Metode Ummi Daerah Bangkalan Jawa Timur Metode Pembelajaran Al Qur'an yang lagi Booming dan Semakin diminati

By On April 18, 2022

METODE UMMI DAERAH BANGKALAN JAWA TIMUR METODE PEMBELAJARAN AL-QUR'AN YANG LAGI BOOMING DAN SEMAKIN DIMINATI

Sahabat Al Amin Center, Sudah pada kenal kan dengan Metode Ummi? Baik barangkali ada yang belum tahu apa itu metode ummi saya akan menjelaskan sedikit. Metode Ummi adalah salah satu metode dalam pembelajaran Al-Qur'an. Ummi sendiri bermakna ibu yang identik dengan sabar, tabah, dan lembut. Nah, dalam pembelajaran Al-Qur'an menggunakan metode ummi ini mengusung tiga prinsip. Yakni mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati.

Alhamdulillah Metode Ummi semakin berkembang pesat sudah menyebar dan dipakai diberbagai daerah termasuk juga di Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur. di Bangkalan Jawa Timur sudah banyak yang menggunakan metode ummi ini, mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur'an, Madrasah maupun Sekolah-sekolah umum. 








Info Kontak tekan DISINI

Metode Ummi
adalah sebuah metode atau cara praktis yang paling  efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar dengan menggunakan pendekatan bahasa ibu anak berusaha menghormati dan mengingat jasa ibu yang telah mengajarkan bahasa. Metode Ummi dirumuskan oleh Para ahli-ahli Al-Qur‟an yang dahulunya mereka pernah terlibat secara langsung dalam pengajaran Al-Qur'an metode-metode yang lainnya.

Untuk dapat mengajar Al-Qur'an dengan menggunakan metode ummi ini seorang guru Al-Qur'an diharuskan memiliki sahadah/sertifikat guru metode ummi dan untuk bisa mendapatkan sertifikat tersebut seorang guru Al-Qur'an harus mengikuti beberapa program seperti tahsin, tashih dan sertifikasi Guru Al Qur'an Metode Ummi.

Mempelajari atau membaca Al-Qur'an hukumnya fardu kifayah. Namun untuk membacanya menggunakan ilmu tajwid secara baik dan benar merupakan fardhu ain. Dalam arti, kalau terjadi kesalahan dalam membaca Al Quran termasuk dosa, karena bisa mengubah arti bacaan Al-Qur'an. Untuk menghindarinya, kita dituntut belajar membaca Al-Qur'an kepada ahlinya.

Untuk itu pembelajar harus menguasai bacaan-bacaan panjang, yang meliputi (mad thobi’i, mad aridli Sukun, dan bacaan panjang yang lainnya), sifat-sifat huruf, cara berhentinya bacaan, dan pelafalan 28 huruf hijaiyah dengan mudah dan benar, tanda baca harkat fathah (a), kasrah (i), dhummah (u), tanwin, sukun, tasydid, dan sebagainya.

Ilmu Tajwid adalah ilmu yang paling tepat dalam memelajari bacaan Al-Qur'an, karena ilmu ini membahas tatacara membaca Al Quran dengan benar. Seperti pelafalan huruf, sifat-sifat huruf, bacaan panjang, pendek, cara waqof, dan lain sebagainya dengan benar.

“Di samping itu, dengan membaca Al Quran kita akan mendapatkan pahala atau barokah, karena di setiap huruf yang dilafalkan bisa mendapatkan pahala atau  barokah asal bacaannya baik dan benar"


ADA 7 PROGRAM DASAR METODE UMMI

7 progam dasar Ummi merupakan dasar utama yang diterapkan dalam membangun Generasi Qur'ani melalui proses Pembelajaran Al Qur'an dengan menggunakan metode Ummi. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk membantu lembaga dan guru dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pembelajaran Al Qur'an yang efektif, mudah, menyenangkan dan menyentuh hati. Keseluruhan program ini akan menjamin setiap guru Al Qur'an untuk mampu memahami metodologi pengajaran Al Qur'an beserta tahapan-tahapannya sekaligus menerapkan manajemen kelas yang efektif.


Tashih Bacaan Al-Quran

Program ini dimaksudkan untuk memetakan standar kualitas bacaan Al Qur’an guru atau calon guru Al Qur’an, sekaligus untuk memastikan bacaan Al Qur’an guru / calon guru Al Qur’an yang akan mengajarkan Metode Ummi sudah baik dan tartil.

Program Tahsin

Program ini dilakukan dalam rangka membina bacaan dan sikap para guru / calon guru Al Qur’an sampai bacaan Al Qur’annya bagus / tartil. Mereka yang telah lulus tahsin dan tashih berhak mengikuti sertifikasi guru Al Qur’an Metode Ummi.

Sertifikasi Guru Al-Quran

Program ini dilaksanakan selama 3 hari dalam rangka penyampaian metodologi bagaimana mengajarkan Al Qur’an Metode Ummi, mengatur dan mengelola pembelajaran Al Qur’an dengan Metode Ummi. Bagi guru yang lulus dalam sertifikasi guru Al Qur’an ini akan mendapatkan syahadah / sertifikat sebagai pengajar Al Qur’an Metode Ummi.


Coaching

Merupakan program pendampingan dan pembinaan kualitas penyelenggaraan pengajar an Al Qur’an di sekolah dan lembaga-lembaga yang menerapkan sistem Ummi sehingga bisa merealisasikan target pencapaian penjaminan mutu bagi siswa / santri.


Supervisi (Pemastian dan penjagaan mutu sistem ummi diterapkan di lembaga)

Merupakan program penilaian dan monitoring kualitas penyelenggaraan pengajaran Al Qur’an di sekolah dan lembaga-lembaga yang menerapkan sistem Ummi yang bertujuan memberikan akreditasi bagi lembaga tersebut.


Kegiatan evaluasi meliputi :

Jumlah guru yang bersertifikat.

Implementasi proses belajar mengajar di kelas .

Standar hasil belajar siswa .

Jumlah hari efektif Al Qur’an (HEQ).

Rasio guru dan siswa .

Manajemen / administrasi pengajaran 

Pelaksanaan pembinaan guru dan mengevaluasi kualitas pembelajarannya


Munaqasyah (Kontrol eksternal kualitas/ evaluasi hasil akhir oleh ummi foundation)

Merupakan program penilaian kemampuan siswa / santri pada akhir pembelajaran untuk menentukan kelulusan.


Bahan yang diujikan meliputi :

Fashohah dan Tartil Al Qur’an (juz 1-30) .

Membaca Ghoroib dan komentarnya .

Teori Ilmu Tajwid dan menguraikan hukum-hukum bacaan.

Hafalan dari surat Al A’la sampai surat An Naas.

Munaqasah meliputi tartil baca Al Qur’an dan Tahfidz (menghafal) Al QUr’an, baik juz 30 , 29, 28, 27, maupun di juz 1 – 5


Khotaman dan Imtihan

Acara yang bertujuan uji publik sebagai bentuk akuntabilitas dan rasa syukur, dikemas elegan, sederhana dan melibatkan seluruh stake holder sekaligus merupakan laporan secara langsung dan nyata kualitas hasil pembelajaran Al Qur’an kepada orang tua wali santri/masyarakat. Acara meliputi :

Demo kemampuan membaca dan hafalan Al Qur’an

Uji publik kemampuan membaca, hafalan, bacaan ghoroib dan tajwid dasar

Uji dari tenaga ahli Al Qur’an dari Tim Ummi dengan lingkup materi tertentu.

Semoga Bermanfaat, Aamiin

Metode Ummi || Cara Praktis dan Menyenangkan dalam Mengajar Membaca Al-Qur'an

By On Juli 08, 2021

METODE UMMI || CARA PRAKTIS DAN MENYENANGKAN DALAM MENGAJAR MEMBACA AL-QURAN

Sahabat Amin Center yang berbahagia, saat ini sedang booming sebuah metode belajar mengajar membaca Al-Qur'an yang dikenal dengan metode ummi,  metode ini semakin berkembang dan semakin banyak lembaga atau sekolah yang menggunakan metode ummi dalam mengajar Al-Qur'an kepada santri-santrinya. Berikut ini saya akan tuliskan mulai dari pengertian, tahapan, metode pengajaran dan kelebihan daripada metode ummi, silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.


1. Pengertian Metode Ummi
Metode ummi adalah sebuah metode atau cara praktis membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar. 
Dasar metode ummi adalah direct method (metode langsung tidak banyak penjelasan), repeatiiton (diulang-ulang) dan kasih sayang yang tulus (ummi foundation).
Metode ummi adalah metode yang paling efektif dan menyenangkan karena dirumuskan oleh Para ahli-ahli Al-Qur‟an yang dahulunya mereka pernah terlibat secara langsung dalam pengajaran Al-Qur‟an metode-metode yang lainnya seperti : metode iqro, metode qiroati dan lain-lain.

Metode ummi adalah metode mengajar yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an dengan pendekatan ibu, sehingga anak berusaha menghormati dan mengingat jasa Ibu yang telah mengajarkan bahasa pada kita. 

Metode ummi adalah sebuah metode atau cara praktis yang paling  efektif dan menyenangkan dalam membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar dengan menggunakan pendekatan bahasa ibu anak berusaha menghormati dan mengingat jasa ibu yang telah mengajarkan bahasa.

2. Tahapan Metode Ummi
Pada dasarnya pendekatan bahasa ibu ada 3 unsur yaitu :direct method (metode langsung tidak banyak penjelasan), repeatiiton (diulang-ulang) dan kasih sayang yang tulus (ummi foundation). Untuk lebih jelasnya, penulis uraikan sebagai berikut :

a. Direct method adalah suatu pendekatan dengan cara langsung dan tidak banyak penjelasan. Seorang ibu mengajarkan sesuatu kepada anaknya secara langsung dan anak tidak dipersulit dengan teori-teori tertentu supaya anak bisa paham. Anak sesuai itu belum bisa paham jika banyak penjelesan-penjelasan. Seorang ibu cukup memberikan contoh dan anak mengikuti apa yang dicontohkan oleh ibunya. 

b. Repeatititon artinya berulang-ulang. Untuk mengajarkan Al-Qur‟an kepada anak-anak mutlak harus berulang-ulang. Semakin banyak pengulangan, maka semakin lancar membacanya.

c. Kasih sayang yang tulus itu sangat memberikan pengaruh positif baik kepada ibunya maupun kepada anaknya. Kasih sayang yang tulus akan memurnikan hati dan memunculkan keikhlasan, sehingga semakin mudahlah cara mengajarnya dan anak mudah menerimanya.

Tata cara pengajaran metode ummi adalah sebagai berikut :

1. Ustadz/Ustadzah dengan posisi duduk mengucapkan salam kepada kepada para santri yang juga dalam keadaan duduk rapi

2. Membaca surat Al-Fatihah bersama-sama dimulai dengan bacaan Ta’awudz.

3. Dilanjutkan dengan do’a mohon ampunan untuk diri sendiri, untuk ayah dan ibu serta para orang mukmin.

4. Dilanjutkan dengan membaca do’anya Nabi Musa a.s

5. Kemudian membaca do’a pembuka / awal pembelajaran secara terputus-putus dan santri mengikuti.

6. Dilanjutkan dengan murajaah dan menghafal surat pendek yang sudah ditentukan oleh pengelola TPQ / Sekolah sesuai dengan tarjet setiap jilid (apersepsi, penanaman konsep, pemahaman dan latihan, evaluasi serta driil)

7. Mengulang kembali pelajaran yang lalu (klasikal dengan alat peraga).

8. Penanaman Konsep secara baik dan benar.

9. Pemahaman Konsep/Latihan.

10. Terapkan terampil.

11. Evaluasi / Penilaian

12. Drill Hafalan dan Jilid

13. Berikan pesan-pesan dan tugas di rumah sesuai dengan kebutuhan.

14. Do’a Akhir Pembelajaran


3. Metode Pengajaran Metode Ummi
Ada empat metode pengajaran metode Ummi, yaitu:

1) Private/Individual
 Digunakan jika muridnya banyak (berfariasi) sementara gurunya hanya satu 
 Jika jilid dan halamannya berbeda (campur)
 Biasanya dipakai untuk jilid-jilid rendah (1-2)
 Banyak dipakai untuk anak usia TK
Adapun cara pengajarannya yaitu murid dipanggil satu persatu untuk setor bacaan, kemudian murid yang lainnya diminta untuk membaca buku Ummi atau menulis buku di buku latihan sambil menunggu giliran setor baca ummi.

2) Klasikal – Individual 
Digunakan jika dalam satu kelompok jilidnya sama, halaman berbeda. Biasanya dipakai untuk jilid-jilid 2 atau 3 keatas. 
Adapun cara pengajaran metode klasikal – individual yaitu:
 Guru mengajar membaca bersama-sama secara klasikal (bisa menggunakan alat peraga atau buku yang ada) setelah selesai klasikal dilanjutkan secara individual.
 Ketika individual, murid dipanggil satu persatu untuk setor bacaan, kemudian murid yang lainnya diminta untuk membaca buku Ummi atau menulis buku di buku latihan sambil menunggu giliran setor baca ummi (seperti halnya metode privat/ individual)

3) Klasikal Baca – Simak 
Digunakan jika dalam satu kelompok jilidnya sama, halaman berbeda. Biasanya banyak dipakai untuk jilid-jilid 3 keatas atau pengajaran kelas Al Qur'an. adapun cara mengajar metode klasikal baca – simak yaitu :
 Guru mengajar membaca bersama-sama secara klasikal (bisa 
menggunakan alat peraga atau buku yang ada), setelah selesai klasikal, dilanjutkan dengan baca-simak 
 Ketika proses baca-simak, salah satu murid diminta membaca buku ummi, kemudian murid yang lainnya diminta untuk membuka halaman yang dibaca murid tesebut, selanjutnya menyimak bacaan murid yang membaca tadi, (tidak ada aktifitas menulis atau membaca buku ummi sendiri-sendiri)

4) Klasikal Baca Simak – Murni 
Digunakan jika dalam satu kelompok jilid dan halamannya sama. Biasanya banyak dipakai untuk jilid-jilid 5 keatas atau pengajaran kelas Al Qur‟an. adapun cara pengajaran metode klasikal baca simak- murni yaitu:
 Guru mengajar membaca bersama-sama secara klasikal (bisa menggunakan alat peraga atau buku yang ada), setelah selesai klasikal, dilanjutkan dengan baca-simak murni. 
 Ketika proses baca-simak murni, salah satu murid diminta membaca buku ummi, kemudian murid yang lainnya membuka dan menyimak yang dibaca murid tersebut, selanjutnya murid yang kedua ketika membaca melanjutkan bacaan dari murid yang pertama, murid yang lainnya menyimak, kemudian dilanjutkan murid yang ketiga membaca dengan melanjutkan bacaan murid yang kedua, sementara ketika salah satu dari murid membaca maka murid yang lainnya menyimak bacaan murid yang membaca tersebut, begitu seterusnya.

4. Kelebihan Metode Ummi
Kelebihan metode ummi adalah sebagai berikut.
a. meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an
b. menciptakan pembelajaran aktif dimana siswa dapat belajar membaca dengan mengeja huruf-huruf
c. dalam membaca dengan mengeja huruf demi huruf sehingga mempercepat proses penguasaan kemampuan membnca Al-Qur‟an
d. dapat belajar mengenal huruf dengan mengupas atau menguraikan suku kata suku kata yang dipergunakan dalam unsur-unsur hurufnya
e. penyajian tidak memakan waktu yang lama
f. dapat secara mudah mengetahui berbagai macam kata.


Penerapan metode ummi dalam pembelajaran membaca Al-Qur‟an dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dalam mempelajari cara membaca Al-Qur‟an, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an secara tartil, baik dan benar serta meningkatkan minat anak yang lebih tinggi dalam membaca Al-Qur‟an karena metode ini lebih mudah dan menyenangkan bagi anak.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *