HEADLINE NEWS

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Bacaan Sholat 5 Waktu dengan tulisan Arab, Latin dan Artinya Lengkap

BACAAN SHOLAT 5 WAKTU DENGAN TULISAN ARAB, LATIN DAN ARTINYA LENGKAP

Sholat secara bahasa artinya berdoa atau memohon kepada Allah SWT., sedangkan menurut istilah sholat ialah ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan atau doa-doa dan perbuatan yang dimulai dengan niat dan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. 

Dasar perintah sholat diterangkan dalam Q.S An Nisa Ayat 103.

فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Artinya:
“Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah wajib yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Q.S An Nisa :103).

Bacaan sholat dan artinya wajib kita ketahui, terutama pada bacaan niat sholat, takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surah pendek dalam AL-Qur’an, bacaan ruku’, bacaan i’tidal, bacaan sujud, duduk diantara dua sujud, tahiyat awal, dan tahiyat akhir. Kenapa kita kita harus tahu artinya? Sesuai dengan artinya sholat secara bahasa adalah berdo'a dan bacaannya pun terdiri dari banyak do'a-do'a. Nah bagaimana mungkin kita berdo'a memohon sedangkan kita tidak paham apa arti yang kita minta. Selain itu hafal dan paham bacaan sholat dengan artinya juga bisa menjadi salah satu penyebab kita khusyuk dalam dalam mengerjakan sholat.

Bacaan sholat dan artinya

Sholat merupakan suatu ibadah wajib yang diamanahkan kepada Makhluk sebagai bentuk ibadah kepada Sang Khaliq. Ayat Al-Qur’an banyak diantaranya yang menjelaskan tentang sholat. Allah berfirman pada surat Al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi:

.وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku. (Q.S. AL-BAqarah : 143)

Secara syariat, dalam melaksanakan sholat, seorang muslim harus melakukan syarat dan rukun sholat.

Syarat sholat merupakan hal-hal yang harus dilakukan sebelum melaksanakan sholat. Demikian menurut Syekh Muhammad bin Qasim dalam kitab Fathul Qarib (Surabaya: Kharisma, tt), hal. 9 menjelaskan pengertian syarat sebagai berikut:

  ما تتوقف صحة الصلاة عليه وليس جزأ منها. وخرج بهذا القيد الركن، فإنه  جزء من الصلاة
Artinya: “(Syarat dalam bab shalat ialah) hal-hal yang menjadi penentu keabsahan shalat, namun bukan bagian dari shalat. Berbeda dengan rukun yang merupakan bagian shalat.”

Sedangkan rukun sholat merupakan hal hal yang harus dilakukan pada saat melaksanakan sholat. Menurut Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam kitab Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imâm al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz I, hal. 129, menjelaskan makna rukun sebagai berikut:

معني الركن: ركن الشيء ما كان جزءاً أساسياً منه، كالجدار من الغرفة، فأجزاء الصلاة إذا أركانها كالركوع والسجود ونحوهما. ولا يتكامل وجود الصلاة ولا تتوفر صحتها إلا بأن يتكامل فيها جميع أجزائها بالشكل والترتيب الواردين عن رسول الله – صلى الله عليه وسلم

Artinya: “Makna rukun. Rukun sesuatu ialah bagian mendasar dari sesuatu tersebut, seperti tembok bagi bangunan. Maka bagian-bagian shalat adalah rukun-rukunnya seperti ruku’ dan sujud. Tidak akan sempurna keberadaan shalat dan tidak akan menjadi sah kecuali apabila semua bagian shalat tertunaikan dengan bentuk dan urutan yang sesuai sebagaimana telah dipraktekkan oleh Nabi SAW”

Rukun sholat terdiri dari dua yaitu rukun fi’li (perbuatan) dan rukun qauli (ucapan). 

Penjelasan rukun sholat secara terperinci terdapat padapenjelasan Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb (Surabaya: Al-Hidayah, 2000), hal. 9 yang berbunyi:

“فصل” وأركان الصلاة ثمانية عشر ركنا النية والقيام مع القدرة وتكبيرة الإحرام وقراءة الفاتحة وبسم الله الرحمن الرحيم آية منها والركوع والطمأنينة فيه والرفع واعتدال والطمأنينة فيه والسجود والطمأنينة فيه والجلوس بين السجدتين والطمأنينة فيه والجلوس الأخير والتشهد فيه والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم فيه والتسليمة الأولى ونية الخروج من الصلاة وترتيب الأركان على ما ذكرناه

“Pasal, Rukun-rukun shalat ada 18, yakni:

1. Niat
2. Berdiri bagi yang mampu
3. Takbiratul ihrâm
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Ruku’, 
6. Thuma’ninah dalam Ruku'
7. Berdiri dari ruku’ dan I’tidal
8. Thuma’ninah dalam I'tidal
9. Sujud
10. Thuma’ninah dalam Sujud
11. Duduk di antara dua sujud
12. Thuma’ninah
13. Duduk untuk tasyahhud akhir
14. Membaca tasyahhud akhir
15. Membaca shalawat pada Nabi SAW saat tasyahhud akhir
16. Salam Pertama
17. Niat keluar dari shalat
18. Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan”

Saat mulai melaksanakan rukun sholat maka seorang muslim harus sudah mengetahui tata cara, bacaan bacaan sholat dan artinya.



Bacaan Niat Sholat

Niat dalam melaksanakan sholat sesuai dengan sholat yang hendak dikerjakan dan jumlah rakaat serta dalam posisi makmum atau sebagai imam maupun melaksanakan sholat secara munfarid (sendirian).

a. Niat Sholat Subuh

Bacaan Niat Sholat Subuh Arab


أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Subuh Latin

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Subuh

“Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

b. Niat Sholat Dhuhur

Bacaan Niat Sholat Dhuhur Arab

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Dhuhur Latin

“Usholli Fardlon dhuhri Arba’a Rok’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Dhuhur

“Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

c. Niat Sholat Ashar

Bacaan Niat Sholat Ashar Arab


أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Ashar Latin

“Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Ashar

“Aku niat melakukan sholat fardu ashar 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

d. Niat Sholat Maghrib

Bacaan Niat Sholat Maghrib Arab


أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Maghrib Latin

“Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Maghrib

“Aku niat melakukan sholat fardu maghrib 3 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

e. Niat sholat Isya

Bacaan Niat Sholat Isya Arab


أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Isya Latin

“Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Isya

“Aku niat melakukan sholat fardu isya 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Niat sholat harus dilakukan sesuai dengan waktu sholat yang akan dijalankan masing-masing. 

Niat sholat dilakukan didalam hati bersamaan dengan mulut membaca Takbiratul Ihram,  sedangkan melafalkan niat seperti diatas itu hukumnya sunnah dan di ucapkan sebelum takbir 

Niat sholat diatas adalah niat sholat ketika melakukan sholat sendirian. Untuk niat sholat yang dilakukan secara berjamaah ada tambahannya setelah bacaan “Adaa-an”.

Tambahkan bacaan makmuman ” مَأْمُوْمًا “ ketika jadi makmum.

Tambahkan bacaan imaman ” إِمَامًا “ jika jadi imam.


Anda niatkan sholat yang Anda lakukan hanya karena Allah SWT dan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.

Bacaan Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram merupakan rukun sholat pertama yang dilakukan untuk mengawali serangkain rukun sholat lainnya. Bacaan takbiratul ihram berupa bacaan takbir pertama yang diucapkan ketika memulai sholat. Sebelum mengucap takbiratul ihram niat sholat dilafadzkan dan ketika (bersamaan) takbiratul ihram niat dilakukan dalam hati.

Bacaan saat melakukan takbiratul ihram , yakni:

اللَّهُ أَكْبَرُ
(Allaahu akbar)

Artinya: Allah Maha Besar

Dalam sholat berjamaah, Rasulullah selalu mengeraskan suara takbiratul ihram. Hal ini dilakukan supaya makmum dapat mengikuti takbir imam ketika sudah memasuki takbiratul ihram.

Apabila imam mengucapkan “Allaahu akbar” maka ucapkanlah “Allaahu akbar” (HR. Ahmad dan Baihaqi; shahih)

Bacaan sholat dan artinya ketika Iftitah

Setelah melakukan takbiratul ihram, disunnahkan untuk membaca doa iftitah. Bacaan doa iftitah berisi pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah bersabda, “sholat seseorang tidak sempurna hingga ia bertakbir, memuji Allah dan menyanjungNya, kemudian membaca Al Quran yang mudah baginya.” (HR. Abu Dawud dan Hakim; shahih)

Bacaan doa Iftitah Arab


اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaan Doa Iftitah Latin

“Allaahu akbaru kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

Arti Bacaan Do'a Iftitah dalam Sholat


“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

Membaca surah Al-Fatihah

Ketika melaksanakan sholat, setiap rakaat wajib membaca surat Al-Fatihah karena merupakan rukun sholat. Namun setelah membaca surat Al-Fatihah disunnahkan untuk membaca surat lainnya dalam Al-Qur’an pada rakaat pertama dan kedua. Pada rokaat ketiga dan keempat cukup membaca surat Al-Fatihah. Berikut bacaan surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
ar-raḥmānir-raḥīm
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
māliki yaumid-dīn
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
Hanya Egkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Bacaan Sholat dan artinya ketika Ruku’

Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, maka rukun sholat yang harus dikerjakan yaitu ruku’. Bacaan ruku’ ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi. Berikut ini lafazh dan artinya:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
(Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih) 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagiNya

Bacaan sholat dan artinya ketika I’tidal

Ketika mengangkat punggungnya dari ruku’, Rasulullah tidak membaca takbir namun membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
(Sami’alloohu liman hamidah)

Artinya: Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah tegak berdiri, beliau melanjutkan dengan membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
(Robbanaa walakal hamdu)

Artinya: Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika menjadi makmum, cukup membaca yang terakhir ini tanpa mengulangi “sami’allahu liman hamidah”. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti… jika imam mengucapkan sami’allaahu liman hamidah, maka ucapkanlah Robbanaa walakal hamdu…” (HR. Muslim)

Selain bacaan di atas (Robbanaa walakal hamdu), ada pula beberapa baca’an i’tidal yang diajarkan Rasulullah, antara lain:

Bacaan I’tidal 2 :


رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ، وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
(Robbanaa lakal hamdu mil’us samaawaati wamil'ul Ardi wa mil-u maa syi’ta min syai’in ba’du)

Artinya: Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu

Bacaan Sholat dan artinya ketika sujud

Turun sujud dari i’tidal, Rasulullah membaca takbir (Allahu akbar). Lalu membaca salah satu dari bacaan sujud berikut ini:

Bacaan sujud ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi. Bedanya dengan bacaan di atas, dalam bacaan ini ada tambahan wabihamdih. Berikut ini lafazh dan artinya:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
(Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih) 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji bagiNya

Bacaan ini juga dibaca 3 kali.


Bacaan Duduk di antara Dua Sujud

Adapun sewaktu duduk ini, bacaannya adalah sebagai berikut:


رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِيْ

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii  warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’anni”

Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilah kebutuhanku, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku dan ampunilah aku.

Bacaan Tasyahud Awal

Setiap beralih dari satu gerakan sholat ke gerakan sholat yang lain, Rasulullah mengucapkan takbir, kecuali saat berdiri dari ruku’ sebagaimana dijelaskan di atas. Adapun sewaktu duduk tasyahud, bacaannya adalah sebagai berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
(Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh)

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah (HR. Muslim)

Bacaan Tasyahud Akhir

Bacaannya sama dengan tasyahud awal dengan ditambah sholawat nabi

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

(Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh)

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

(Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad, Wa ‘Alaa Aali Muhammad,
Kamaa Shallaita ‘Alaa Ibraahiiim, Wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Ibraahiim,
Wa Baarik ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad, Wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad, 
Kamaa Barakta ‘Alaa Sayyidinaa Ibraahiim, Wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Ibraahiim,
Fil ‘Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid”)

Artinya: Ya Allah, berilah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarga Muhammad, seperti apa yang telah engkau anugerahkan kesejahteraan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, seperti yang engkau berkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Tinggi.”

Bacaan Salam

Terakhir adalah bacaan salam, yakni usai tasyahud akhir. Ketika menoleh ke kanan, Rasulullah terkadang mengucapkan salam:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
(Assalaamu’alaikum warohmatullooh)

Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepada kalian (HR. Muslim)

Boleh juga mengucapkan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ
(Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh)

Artinya: Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkahNya limpahkan kepada kalian (HR. Abu Dawud)

Sedangkan ketika menoleh ke kiri, beliau terkadang hanya mengucapkan “Assalamu’alaikum”

Baca Juga : Bacaan Do'a Qunut Subuh, Qunut Nazilah dan Qunut Witir dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya Lenkap disertai Pengertian, Hukum dan Manfaatnya

Daftar Isi
Bacaan Niat Sholat
Bacaan Takbiratul Ihram
Bacaan Do'a Iftitah
Membaca surah Al-Fatihah
Bacaan Sholat ketika Ruku’
Bacaan I’tidal
Bacaan Sujud 
Bacaan Duduk di antara Dua Sujud
Bacaan Tasyahud Awal
Bacaan Tasyahud Akhir
Bacaan Salam

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments
2 komentar:
Tulis Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *