2020

Sahabat Al Amin Center yang berbahagia, ketahuilah bahwa hadits adalah sumber hukum Islam yang kedua setelah AL-Qur'an, apa-apa yang berasal dari nabi wajib kita imani dan kita amalkan, jika hadits itu berupa perintah harus kita kerjakan dan jika hadits itu berupa larangan harus kita tinggalkan karena itu juga merupakan perintah Allah SWT. untuk kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya.  Allah SWT dan RasulNya harus kita cintai lebih dari apapun. Jangan sampai kita hafal banyak hal, tapi tak satu ayat atau haditspun kita menghafalnya.


Berikut ini adalah kumpulan 40 hadits pendek yang mudah dihafal dengan tulisan arab dan terjemahannya. Semoga bermanfaat dan dapat membantu teman-teman yang baru memulai menghafal hadits-hadits nabi. Semoga Allah SWT. memberikan kekuatan dan pertolongan kepada kita semua untuk senantiasa mengikuti sunnah-sunnah nabi-Nya. Aamiin


1. Hadits Menuntut Ilmu

طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim “ (H.R. Ibnu Abdurrahman)


2. Hadits Paham Agama

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Artinya, “Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan baginya, maka akan dipahamkan akan agamanya.” (HR. Bukhori dan Muslim)


3. Hadits Keutamaan Belajar Al Quran

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْ اَنَ وَ عَلَّمَهْ

Artinya, "Sebaik baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan yang mengajarkannya". (HR. Bukhari)


4. Hadits Sebaik-baiknya manusia

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain" (HR. Tirmidzi)


5. Hadits Keutamaan Senyum

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ

Artinya, “Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)


6. Hadits Perintah Saling Menyayangi

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

Artinya, “Barangsiapa tidak menyayangi maka tidak disayangi” (HR. Bukhari)


7. Hadits Menutup Aurat

اِنَّا نُهِيْنَا اَنْ نُرَى عَوْرَاتَنَا

Artinya, “Sesungguhnya kita dilarang menampakkan aurot kita” (HR. Imam Ahmad)


8. Hadits Menahan Marah

إِذَا غَضَبَ اَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

Artinya, “Jika di antara kalian marah maka hendaklah ia diam” (HR. Imam Ahmad)


9. Hadits Niat

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya” (HR. Bukhori-Muslim)


10. Hadits Jangan Suka Marah

لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

Artinya, “Jangan marah, maka bagimu syurga” (HR. Thabrani)


11. Hadits Orang Muslim Bersaudara 

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ

Artinya, “Muslim itu bersaudara bagi muslim yang lainnya, Jangan menzaliminya dan jangan memasrahkannya” (HR. Bukhori-Muslim)


12. Hadits tentang Agama

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

Artinya, “Agama adalah nasihat” (HR. Muslim, Abu Dawud dan an-Nasai’i)


13. Hadits Kebersihan

الطَّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

Artinya, “Kebersihan itu sebagian dari (cabang) keimanan.” (H.R Muslim)


14. Hadits tentang Kebaikan

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

Artinya, “Setiap kebaikan adalah shodaqoh.” (HR. Muslim)


15. Hadits Berkata Baik/Diam

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”(HR. Bukhori Muslim)


16. Hadits Malu

اَلْحَيَاءُ مِنَ اْلإِيْمَانِ

Artinya, "Malu itu sebagian dari iman" (HR Muttafaq alaih)


17. Hadits Menyebarkan Salam

اَفْشُوْا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Artinya, "Sebarkanlah salam diantara kamu" (HR. Muslim)


18. Hadits Kemuliaan Ibu

اَلْجَنَّةُ تَحْتَ اَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتْ

Artinya, "Surga itu dibawah telapak kaki ibu" (HR. Ahmad)


19. Hadits Allah Maha Indah

إِنَّ اللّٰهَ جَمِيْلُ يُحِبُّ الْجَمَلْ

Artinya, "Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan". (HR. Muslim)


19. Hadits Sholat Tepat Waktunya

صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا

Artinya, "Kerjakanlah shalat tepat pada waktunya" (HR. Muslim)


20. Hadits Menjaga Agama Allah

احْفَظِ اللّٰهَ يَحْفَظْكَ اِحْفَظِ اللّٰهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ

Artinya, "Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kamu dapati Dia dihadapanmu". (HR. Tirmidzi)


21. Hadits Berkata Benar

قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرَّا

Artinya, "Katakanlah yang benar walau pahit sekalipun" (HR. Abu Daud)


22. Hadits Keutamaan Doa

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَهْ

Artinya, "Doa itu adalah ibadah" (HR. Tirmidzi)


23. Hadits Keutamaan Seorang Muslim

مِن حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

Artinya, "Setengah dari bukti kebaikan Islamnya seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya" (HR. Tirmidzi)


24. Hadits Larangan Berburuk Sangka

اِيَّاكُمْ وَالظَّنْ

Artinya, "Jauihilah olehmu berburuk sangka" (HR. Muttafaq alaih)


25. Hadits Larangan Mencela Makanan

مَاعَابَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ طَعَامًا قَطٌّ

Artinya, "Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan" (HR. Muttafaq alaih)


26. Hadits Tolong Menolong

اللّٰهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ

Artinya, "Allah senantiasa menolong hambaNya, selama hambaNya suka menolong saudaranya" (HR. Muslim)


27. Hadits Makan dengan Tangan Kanan

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Artinya, "Wahai anak kecil, bacalah basmalah dan makanlah dengan tangan kananmu dan ambilah yang terdekat darimu" (HR. Bukhari Muslim)


28. Hadits Perintah Taqwa

اِتَّقِ اللّٰهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

Artinya, "Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada" (HR. Tirmidzi)


29. Hadits Keutamaan Bersiwak

اَلسِّوَاكُ مُطَهِّرَةٌ لِلْفَمِّ مُرْ ضَاةٌ لِلرَّبِّ

Artinya, "Siwak itu pembersih mulut dan merupakan penyebab keridhaan dari Allah" (HR. Nasa’i)


30. Hadits Menjaga Lisan

اَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ

Artinya, "Jagalah lisanmu" (HR. Tirmidzi)


31. Hadits Keutamaan Shalat

اِنَّ اَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهْ

Artinya, "Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat" (HR. Tirmidzi)


32. Hadits Larangan Berbuat Kerusakan

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Artinya, "Janganlah engkau saling membahayakan dan jangan saling merugikan" (HR. Ibnu Majah dan Darulquthni)


34. Hadits tentang Takwa

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Artinya, "Bertakwalah kepada Allah dimana pun kamu berada" (HR Tirmidzi)


35. Hadits tentang Ikhlas Beramal

اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ

Artinya, "Sesungguhnya Allah tidak menilai tubuh kalian, dan tidak menilai rupa kalian, tetapi Allah menilai terhadap hati kalian" (HR Muslim)


36. Hadits keutamaan Memberi

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

Artinya, "Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah". (HR Bukhori dan Muslim)


37. Hadits tentang Memanfaatkan waktu dan kesehatan

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الْفَرَاغُ وَالصِّحَّةُ

Artinya, "Ada dua nikmat yang kebanyakan orang merugi padanya: waktu luang dan kesehatan". (HR. Bukhari).


38. Hadits Larangan Laki dan Perempuan berduaan

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Artinya, "Tidaklah seorang pria berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan". (HR. Tirmidzi dan Ahmad)


39. Hadits tentang Berkumpul dengan Ulama

مُجَالَسَةُ الْعُلَمَاءِ عِبَادَةٌ

Artinya, “Duduk bersama para Ulama adalah ibadah.” (HR. Al-Dailami)


40. Hadits tentang Menunjukan pada Kebaikan

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرٍ فَاعِلِهِ

Artinya, "Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melaksanakannya" (HR Muslim)

10 Perkara Yang Aku Takut

By On Juli 12, 2020

10 PERKARA YANG AKU TAKUT

1.   Yang aku takut:
```Hatiku Kian Mengeras Dan Sulit Menerima Nasihat, Namun Sangat Pandai Menasihati.```

2.   Yang aku takut:
```Aku Merasa Aku Paling  Benar, Sehingga Merendahkan Kebenaran Yang Lain.```

3.   Yang aku takut:
```Egoku Terlalu Tinggi, Hingga Merasa Aku Paling Baik Di Antara Yang Lain.```

4.   Yang aku takut:
```Aku Lupa Cermin Diri Sendiri, Namun Sibuk Berprasangka Buruk Kepada Yang Lain.```

5.   Yang aku takut:
```Ilmuku Akan Membuatku Menjadi Sombong, Memandang Rendah Dan Membeda-Bedakan Dengan Yang Lain.```

6.   Yang aku takut:
```Lidahku Makin Lincah Membicarakan Aib Saudaraku, Namun Lupa Dengan Aib Sendiri Yang Menggunung.```

7.   Yang aku takut:
```Aku Hanya Hebat Dalam Berkata, Namun Buruk Dalam Bertindak.```

8.   Yang aku takut:
```Aku Hanya Pintar Dalam Berkhotbah, Namun Sulit Untuk Mentaatinya.``` 

9.   Yang aku takut:
```Aku Hanya Cerdas Dalam Mengkritik, Namun Lemah Dalam Memperbaiki Diri Sendiri.```

10.   Yang aku takut:
```Aku Membenci Dosa Orang Lain.
Namun Saat Aku Sendiri Buat Dosa, Aku Enggan Membencinya ... 😭```

Baca Juga: Semut di Seberang Lautan Tampak, Gajah di Pelupuk Mata Tidak Tampak





*_Muhasabah Diri_*

3 Amal yang Tidak ada Timbangannya pada Hari Kiamat karena Keagungannya

By On Mei 18, 2020

3 AMAL YANG  TIDAK ADA TIMBANGANNYA PADA HARI KIAMAT KARENA KEAGUNGANNYA



ثلاثة أعمال ليس لها موازين يوم القيامة لعظمتها

Tiga amal yang tidak akan ada timbangannya pada hari kiamat, karena keagungannya...

1- العفو عن الناس*: لم يحدد الأجر
قال الله تعالى: { فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ}.

1- *Memaafkan Kesalahan Orang*: (amal istimewa yang) tidak terbatas pahalanya.

Allah berfirman:

(وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ)

[Surat Ash-Shura 40]
_Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim._

2- الصبر*: لم يحدد الأجر 
قال تعالى: (إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ}

2- *Sabar*:  (amal istimewa) yang juga tidak terbatas pahalanya.

Allah berfirman:

(قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ)

[Surat Az-Zumar 10]
_Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas._

3- الصيام*: لم يحدد الأجر (كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به).

3- *Puasa*: (juga amal istimewa) yang tidak terbatas pahalanya.

Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya:

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به.

Yang artinya: _semua amal anak Adam adalah diperuntukkan kepadanya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untukKu dan Aku sendiri yang akan membalasnya._ (Bukhori dan Muslim)

وينادي مُنادٍ يوم البعث: أين الذين أجرهم على الله؟ فـيقبل الصابرون والصائمون والعافون عن الناس.

_Pada hari kebangkitan ada Penyeru yang memanggil : Mana orang-orang yang pahalanya atas (tanggungan) Allah..?!_

_Maka menghadaplah orang-orang yang sabar, orang-orang yang berpuasa dan orang-orang yang lapang hati suka memberi maaf kepada orang lain._

جعلنا الله واياكم ممن ينادى عليهم بـهذا النداء.
  اللهم آمين ..

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua termasuk golongan orang-orang yang dipanggil dengan panggilan itu..?!

YaAllah semua umat islam seluruh Dunia berilah taufik hidayah dan ampunilah semua Dosa2nya, maafkanlah semua kesalahanya,terimalah semua amal sholehnya dan jadikanlah generasi2 yang sholeh sholikah serta masukkanlah Ke Surga--MU tanpa HISAB dengan RAHMAT--MU  Aamiin 🤲

Fadhilah Shalat Tarawih mulai Malam Pertama sampai Malam Ke 30 Bulan Ramadhan

By On Mei 16, 2020

FADHILAH SHALAT TARAWIH MULAI MALAM PERTAMA SAMPAI MALAM KE 30 BULAN RAMADHAN


1. Malam Pertama

عن على بن ابى طالب رضى الله تعالى عنه انه قال سئل النبى عليه الصلاة والسلام عن فضائل التراويح فى شهر رمضان فقال يخرج المؤمن من ذنبه فى اول ليلة كيوم ولدته امه

Diriwayatkan dari ali bin abi tholib Ra.bahwa sesungguhnya ali berkata: Nabi alaihis sholatu was salamu ditanya tentang keutamaan tarowih di bulan romadlon. Maka Nabi menjawab: "pada malam pertama keluarlah dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) sebagaimana ibunya melahirkan ia di dunia

2. Malam ke 2

وفى الليلة الثانية يغفر له ولأبويه ان كان مؤمنين

Pada malam yang ke 2, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya dan dosa ke-2 orang tuanya jika keduanya mukmin

3. Malam ke 3

وفى الليلة الثالثة ينادي ملك من تحت العرش استأنف العمل غفر الله ما تقدم من ذنبك

Pada malam yang ke 3, malaikat dibawah arasy berseru,mulailah melakukan amal kebaikan (sholat tarawih) maka ALLAH akan mengampuni dosamu.

4. Malam ke 4

وفى الليلة الرابعة له من الاجر مثل قراءة التورات والانجيل والزبور والفرقان

Pada malam yang ke 4, bagi yang melakukan tarawih dapat pahala sebagaimana pahala orang yang membaca kitab taurot,injil,zabur dan alqur'an.

5. Malam ke 5

وفى الليلة الخامسة اعطاه الله تعالى مثل من صلى فى المسجد الحرام و المسجد المدينة والمسجد الاقصى

Pada malam yang ke 5, ALLAH memberikan pahala bagi yang tarawih sebagaimana pahalanya orang yang sholat di masjidil harom, masjid madinah/nabawi dan masjidil aqsho

6. Malam ke 6

وفى الليلة السادسة اعطاه الله تعالى ثواب من طاف بالبيت المعمور ويستغفر له كل حجر ومدر

Pada malam yang ke 6, ALLOH memberikan pahala pada yang bertarawih sebagaimana pahalanya orang yang thowaf dibaitul makmur dan setiap batu dan tanah memintakan ampunan padanya

7. Malam ke 7

وفى الليلة السابعة فكأنما ادرك موسى عليه السلام ونصره على فرعون وهامان

Pada malam yang ke 7, yang melakukan tarawih seakan-akan menemui zaman nabi Musa as dan menolongnya dari serangan fir'aun dan haman.

8. Malam ke 8

وفى الليلة الثامنة اعطاه الله تعالى ما اعطى ابراهيم عليه السلام

Pada malam yang ke 8, ALLOH akan memberi anugrah sebagaimana anugrah yang diberikan pada Nabi Ibrohim alaihis salam

9. Malam ke 9

وفى الليلة التاسعة فكأنما عبد الله تعالى عبادة النبى عليه الصلاة والسلام

Pada malam yang ke 9, seolah-olah orang yang tarawih beribadah pada ALLOH sebagaimana ibadahnya para Nabi alaihis sholatu was salam

10. Malam ke 10

وفى اليلة العاشرة يرزقه الله تعالى خيرى الدنيا والآخرة

Pada malam yang ke 10, ALLOH akan memberi rizki yang lebih bagus didunia maupun akhirat bagi yang tarawih

11. Malam ke 11

وفى الليلة الحادى عشرة يخرج من الدنيا كيوم ولد من بطن امه

Pada malam yang ke 11, orang yang tarawih kelak ia akan keluar dari dunia (mati) seperti hari dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya

12. Malam ke 12

وفى الليلة الثانية عشرة جاء يوم القيامة ووجهه كالقمر ليلة البدر

Pada malam yang ke 12, pada saat hari kiamat datang wajahnya orang yang tarowih bersinar bagaikan rembulan dimalam purnama

13. Malam ke 13

وفى الليلة الثالثة عشرة جاء يوم القيامة أمنا من كل سوء

Pada malam yang ke 13, pada saat hari kiamat tiba orang yang tarawih akan selamat dari segala macam keburukan.

14. Malam ke 14

وفى الليلة الرابعة عشرة جاءت الملائكة يشهدون له انه قد صلى التراويح فلا يحاسبه الله يوم القيامة

Pada malam yang ke 14, malaikat pada menjadi saksi bagi yang tarawih bahwa ia sudah melakukan sholat tarawih maka ALLOH tidak menghisabnya besok di hari kiamat

15. Malam ke 15

وفى الليلة الخامسة عشرة تصلى عليه الملائكة وحملة العرش والكرسى

Pada malam yang ke 15, para malaikat dan para malaikat penyangga arasy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit pada memintakan ampunan pada orang yang sholat tarawih

16. Malam ke 16

وفى الليلة السادسة عشرة كتب الله له براءة النجاة من النار وبراءة الدخول من الجنة

Pada malam yang ke 16, ALLOH akan mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga bagi yang tarawih

17. Malam ke 17

وفى الليلة السابعة عشرة يعطى مثل ثواب الانبياء

Pada malam yang ke 17, yang tarawih akan diberi pahala sebagaimana pahalanya para nabi

18. Malam ke 18

وفى الليلة الثامنة عشر نادى ملك ياعبد الله ان الله رضى عنك وعن والديك

Pada malam yang ke 18, malaikat telah berseru (pada yang tarawih) wahai hamba ALLOH,sesungguhnya ALLOH telah meridloimu dan ke-2 orang tuamu

19. Malam ke 19

وفى الليلة التاسعة عشرة يرفع الله درجاته فى الفردوس

Pada malam yang ke 19, ALLOH akan mengangkat derajat-derajat yang tarowih disurga firdaus

20. Malam ke 20

وفى الليلة العشرين يعطى ثواب الشهداء والصالحين

Pada malam yang ke 20, orang tarawih akan diberi pahala seperti pahala orang-orang yang mati shahid dan orang-orang sholih

21. Malam ke 21

فى الليلة الحادية والعشرين بنى الله له بيتا فى الجنة من النور

Pada malam yang ke 21, ALLOH akan membangunkan rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuk yang tarawih

22. Malam ke 22

وفى الليلة الثانية والعشرين جاء يوم القيامة امنا من كل غم وهم

Pada malam yang ke 22, jika hari kiamat tiba maka yang tarawih akan selamat dari segala bentuk kesusahan dan kebingungan

23. Malam ke 23

وفى الليلة الثالثة والعشرين بنى الله له مدينة فى الجنة

Pada malam yang ke 23, ALLOH akan membangunkan kota didalam surga bagi yang tarawih

24. Malam ke 24

وفى الليلة الرابعة والعشرين كان له اربع وعشرون دعوة مستجابة

Pada malam yang ke 24, orang yang tarawih akan memperoleh 24 doa yang mustajab/manjur

25. Malam ke 25

وفى الليلة الخامسة والعشرين يرفع الله تعالى عنه عذاب القبر

Pada malam yang ke 25, ALLOH akan menghilangkan siksa kubur dari orang yang tarawih

26. Malam ke 26.

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ ثَوَابَهُ اَرْبَعِيْنَ عَامًا.

Pada malam yang ke 26, ALLOH meningkatkan baginya pahala selama empat puluh tahun.

27. Malam ke 27

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ.

Pada malam yang ke 27, di hari qiyamat dia melewati jembatan (syirathal mustaqiim) dengan mudah lagi cepat laksana halilintar menyambar.

28. Malam ke 28

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ.

Pada malam yang ke 28, ALLOH mengangkat seribu derajat baginya didalam surga.

29. Malam ke 29

وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ أَعْطَاهُ اللهُ ثَوَابَ اَلْفِ حِجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ.

Pada malam yang ke 29, ALLOH memberikan kepadanya pahala seribu ibadah haji yang diterima.

30. Malam ke 30

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ " يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى.

Pada malam yang ke 30, ALLOH berfirman :”makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, aku adalah Tuhanmu dan Engkau adalah hambaku”. 

(Referensi: Kitab Durrotun Nashihin).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *